Gigitan atau sengatan serangga yang menyebabkan rasa sakit atau gatal. Gigitan atau sengatan tersebut mungkin berasal dari lebah, kutu, semut, lalat, nyamuk, atau serangga yang lain. Bekas gigitan serangga dapat berupa, bercak kemerahan, bintik-bintik kemerahan yang disertai gatal atau nyeri. Selain itu dapat pula berupa gelembung yang berisi air dan bervariasi dari ukuran kecil sampai besar.
Gejala
O Ada pembengkakan pada bagian yang digigit atau disengat.
O Kemerahan pada kulit, selurh tubuh Anda mungkin saja memerah dan membengkak.
O Anak mengalami kesulitan bernafas.
Penanganan yang dapat Anda lakukan
O jika Anda melihat alat penyengat yang tertinggal di kulit, keluarkan dengan cara menggosokannya pelan-pelan denga kuku jari Anda. Usahakan Anda tidak mematahkan alat penyengat tersebut.
O tempelkan es yang dibungkus kain pada luka tidak lebih dari 5 menit.
O Buatlah soda kue dan air, tempelkan pada luka.
O Oleskan salep calamine pada luka untuk menghilangkan rasa gatal.
O Potong kuku anak Anda supaya tidak memperparah luka apabila anak Anda menggaruk luka tersebut.
O Segera hubungi dokter jika:
1. Anak Anda mengalami kesulitan bernafas atau wajahnya mengalami pembengkakan.
2. Timbul ruam di sekujur badan anak. Anak merasa gatal dan membengkak setelah gigitan, hal ini mungkin suatu reaksi alergi.
3. Timbul tanda-tanda infeksi seperti pembengkakan, keluarnya cairan berwarna kuning dari luka gigitan, atau demam. Hal ini bisa terjadi kemudian.
4. Anak Anda merasa sangat kesakitan.
Tips mencegah gigitan serangga
O Kenakan baju dan celana lengan panjang pada anak Anda agar terhindar dari gigitan serangga.
O Jangan menggunakan wangi-wangian atau losion berbau harum.
O Gunakan penyemprot serangga. Baca petunjuk pemakaian dan lakukan sesuai petunjuk pemakaian, jauhkan penyemprotan dari muka.
O Ajarkan anak untuk menjauhi sarang lebah dan tempat-tempat yang banyak dihuni serangga.
O Jangan biarkan anak berpergian ke luar rumah di waktu senja.
O Jika Anda mempunyai peliharaan seperti anjing atau kucing mandikan dan bersihkan agar tidak menjadi tempat berkumpulnya kutu atau serangga lainnya.
O Tanamlah bungga lavender di halaman rumah atau di dekat jendela kamar Anda, sedikit bisa mengurangi serangga untuk masuk ke dalam rumah Anda terutama nyamuk.
O Untuk mencegah serangga-serangga menyerah rumah Anda, bersihkan rumah Ana secara berkala, dan tutup semua lubang-lubang yang terdapat di rumah Anda dari luar (seperti, lubang angin dan kaca jendela).
Artikel Yang Berkaitan
1. Mengatasi Mimisan (Epistaksis) Pada Anak.
2. Si Kecil Sering Gumoh.
3. Tersedak Pada Bayi, Tips Cara Menanganinya.
4. Keracunan Pada Anak, Mengenali Gejala dan Tips Pencegahan.
5. Biang Keringat (Ruam Panas) Pada Anak.
6. Menangani Si Kecil Yang Terserang Diare.
7. Jika Perut Anak Kembung.
8. Bila Anak erkena Cacar Air.
9. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
10. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
11. Pendarahan Pada Tali Pusat.
12. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
13. Jerawat Pada Bayi.
14. Jika Anak Mengalami Kejang.
15. Demam Pada Anak.
16. Terapi Untuk Anak Autis.
17. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
18. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
19. Radang Telinga Pada Anak.
Tampilkan postingan dengan label Bayi dan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bayi dan Anak. Tampilkan semua postingan
Jumat, 14 Januari 2011
Lindungi Si Kecil Dari Gigitan Serangga
Selasa, 11 Januari 2011
Mengatasi Mimisan (Epistaksis) Pada Anak
Mimisan (epistaksis) merupakan pendarahan dari hidung. Jika tidak ada penyakit lain, mimisan biasanya hanya merupakan kelainan pada pembuluh darah di hidung. Sebagian besar mimisan pada anak tidak berbahaya. Jadi, tak perlu panik. Selama anak terlihat sehat dan aktif, juga tidak disertai gejala lain seperti demam, orangtua tak perlu khawatir.
Penyebab mimisan
O Mimisan terjadi akibat pembuluh darah yang pecah di daerah hidung bagian tengah/ pleksus kieselbach.
Pembuluh darah ini merupakan anyaman jaringan pembuluh darah yang sangat halus dan tipis. Pada anak-anak, pembuluh darah ini mudah berdarah terutama kalau ada infeksi di daerah hidung. Akibat infeksi, pembuluh darah yang tipis tersebut akan melebar dan kalau tersenggol sedikit saja akan mudah pecah.
O Karena adanya infeksi.
Infeksi terjadi terutama di daerah hidung, misalnya infeksi sinus yang mengakibatkan pembuluh darah melebar. Untuk meyakinkan, biasanya dilakukan foto sinus. Umumnya, darah akan keluar dari hidung, tetapi, terkadang darah tidak keluar dari hidung, melainkan tertelan ke tenggorokan. Karena tidak keluar lewat hidung, pendarahan ini baru ketahuan ketika anak muntah. Kejadian ini sering kali disangka muntah darah.
O Perubahan cuaca juga dapat menyebabkan mimisan.
Prinsipnya sama dengan infeksi, cuaca dingin atau hujan menyebabkan hidung anak mengalami flu serta pembuluh darah di hidung melebar dan tipis. Ketika anak menggosok hidungnya, pembuluh darah ini gampang sekali pecah.
Biasanya mimisan terjadi pada anak usia mulai 4?10 tahun. Mimisan terjadi pada anak karena selaput lendir dan pembuluh darah anak masih tipis dan sensitif, sehingga saat ada faktor pencetus seperti udara dingin, panas yang terik atau trauma ringan, darah pun langsung mengucur keluar. Terjadinya pun umumnya spontan, ringan, dan mudah berhenti.
O Karena alergi.
Biasanya disertai pilek kental dan lama, terkadang juga disertai batuk berdahak dan napas berbau. Hal ini biasa terjadi pada anak usia empat tahun.
O Obat-obatan.
Kandungan asetosal dan ibuprofen dalam obat-obatan tertentu dapat menimbulkan mimisan pada anak. kandungan ini menyebabkan darah lama membeku sehingga anak mudah mimisan.
O Karena keturunan.
Anak-anak tertentu lahir dengan pembuluh darah di hidung yang gampang pecah dan berdarah. Jika kelembapan udara sangat rendah seperti di negeri
subtropis dan suhunya sangat dingin, maka anak-anak seperti ini umumnya tidak sehingga hidungnya terus-menerus mengeluarkan darah.
O Reaksi refluks.
Khusus untuk bayi, mimisan bisa terjadi karena reaksi refluks. Ini terjadi saat bayi muntah atau gumoh. Aliran balik makanan dari lambung ke mulut atau hidung dapat menyebabkan mimisan. Muntahan yang banyak mengandung zat asam itu bisa mengiritasi atau melukai hidung. Mimisan pada bayi umumnya juga sembuh sendiri dan tidak perlu penanganan khusus.
O Trauma.
Seperti akibat benturan benda keras, kemasukan benda asing, atau dikorek-korek yang membuat selaput lendir dan pembuluh darah di hidung terluka dan menyebabkan
perdarahan.
O Merupakan gejala dari suatu penyakit.
Berbeda dari mimisan normal yang umumnya bersumber pada bagian anterior (bagian depan rongga hidung), maka mimisan yang disertai penyakit berbahaya bersumber dari bagian dalam hidung (posterior). Tak heran, darah yang keluar banyak dan sulit dihentikan. Sehingga sebagai orangtua hendaknya harus tetap waspada jika frekuensi mimisan itu cukup sering,tiap 1-2 hari. Ini karena ada kemungkinan si kecil mengidap penyakit berbahaya.
Penyakit seperti ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura), demam berdarah,leukemia, talasemia berat, atau hemofili, bisa juga menunjukkan gejala mimisan. Kadar trombosit yang rendah bisa pula menyebabkan pendarahan di hidung. Anak hemofili bisa saja memiliki kadar trombosit yang normal, tapi faktor pembekuan darah yang rendah sehingga penderita sering mengalami pendarahan.
Penanganan yang dapat Anda lakukan
O Minta anak Anda duduk dan agak menundukkan kepala. Jangan biarkan anak tiduran atau menegadahkan kepala, hal inii menyebabkan darah mengalir ke dalam mulut.
O Minta anak Anda menghembuskan nafas pelan-pelan.
O Periksalah jikalau ada sesuatu di dalam hidung anak.
O Minta anak Anda meludahkan darah yang ada di dalam mulut.
O Minta anak Anda menarik nafas melalui mulut.
O Jepit bagian hidung selama 10 menit, jika pendarahan belumberhenti, jepit hidung kembali selama 10 menit. Jangan menyumbat hidung dengan apapun untuk menghentian pendarahan.
O Jangan biarkan anak Anda bersin atau mengupil selama 12 jam setelah pendarahan berhenti.
O Segera hubungi dokter jika:
1. Anak Anda sering mengalami mimisan.
2. Pendarahan terjadi di mulut dan gusi.
3. Anak Anda pusing, pening, atau pucat dan berkeringat.
4. Terdapat tanda memar padahal tidak jatuh.
Tips mencegah mimisan pada anak.
O Perhatikan apakah si kecil sering mengorek hidung. Bila ya peringatkan untuk berhenti melakukannya.
O Jauhi anak dari asap rokok atau bahan kimia lainnya. Beberapa anak alergi terhadap asap rokok dan zat kimia tertentu.
O Bila cuaca dirasa terlalu kering gunakan pelembab ruangan. Pastikan keadaan rumah selalu dalam kekadaan bersih.
O Teteskan larutan air garam atau oleskan cream pelembab ke dalam hidung untuk membasahi hidung sehingga selaput lendir tidak kering. Hidung yang kering dapat mengalami pendarahan. Anda juga dapat mengoleskan sedikit vaslin pada hidung anak, lakukan hal ini 2-4 kali sehari untuk mencegah mimisan.
O Sebisa mungkin hindari anak dari benturan di hidungnya. Barang-barang yang berbahaya sebaiknya disingkirkan agar tidak sampai mencederai anak.
O Gunakan AC dengan bijak dan aman. Jangan menyetel AC terlalu dingin dan lama. Selain boros energi, udara di ruangan akan menjadi sangat dingin dan kering. Untuk Indonesia, suhu 23-260C relatif cukup.
O Usahakan banyak makan sayur dan buah guna memperkuat selaput lendir hidung.
O Jauhkan anak dari benda-benda pencetus alergi di rumah.
Artikel Yang Berkaitan
1. Si Kecil Sering Gumoh.
2. Tersedak Pada Bayi, Tips Cara Menanganinya.
3. Keracunan Pada Anak, Mengenali Gejala dan Tips Pencegahan.
4. Biang Keringat (Ruam Panas) Pada Anak.
5. Menangani Si Kecil Yang Terserang Diare.
6. Jika Perut Anak Kembung.
7. Bila Anak erkena Cacar Air.
8. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
9. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
10. Pendarahan Pada Tali Pusat.
11. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
12. Jerawat Pada Bayi.
13. Jika Anak Mengalami Kejang.
14. Demam Pada Anak.
15. Terapi Untuk Anak Autis.
16. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
17. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
18. Radang Telinga Pada Anak.
Penyebab mimisan
O Mimisan terjadi akibat pembuluh darah yang pecah di daerah hidung bagian tengah/ pleksus kieselbach.
Pembuluh darah ini merupakan anyaman jaringan pembuluh darah yang sangat halus dan tipis. Pada anak-anak, pembuluh darah ini mudah berdarah terutama kalau ada infeksi di daerah hidung. Akibat infeksi, pembuluh darah yang tipis tersebut akan melebar dan kalau tersenggol sedikit saja akan mudah pecah.
O Karena adanya infeksi.
Infeksi terjadi terutama di daerah hidung, misalnya infeksi sinus yang mengakibatkan pembuluh darah melebar. Untuk meyakinkan, biasanya dilakukan foto sinus. Umumnya, darah akan keluar dari hidung, tetapi, terkadang darah tidak keluar dari hidung, melainkan tertelan ke tenggorokan. Karena tidak keluar lewat hidung, pendarahan ini baru ketahuan ketika anak muntah. Kejadian ini sering kali disangka muntah darah.
O Perubahan cuaca juga dapat menyebabkan mimisan.
Prinsipnya sama dengan infeksi, cuaca dingin atau hujan menyebabkan hidung anak mengalami flu serta pembuluh darah di hidung melebar dan tipis. Ketika anak menggosok hidungnya, pembuluh darah ini gampang sekali pecah.
Biasanya mimisan terjadi pada anak usia mulai 4?10 tahun. Mimisan terjadi pada anak karena selaput lendir dan pembuluh darah anak masih tipis dan sensitif, sehingga saat ada faktor pencetus seperti udara dingin, panas yang terik atau trauma ringan, darah pun langsung mengucur keluar. Terjadinya pun umumnya spontan, ringan, dan mudah berhenti.
O Karena alergi.
Biasanya disertai pilek kental dan lama, terkadang juga disertai batuk berdahak dan napas berbau. Hal ini biasa terjadi pada anak usia empat tahun.
O Obat-obatan.
Kandungan asetosal dan ibuprofen dalam obat-obatan tertentu dapat menimbulkan mimisan pada anak. kandungan ini menyebabkan darah lama membeku sehingga anak mudah mimisan.
O Karena keturunan.
Anak-anak tertentu lahir dengan pembuluh darah di hidung yang gampang pecah dan berdarah. Jika kelembapan udara sangat rendah seperti di negeri
subtropis dan suhunya sangat dingin, maka anak-anak seperti ini umumnya tidak sehingga hidungnya terus-menerus mengeluarkan darah.
O Reaksi refluks.
Khusus untuk bayi, mimisan bisa terjadi karena reaksi refluks. Ini terjadi saat bayi muntah atau gumoh. Aliran balik makanan dari lambung ke mulut atau hidung dapat menyebabkan mimisan. Muntahan yang banyak mengandung zat asam itu bisa mengiritasi atau melukai hidung. Mimisan pada bayi umumnya juga sembuh sendiri dan tidak perlu penanganan khusus.
O Trauma.
Seperti akibat benturan benda keras, kemasukan benda asing, atau dikorek-korek yang membuat selaput lendir dan pembuluh darah di hidung terluka dan menyebabkan
perdarahan.
O Merupakan gejala dari suatu penyakit.
Berbeda dari mimisan normal yang umumnya bersumber pada bagian anterior (bagian depan rongga hidung), maka mimisan yang disertai penyakit berbahaya bersumber dari bagian dalam hidung (posterior). Tak heran, darah yang keluar banyak dan sulit dihentikan. Sehingga sebagai orangtua hendaknya harus tetap waspada jika frekuensi mimisan itu cukup sering,tiap 1-2 hari. Ini karena ada kemungkinan si kecil mengidap penyakit berbahaya.
Penyakit seperti ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura), demam berdarah,leukemia, talasemia berat, atau hemofili, bisa juga menunjukkan gejala mimisan. Kadar trombosit yang rendah bisa pula menyebabkan pendarahan di hidung. Anak hemofili bisa saja memiliki kadar trombosit yang normal, tapi faktor pembekuan darah yang rendah sehingga penderita sering mengalami pendarahan.
Penanganan yang dapat Anda lakukan
O Minta anak Anda duduk dan agak menundukkan kepala. Jangan biarkan anak tiduran atau menegadahkan kepala, hal inii menyebabkan darah mengalir ke dalam mulut.
O Minta anak Anda menghembuskan nafas pelan-pelan.
O Periksalah jikalau ada sesuatu di dalam hidung anak.
O Minta anak Anda meludahkan darah yang ada di dalam mulut.
O Minta anak Anda menarik nafas melalui mulut.
O Jepit bagian hidung selama 10 menit, jika pendarahan belumberhenti, jepit hidung kembali selama 10 menit. Jangan menyumbat hidung dengan apapun untuk menghentian pendarahan.
O Jangan biarkan anak Anda bersin atau mengupil selama 12 jam setelah pendarahan berhenti.
O Segera hubungi dokter jika:
1. Anak Anda sering mengalami mimisan.
2. Pendarahan terjadi di mulut dan gusi.
3. Anak Anda pusing, pening, atau pucat dan berkeringat.
4. Terdapat tanda memar padahal tidak jatuh.
Tips mencegah mimisan pada anak.
O Perhatikan apakah si kecil sering mengorek hidung. Bila ya peringatkan untuk berhenti melakukannya.
O Jauhi anak dari asap rokok atau bahan kimia lainnya. Beberapa anak alergi terhadap asap rokok dan zat kimia tertentu.
O Bila cuaca dirasa terlalu kering gunakan pelembab ruangan. Pastikan keadaan rumah selalu dalam kekadaan bersih.
O Teteskan larutan air garam atau oleskan cream pelembab ke dalam hidung untuk membasahi hidung sehingga selaput lendir tidak kering. Hidung yang kering dapat mengalami pendarahan. Anda juga dapat mengoleskan sedikit vaslin pada hidung anak, lakukan hal ini 2-4 kali sehari untuk mencegah mimisan.
O Sebisa mungkin hindari anak dari benturan di hidungnya. Barang-barang yang berbahaya sebaiknya disingkirkan agar tidak sampai mencederai anak.
O Gunakan AC dengan bijak dan aman. Jangan menyetel AC terlalu dingin dan lama. Selain boros energi, udara di ruangan akan menjadi sangat dingin dan kering. Untuk Indonesia, suhu 23-260C relatif cukup.
O Usahakan banyak makan sayur dan buah guna memperkuat selaput lendir hidung.
O Jauhkan anak dari benda-benda pencetus alergi di rumah.
Artikel Yang Berkaitan
1. Si Kecil Sering Gumoh.
2. Tersedak Pada Bayi, Tips Cara Menanganinya.
3. Keracunan Pada Anak, Mengenali Gejala dan Tips Pencegahan.
4. Biang Keringat (Ruam Panas) Pada Anak.
5. Menangani Si Kecil Yang Terserang Diare.
6. Jika Perut Anak Kembung.
7. Bila Anak erkena Cacar Air.
8. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
9. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
10. Pendarahan Pada Tali Pusat.
11. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
12. Jerawat Pada Bayi.
13. Jika Anak Mengalami Kejang.
14. Demam Pada Anak.
15. Terapi Untuk Anak Autis.
16. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
17. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
18. Radang Telinga Pada Anak.
Senin, 10 Januari 2011
Si Kecil Sering Gumoh
Gumoh pada bayi memang sudah tidak asing lagi bagi kita. Dan kita juga tidak perlu panik jika bayi kita gumoh, karena ini adalah hal yang lumrah terjadi pada semua bayi. Sesaat stelah menyusui, bayi mengeluarkan susu atau cairan dari dalm perutnya, hal ini karena katup antara lambung dan esophagus (kerongkongan) belum sempurna. Walaupun mirip dengan muntah, namun gumoh ini berbeda, gumoh tidak disertai kontraksi pada pada dinding lambung, dan biasanya gumoh mengeluarkan cairan yang jumlahnya sedikit, tidak sebanyak muntah. Banyak bayi gumoh setelah disusui. Gumoh ini biasa terjadi pada bayi yang berusia 0 sampai 6 bulan. Gumoh biasanya disertai dengan sendawa.
Gejala
O Sejumlah kecil air susu keluai dari mulut bayi, biasanya terjadi sesaat setelah menyusu.
O Bayi Anda terkadang ingin makan setelah gumoh.
Penyebab gumoh.
O Belum sempurnanya katup antara lambung dan kerongkongan, sehingga susu yang diminum mudah keluar kembali
O Terlalu banyak minum susu, padahal kapasitas lambung masih sedikit, sehingga tidak mampu menampung susu yang masuk
O Aktivitas yang berlebihan, menangis atau menggeliat pada saat disusui, sehingga susu keluar kembali.
Yang perlu Anda ketahui tentang gumoh.
O Menyusui terlalu banyak pada satu waktu dapat menyebabkan gumoh.
O Menahan kaki bayi ke dadanya ketika mengganti popok dapat mennyebabkan gumoh.
O Gumoh tidak sama dengan muntah, gumoh biasanya terjadi sesaat setelah menyusui. Jumlah cairan yang dikeluarkan sedikit, seperti ketika bayi berliur dari mulutnya.
O Gumoh akan berhenti atau berkurang ketika bayi berumur 10-12 bulan.
O Bayi yang menyusu ASI mengalami gumoh lebih sedikit dibanding bayi yang menyusu susu formula.
O Rendam pakaian yang ternoda oleh gumoh dalam campuran air dan soda kue. ASI tidak menimbulkan noda pada kain.
Pnanganan yang dapat Anda lakukan.
O Susui bayi secukupnya saja.
O Tunggu sekitar 2.5 jam sebelum waktu menyusui berikutnya sehingga perut bayi kosong.
O Sendawakan bayi sesering mugkin atau setelah menyusu 0,5 ons ASI atau susu formula.
O Jangan menekan perut bayi setelah menyusu.
O Buat agar bayi tetap tenang selama atau setelah menyusui, jika Anda harus meletakan bayi.
O Jangan memasang popok terlalu kencang di sekitar perut.
O Segera hubungi dokter jika:
1. Ada darah di dalam gumoh.
2. Anak tersedak atau batuk ketika gumoh.
3. Anak Anda sering kali gumoh dan berat badanya tidak bertambah.
4. bayi gumoh dengan cukup keras sehingga muntahnya sampai mencapai beberapa meter dari dirinya.
5. Gumoh terjadi lebih sering dan lebih keras.
Artikel Yang Berkaitan
1.Tersedak Pada Bayi, Tips Cara Menanganinya.
2. Keracunan Pada Anak, Mengenali Gejala dan Tips Pencegahan.
3. Biang Keringat (Ruam Panas) Pada Anak.
4. Menangani Si Kecil Yang Terserang Diare.
5. Jika Perut Anak Kembung.
6. Bila Anak erkena Cacar Air.
7. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
8. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
9. Pendarahan Pada Tali Pusat.
10. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
11. Jerawat Pada Bayi.
12. Jika Anak Mengalami Kejang.
13. Demam Pada Anak.
14. Terapi Untuk Anak Autis.
15. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
16. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
17. Radang Telinga Pada Anak.
Gejala
O Sejumlah kecil air susu keluai dari mulut bayi, biasanya terjadi sesaat setelah menyusu.
O Bayi Anda terkadang ingin makan setelah gumoh.
Penyebab gumoh.
O Belum sempurnanya katup antara lambung dan kerongkongan, sehingga susu yang diminum mudah keluar kembali
O Terlalu banyak minum susu, padahal kapasitas lambung masih sedikit, sehingga tidak mampu menampung susu yang masuk
O Aktivitas yang berlebihan, menangis atau menggeliat pada saat disusui, sehingga susu keluar kembali.
Yang perlu Anda ketahui tentang gumoh.
O Menyusui terlalu banyak pada satu waktu dapat menyebabkan gumoh.
O Menahan kaki bayi ke dadanya ketika mengganti popok dapat mennyebabkan gumoh.
O Gumoh tidak sama dengan muntah, gumoh biasanya terjadi sesaat setelah menyusui. Jumlah cairan yang dikeluarkan sedikit, seperti ketika bayi berliur dari mulutnya.
O Gumoh akan berhenti atau berkurang ketika bayi berumur 10-12 bulan.
O Bayi yang menyusu ASI mengalami gumoh lebih sedikit dibanding bayi yang menyusu susu formula.
O Rendam pakaian yang ternoda oleh gumoh dalam campuran air dan soda kue. ASI tidak menimbulkan noda pada kain.
Pnanganan yang dapat Anda lakukan.
O Susui bayi secukupnya saja.
O Tunggu sekitar 2.5 jam sebelum waktu menyusui berikutnya sehingga perut bayi kosong.
O Sendawakan bayi sesering mugkin atau setelah menyusu 0,5 ons ASI atau susu formula.
O Jangan menekan perut bayi setelah menyusu.
O Buat agar bayi tetap tenang selama atau setelah menyusui, jika Anda harus meletakan bayi.
O Jangan memasang popok terlalu kencang di sekitar perut.
O Segera hubungi dokter jika:
1. Ada darah di dalam gumoh.
2. Anak tersedak atau batuk ketika gumoh.
3. Anak Anda sering kali gumoh dan berat badanya tidak bertambah.
4. bayi gumoh dengan cukup keras sehingga muntahnya sampai mencapai beberapa meter dari dirinya.
5. Gumoh terjadi lebih sering dan lebih keras.
Artikel Yang Berkaitan
1.Tersedak Pada Bayi, Tips Cara Menanganinya.
2. Keracunan Pada Anak, Mengenali Gejala dan Tips Pencegahan.
3. Biang Keringat (Ruam Panas) Pada Anak.
4. Menangani Si Kecil Yang Terserang Diare.
5. Jika Perut Anak Kembung.
6. Bila Anak erkena Cacar Air.
7. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
8. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
9. Pendarahan Pada Tali Pusat.
10. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
11. Jerawat Pada Bayi.
12. Jika Anak Mengalami Kejang.
13. Demam Pada Anak.
14. Terapi Untuk Anak Autis.
15. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
16. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
17. Radang Telinga Pada Anak.
Rabu, 29 Desember 2010
Tersedak Pada Bayi , Tips Cara Menanganinya
Tersedak dapat terjadi apabila makanan, cairan, atau sesuatu yang lain menghambat tenggorokan atau jalan udara pernafasan anak Anda. Dimana anak akan terbatuk-batuk. Anak bisa juga tidak dapat bicara, menangis ataupun bernafas. Wajah anak Anda akan nampak membiru atau bahkan lemas dan pingsan.
Gejala klinis
O Tidak dapat berbicara atau menjerit.
O Terjadi sianosis (wajah membiru) akibat kekurangan oksigen.
O Penderita nekat memegangi tenggorokannya.
O Batuk melemah, dan pernapasan yang dipaksakan menimbulkan suara hempasan yang tinggi.
O Orang melakukan salah satu hal di atas, dan mereka pun tak sadar.
Jika anak Anda terbatuk- batuk, biarkan saja. Batuk akan membersihkan tenggorokan dan aliran udara, dampingi dan awasi anak Anda dan jangan berikan minum untuk menghentikan batuk tersebut.
O Terjadi sianosis (wajah membiru) akibat kekurangan oksigen.
O Penderita nekat memegangi tenggorokannya.
O Batuk melemah, dan pernapasan yang dipaksakan menimbulkan suara hempasan yang tinggi.
O Orang melakukan salah satu hal di atas, dan mereka pun tak sadar.
Jika anak Anda terbatuk- batuk, biarkan saja. Batuk akan membersihkan tenggorokan dan aliran udara, dampingi dan awasi anak Anda dan jangan berikan minum untuk menghentikan batuk tersebut.
Yang dapat Anda lakukan jika anak tersedak
Pertolongan pertama untuk tersedak adalah menghubungi rumah sakit atau puskesmas setempat menggunakan nomor telepon darurat, lalu membebaskan obstruksi saluran napas menggunakan perasat Heimlich dan/atau pernapasan buatan. Intubasi adalah prosedur medis lanjutan yang diindikasikan untuk tersedak, yang dapat dilakukan oleh paramedis dalam bidang ini.
1. Untuk bayi berumur di bawah 1 tahun.
Cara Melakukan Perasat Heimlich pada Anak Berusia di bawah 1 tahun.
O Tengkurapkan anak di pangkuan Anda dengan posisi kepala lebih rendah dari pada badan.
O Beri tepukan cepat pada punggung bayi sebanyak 5 kali Tahan kepala bayi.
O Ulangi cara tadi sebanyak 5 kali. Benda yang membuat bayi Anda tersedak akan keluar. Ambil dari dalam mulut bayi.
O Apabila benda tersebut tidak keluar juga, tempelkan 2-3 jari tangan Anda di tengah dada bayi. Tekan sebanyak 5 kali sampai benda tersebut keluar.
O Apabila benda tersebut tidak keluar juga, lihat ke dalam mulut bayi. Ambil benda apapun yang Anda lihat. Jangan memasukan jari Apabila Anda tidak melihat sesuatu.
O Jika bayi tetap tidak dapat bernafas, dan bantuan tidak juga datang. Mulai lakukan pernafasan dari mulut ke mulut.
2. Untuk anak berumur lebih dari 1 tahun, yang sedang duduk dan berdiri
Cara Melakukan Perasat Heimlich pada Anak Berusia lebih dari 1 tahun.
O Berdiri di belakang anak, letakan tangan Anda melingkari pinggang anak.
O Kepalkan salah satu tangan Anda, letakkan kepalan tangan di atas perut anak Anda sebelah atas di bawah tulang iga.
O Letakkan telapak tangan yang lain di atas tangan yang terkepal, lakukan penekanan pada perut engan cepat.
O Terus lakukan penekanan sampai benda yang membuat anak Anda tersedak keluar, ambil benda tersebut dari mulut.
O Jika benda tersebut tidak keluar, lihat ke dalam mulut anak. Ambil keluar apapun yang Anda lihat. Jangan memasukan jari Anda ke dalam mulut anak apabila tidak melihat sesuatupun.
O Jika anak Anda lemas, dan pertolongan tidak juga datang, berikan pernafasan dari mulut ke mulut.
3. Untuk anak berumur lebih dari 1 tahun, yang sedang terbaring di lantai
Cara Melakukan Perasat Heimlich pada Anak Berusia lebih dari 1 tahun.
O Hadapkan wajah ke atas, letakkan salah satu tumit tangan di atas dada sebelah atas anak Anda teat di bawah tulang iga.
O Letakakan tangan yang satu di atas tangan pertama, berikan tekanan cepat pada perut anak Anda.
O Lakukan penekanan sampai benda yang membuat anak Anda tersedak keluar, Ambil benda tersebut dari dalam mulut.
O Jika benda tersebut tidak keluar, lihat ke dalam mulut anak. Ambil keluar apapun yang Anda lihat. Jangan memasukan jari Anda ke dalam mulut anak apabila tidak melihat sesuatupun.
O Jika anak Anda lemas, dan pertolongan tidak juga datang, berikan pernafasan dari mulut ke mulut.
Pencegahan agar anak tidak tersedak
O Periksa dot bayi setiap hari kalau-kalau ada yang berlubang atau sobek. Beli dot baru setiap 2-3 bulan.
O Ajari anak agar tidak memasukan sesuatu ke dalam mulut selain makanan.
O Jangan berikan makan yang kecil, keras dan bulat.
O Ajari anak untuk mengunyah makanan dengan benar
O Awasi anak ketika makan.
O Jangan biarkan anak berlari-lari ketika makan.
O Periksa mainan yang memiliki bagian-bagian kecil yang dapat lepas.
1. Untuk bayi berumur di bawah 1 tahun.
Cara Melakukan Perasat Heimlich pada Anak Berusia di bawah 1 tahun.
O Tengkurapkan anak di pangkuan Anda dengan posisi kepala lebih rendah dari pada badan.
O Beri tepukan cepat pada punggung bayi sebanyak 5 kali Tahan kepala bayi.
O Ulangi cara tadi sebanyak 5 kali. Benda yang membuat bayi Anda tersedak akan keluar. Ambil dari dalam mulut bayi.
O Apabila benda tersebut tidak keluar juga, tempelkan 2-3 jari tangan Anda di tengah dada bayi. Tekan sebanyak 5 kali sampai benda tersebut keluar.
O Apabila benda tersebut tidak keluar juga, lihat ke dalam mulut bayi. Ambil benda apapun yang Anda lihat. Jangan memasukan jari Apabila Anda tidak melihat sesuatu.
O Jika bayi tetap tidak dapat bernafas, dan bantuan tidak juga datang. Mulai lakukan pernafasan dari mulut ke mulut.
2. Untuk anak berumur lebih dari 1 tahun, yang sedang duduk dan berdiri
Cara Melakukan Perasat Heimlich pada Anak Berusia lebih dari 1 tahun.
O Berdiri di belakang anak, letakan tangan Anda melingkari pinggang anak.
O Kepalkan salah satu tangan Anda, letakkan kepalan tangan di atas perut anak Anda sebelah atas di bawah tulang iga.
O Letakkan telapak tangan yang lain di atas tangan yang terkepal, lakukan penekanan pada perut engan cepat.
O Terus lakukan penekanan sampai benda yang membuat anak Anda tersedak keluar, ambil benda tersebut dari mulut.
O Jika benda tersebut tidak keluar, lihat ke dalam mulut anak. Ambil keluar apapun yang Anda lihat. Jangan memasukan jari Anda ke dalam mulut anak apabila tidak melihat sesuatupun.
O Jika anak Anda lemas, dan pertolongan tidak juga datang, berikan pernafasan dari mulut ke mulut.
3. Untuk anak berumur lebih dari 1 tahun, yang sedang terbaring di lantai
Cara Melakukan Perasat Heimlich pada Anak Berusia lebih dari 1 tahun.
O Hadapkan wajah ke atas, letakkan salah satu tumit tangan di atas dada sebelah atas anak Anda teat di bawah tulang iga.
O Letakakan tangan yang satu di atas tangan pertama, berikan tekanan cepat pada perut anak Anda.
O Lakukan penekanan sampai benda yang membuat anak Anda tersedak keluar, Ambil benda tersebut dari dalam mulut.
O Jika benda tersebut tidak keluar, lihat ke dalam mulut anak. Ambil keluar apapun yang Anda lihat. Jangan memasukan jari Anda ke dalam mulut anak apabila tidak melihat sesuatupun.
O Jika anak Anda lemas, dan pertolongan tidak juga datang, berikan pernafasan dari mulut ke mulut.
Pencegahan agar anak tidak tersedak
O Periksa dot bayi setiap hari kalau-kalau ada yang berlubang atau sobek. Beli dot baru setiap 2-3 bulan.
O Ajari anak agar tidak memasukan sesuatu ke dalam mulut selain makanan.
O Jangan berikan makan yang kecil, keras dan bulat.
O Ajari anak untuk mengunyah makanan dengan benar
O Awasi anak ketika makan.
O Jangan biarkan anak berlari-lari ketika makan.
O Periksa mainan yang memiliki bagian-bagian kecil yang dapat lepas.
Artikel Yang Berkaitan
1. Keracunan Pada Anak, Mengenali Gejala dan Tips Pencegahan.
2. Biang Keringat (Ruam Panas) Pada Anak.
3. Menangani Si Kecil Yang Terserang Diare.
4. Jika Perut Anak Kembung.
5. Bila Anak erkena Cacar Air.
6. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
7. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
8. Pendarahan Pada Tali Pusat.
9. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
10. Jerawat Pada Bayi.
11. Jika Anak Mengalami Kejang.
12. Demam Pada Anak.
13. Terapi Untuk Anak Autis.
14. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
15. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
15. Radang Telinga Pada Anak.
Kamis, 09 Desember 2010
Keracunan Pada Anak, Mengenali Gejala dan Tip Pencegahan
Keracunan merupakan masuknya zat yang mengandung racun kedalam tubuh baik melalui saluran
pencernaan, saluran nafas, atau melalui kulit atau mukosa yang menimbulkan gejala klinis. Anak Anda dapat mengalami keracunan oleh beberapa hal, seperti produk-produk pembersih, vitamin, obat-obatan, alkohol, cat, dan tanaman. Keracunan merupakan masalah yang sangat serius karena dapat menyebabkan anak Anda meninggal.
Gejala
O Anak Anda merasa ingin muntah, dimana anak muntah tanpa sebab yang jelas.
O Ada luka bakar di bibir atau mulut anak Anda.
O Anak Anda susah untuk dibangunkan.
O Anak mengalami kesulitan pernafasan.
O Anak mengalami sakit perut.
O Anak menalami serangan sakit yang mendadak.
Pencegahan terhadap bahaya keracunan
O Simpan obat-obatan dan vitamin di tempat yang tidak mudah untuk dijangkau oleh anak.
O Jangan memberikan obat orang lain untuk anak Anda.
O Jangan pernah mengatakan kepada anak-anak kalo obat adalah gula-gula.
O Baca petunjuk pemakaian sebelum Anda memberikan obat kepada anak, berikan sesuai dengan resep atau petunjuk pemakaian.
O Simpan semua produk pembersih dan lainnya yang beracun di tempat yang terkunci rapat.
O Selalu simpan apa pun di dalam wadahnya. Jangan menyimpan racun di dalam wadah makanan atau disimpan bersama dengan makanan.
O Jangan biarkan anak Anda mendekati tanaman tertentu, sampai Anda yakin betul tanaman tersebut tidak beracun. Karena keracunan dapat juga terjadi jika anak Anda memakan tanaman tertentu di sekitar atau di luar rumah
O Nyalakan kipas angin dan buka jendela ketika sedang menggunakan pembersih yang menghasilkan asap atau gas.
O Kenakan sarunmg tangan, celana panjang, baju lengan panjang, kaus aki dan sepatu ketika menyemprot serangga, hama, atau menggunakan bahan kimia yang lain. Jauhkan anak Anda.
O Jangan membakar minyak atau arang, atau menyalakan mesin yang mengeluarkana asap di dalam ruangan sempit seperti garasi, tenda, atau ruangan dengan sirkulasi udara yang buruk.
Artikel Yang Berkaitan
1. Obat-Obatan Tanpa Resep.
2. Jangan Sembarangan Minum Obat.
3. Mengenali Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD)
4. Cara Tepat Mencegah Demam Berdarah.
5. Obat-Obatan Tanpa Resep.
6. Cengkeh, Rempah Yang Kaya Antioksidan.
7. Vaksin HPV Untuk Mencegah Kanker Serviks.
8. Penyebab, Gejala, dan Cara Penularan Kanker Serviks.
9. Makanan Untuk Membantu Menurunkan Berat Badan.
10. Minuman Bersoda, Manfaat atau bahaya?.
11. Menu Diet bagi Diabetesi.
12. Pemanis Buatan Bagi Penderita Diabetes Melitus (DM).
13. Mengenali Gejala Gagal Ginjal Sejak Dini.
pencernaan, saluran nafas, atau melalui kulit atau mukosa yang menimbulkan gejala klinis. Anak Anda dapat mengalami keracunan oleh beberapa hal, seperti produk-produk pembersih, vitamin, obat-obatan, alkohol, cat, dan tanaman. Keracunan merupakan masalah yang sangat serius karena dapat menyebabkan anak Anda meninggal.
Gejala
O Anak Anda merasa ingin muntah, dimana anak muntah tanpa sebab yang jelas.
O Ada luka bakar di bibir atau mulut anak Anda.
O Anak Anda susah untuk dibangunkan.
O Anak mengalami kesulitan pernafasan.
O Anak mengalami sakit perut.
O Anak menalami serangan sakit yang mendadak.
Pencegahan terhadap bahaya keracunan
O Simpan obat-obatan dan vitamin di tempat yang tidak mudah untuk dijangkau oleh anak.
O Jangan memberikan obat orang lain untuk anak Anda.
O Jangan pernah mengatakan kepada anak-anak kalo obat adalah gula-gula.
O Baca petunjuk pemakaian sebelum Anda memberikan obat kepada anak, berikan sesuai dengan resep atau petunjuk pemakaian.
O Simpan semua produk pembersih dan lainnya yang beracun di tempat yang terkunci rapat.
O Selalu simpan apa pun di dalam wadahnya. Jangan menyimpan racun di dalam wadah makanan atau disimpan bersama dengan makanan.
O Jangan biarkan anak Anda mendekati tanaman tertentu, sampai Anda yakin betul tanaman tersebut tidak beracun. Karena keracunan dapat juga terjadi jika anak Anda memakan tanaman tertentu di sekitar atau di luar rumah
O Nyalakan kipas angin dan buka jendela ketika sedang menggunakan pembersih yang menghasilkan asap atau gas.
O Kenakan sarunmg tangan, celana panjang, baju lengan panjang, kaus aki dan sepatu ketika menyemprot serangga, hama, atau menggunakan bahan kimia yang lain. Jauhkan anak Anda.
O Jangan membakar minyak atau arang, atau menyalakan mesin yang mengeluarkana asap di dalam ruangan sempit seperti garasi, tenda, atau ruangan dengan sirkulasi udara yang buruk.
Artikel Yang Berkaitan
1. Obat-Obatan Tanpa Resep.
2. Jangan Sembarangan Minum Obat.
3. Mengenali Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD)
4. Cara Tepat Mencegah Demam Berdarah.
5. Obat-Obatan Tanpa Resep.
6. Cengkeh, Rempah Yang Kaya Antioksidan.
7. Vaksin HPV Untuk Mencegah Kanker Serviks.
8. Penyebab, Gejala, dan Cara Penularan Kanker Serviks.
9. Makanan Untuk Membantu Menurunkan Berat Badan.
10. Minuman Bersoda, Manfaat atau bahaya?.
11. Menu Diet bagi Diabetesi.
12. Pemanis Buatan Bagi Penderita Diabetes Melitus (DM).
13. Mengenali Gejala Gagal Ginjal Sejak Dini.
Selasa, 31 Agustus 2010
Penanganan Gangguan Saluran Pencernaan Pada Bayi
Memberi makan si kecil memang tidak semudah menyuguhkan makanan pada orang dewasa. Tentunya karena keterbatasan seorang bayi yang belum punya daya, termasuk ketika ia tidak suka makanan tersebut ataupun ada masalah dengan pencernaan. Akibatnya ia akan memuntahkan kembali makanan yang sudah masuk ke perutnya.
Masalah ini mungkin juga sudah menjadi masalah yang kerap kali Anda hadapi. Ada yang bermasalahnya kala mulai pemberian makanan semi padat, semisal jus buah, bubur susu, atau biskuit. Tapi ada juga yang masalahnya muncul ketika mulai pemberian makanan padat, seperti nasi tim. Sebenarnya, masalah ini tak perlu terlalu dikhawatirkan.
Hanya saja orang tua harus tahu apa yang jadi penyebabnya dan kemudian segera mengatasinya.
Bila makanan tersebut baru dimasukkan sudah dikeluarkan atau dimuntahkan lagi, mungkin masalahnya ada di sekitar mulut. Bisa jadi adalah karena proses menelannya belum bagus atau si kecil tidak suka dengan makanan tersebut. Namun bila dimuntahkannya setelah beberapa lama makanan tersebut masuk ke lambung, misal, setelah setengah jam, berarti ada kemungkinan gangguan di pencernaannya.
Untuk bayi yang mengalami muntah karena adanya gangguan saluran pencernaan, dokter mungkin akan meminta anda untuk menghentikan semua pemberian susu dan makanan padat selama 24 jam, dan kemudian secara berangsur-angsur memberikan lagi makanan seperti semula. Sebagai gantinya, berikan larutan glukosa daripada susu atau minuman lain.
Cara membuat larutan glukosa adalah dengan mencampurkan tiga sendok teh larutan glukosa ke dalam 200 ml air matang. Atau dengan sekantung sachet glukosa dan puyer mineral yang dapat diperoleh di toko kimia dicampur air matang sesuai dengan instruksinya.
Bayi dengan gangguan ini membutuhkan cairan sebanyak tertentu agar tidak mengalami dehidrasi. Untuk menghitung banyaknya larutan glukosa yang diberikan dengan tepat berikut sesuai dengan berat badan bayi:
Bayi dengan berat badan 4 (kg) : diberikan 600 (ml)
Bayi dengan berat badan 4.5 (kg) : diberikan 675 (ml)
Bayi dengan berat badan 5 (kg) : diberikan 750 (ml)
Bayi dengan berat badan 5.5 (kg) : diberikan 825 (ml)
Bayi dengan berat badan 6 (kg) : diberikan 900 (ml)
Bayi dengan berat badan 6.5 (kg) : diberikan 975 (ml)
Bayi dengan berat badan 7 (kg) : diberikan 1050 (ml)
Bayi dengan berat badan 7.5 (kg) : diberikan 1125 (ml)
Bayi dengan berat badan 8 (kg) : diberikan 1200 (ml)
Bayi dengan berat badan 8.5 (kg) : diberikan 1275 (ml)
Bayi dengan berat badan 9 (kg) : diberikan 1350 (ml)
Bayi dengan berat badan 9.5 (kg) : diberikan 1425 (ml)
Bayi dengan berat badan 10 (kg) : diberikan 1500 (ml)
Untuk bayi yang masih minum ASI, berikan larutan glukosa dalam jumlah yang sesuai, namun jangan susui dahulu selama 24 jam sakitnya. Hari berikutnya, kurangi pemberian larutan glukosa (pada setiap makan) dengan seperlimanya, dam berikan ASI sesudahnya.
Sedangkan untuk bayi yang sudah disapih, berikan larutan glukosa sesuai dosis (menurut usianya) Jangan berikan dulu susu dan produk susu selama lima hari. Pada hari pertama sakitnya jangan beri makanan padat, namun berangsur-angsurberikan bubur buah atau sayur mulai hari ke dua sampai ke enam. Setelah itu dapat kembali ke menu semula.
Masalah ini mungkin juga sudah menjadi masalah yang kerap kali Anda hadapi. Ada yang bermasalahnya kala mulai pemberian makanan semi padat, semisal jus buah, bubur susu, atau biskuit. Tapi ada juga yang masalahnya muncul ketika mulai pemberian makanan padat, seperti nasi tim. Sebenarnya, masalah ini tak perlu terlalu dikhawatirkan.
Hanya saja orang tua harus tahu apa yang jadi penyebabnya dan kemudian segera mengatasinya.
Bila makanan tersebut baru dimasukkan sudah dikeluarkan atau dimuntahkan lagi, mungkin masalahnya ada di sekitar mulut. Bisa jadi adalah karena proses menelannya belum bagus atau si kecil tidak suka dengan makanan tersebut. Namun bila dimuntahkannya setelah beberapa lama makanan tersebut masuk ke lambung, misal, setelah setengah jam, berarti ada kemungkinan gangguan di pencernaannya.
Untuk bayi yang mengalami muntah karena adanya gangguan saluran pencernaan, dokter mungkin akan meminta anda untuk menghentikan semua pemberian susu dan makanan padat selama 24 jam, dan kemudian secara berangsur-angsur memberikan lagi makanan seperti semula. Sebagai gantinya, berikan larutan glukosa daripada susu atau minuman lain.
Cara membuat larutan glukosa adalah dengan mencampurkan tiga sendok teh larutan glukosa ke dalam 200 ml air matang. Atau dengan sekantung sachet glukosa dan puyer mineral yang dapat diperoleh di toko kimia dicampur air matang sesuai dengan instruksinya.
Bayi dengan gangguan ini membutuhkan cairan sebanyak tertentu agar tidak mengalami dehidrasi. Untuk menghitung banyaknya larutan glukosa yang diberikan dengan tepat berikut sesuai dengan berat badan bayi:
Bayi dengan berat badan 4 (kg) : diberikan 600 (ml)
Bayi dengan berat badan 4.5 (kg) : diberikan 675 (ml)
Bayi dengan berat badan 5 (kg) : diberikan 750 (ml)
Bayi dengan berat badan 5.5 (kg) : diberikan 825 (ml)
Bayi dengan berat badan 6 (kg) : diberikan 900 (ml)
Bayi dengan berat badan 6.5 (kg) : diberikan 975 (ml)
Bayi dengan berat badan 7 (kg) : diberikan 1050 (ml)
Bayi dengan berat badan 7.5 (kg) : diberikan 1125 (ml)
Bayi dengan berat badan 8 (kg) : diberikan 1200 (ml)
Bayi dengan berat badan 8.5 (kg) : diberikan 1275 (ml)
Bayi dengan berat badan 9 (kg) : diberikan 1350 (ml)
Bayi dengan berat badan 9.5 (kg) : diberikan 1425 (ml)
Bayi dengan berat badan 10 (kg) : diberikan 1500 (ml)
Untuk bayi yang masih minum ASI, berikan larutan glukosa dalam jumlah yang sesuai, namun jangan susui dahulu selama 24 jam sakitnya. Hari berikutnya, kurangi pemberian larutan glukosa (pada setiap makan) dengan seperlimanya, dam berikan ASI sesudahnya.
Sedangkan untuk bayi yang sudah disapih, berikan larutan glukosa sesuai dosis (menurut usianya) Jangan berikan dulu susu dan produk susu selama lima hari. Pada hari pertama sakitnya jangan beri makanan padat, namun berangsur-angsurberikan bubur buah atau sayur mulai hari ke dua sampai ke enam. Setelah itu dapat kembali ke menu semula.
Bila Si Kecil Terluka
Dunia anak adalah dunia bermain. Mereka terkadang berlarian dan saling mengejar yang merupakan salah satu permainan faforit mereka. Kadang juga harus terjatuh dan terluka, tetapi hal tersebut tidak juga membuat mereka kapok. Kita sebagai orang tua, tentunya harus mengetahui bagaimana menangani anak yang terluka. Meski luka yang dialami buah hati kita adalah luka ringan, tetapi luka seperti itu juga perlu adanya perawatan agar tidak bertambah besar atau semakin parah.
Ada beberapa jenis luka beserta cara perawatannya yang harus anda ketahui sebagai orang tuanya. Dengan demikian, bila anak mengalami luka, anda bisa mengobati scara tepat atau dapat mengambil langkah-langkah yang benar mengenai luka tersebut sehingga tidak bertambah parah. Beberapa jenis luka tersebut, antara lain:
Luka Infeksi
Anak-anak cendrung akan bermain-main di tempat yang becek. Hal ini akan banyak menimbulkan gangguan kulit seperti kudis maupun koreng yang disebabkan karena infeksi suatu bakteri. Infeksi bakteri seperti itu sering terjadi jika lingkungan memang kumuh, bakterinya cukup ganas, setra daya tahan anak itu sendiri yang lemah.
Menurut jenisnya koreng terbagi dalam bentuk cacar monyet dan ecthyma. Cacar monyet adalah infeksi yang berwujud gelembung agak besar pada kulit dan mudah pecah. Sedangkan echtyma adalah infeksi yang berwujud gelembung bening pada kulit yang akan menjadi keropeng lengket, bila dikorek akan menjadi luka dangkal. Jika anak mengalami luka seperti ini maka hal-hal yang dapat kita lakukan, yaitu sebagai berikut:
a. Mandikan anak setiap hari dengan sabun anti bakteri misalnya yang mengandung puralin atau sulfur.
b. Setelah luka yang dialami anak bersih berikan oleskan salep atau atau bubuk antibiotik. Untuk komposisi dan jenis salep maupun antibiotik yang tepat berkonsultasilah dengan dokter anda.
c. Untuk kasus gatal-gatal kebersihan sangat memegang peranan penting dalam upaya penyebuhan.
Luka Trauma
Luka trauma merupakan luka yang terjadi akubat terbentur benda tumpul atau terkena benda tajam. Beberapa luka yang termasuk golongan ini antara lain:
a. Terbentur atau terantuk, biasanya akan terjadi luka memar karena pembuluh darah di jaringan yang terbentur tersebut pecah. Pada keadaan ini, sebaiknya luka memar dikompres dengan es untuk mengurangi bengkak. Kulit yang yang terbentur akan berwarna keunguan, tetapi lama-kelamaan akan kembali seperti semula.
b. Luka teriris benda tajam dan luka serut (beset-beset), biasanya akan mudah sembuh dengan dibersihkan dan diobati dengan betadin, obat merah atau yodium.
c. Luka tusuk, misalnya tertusuk paku, biasanya tidak terlalu lebar tetapi cukup dalam. Jika anak anda mengalami luka seperti ini segera periksakan ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat. Sebab, luka seperti ini tampak mudah kering di permukaan tetapi masih basah di dalamnya. Jika tidak diobati dengan benar, luka di dalam ini dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri seperti tetanus.
d. Bila anak terluka cukup parah sampai jaringan permukaannya terbawa, sebaiknya anak segera saja dibawa ke dokter karena luka seperti ini selain diobati juga mungkin memerlukan tindakan dari dokter ( jahitan).
Luka Bakar
Resiko terkena api adalah terkena luka bakar. Segera setelah terjadi luka bakar, dinginkan luka itu dengan air sehingga pelebaran luka bakar ke dalam dapat dicegah. Perawatan dengan air dingin ini paling baik diberikan selama 10-20 menit. Disamping sakit, luka ini kadang juga menimbulkan cacat. Untuk luka seperti ini, dapat ditangani dengan cara berikut:
a. Jangan memecahkan lepuh dan tidak membuka dengan apapunselain membiarkannya terbuka bebas.
b. Dengan memberikan antibiotik, biasanya penisilin prokain intramuskular 200.000-400.000 sampai sembuh.
c. Mencegah masuknya lalat dengan penyekat kawat nyamuk.
Ada beberapa jenis luka beserta cara perawatannya yang harus anda ketahui sebagai orang tuanya. Dengan demikian, bila anak mengalami luka, anda bisa mengobati scara tepat atau dapat mengambil langkah-langkah yang benar mengenai luka tersebut sehingga tidak bertambah parah. Beberapa jenis luka tersebut, antara lain:
Luka Infeksi
Anak-anak cendrung akan bermain-main di tempat yang becek. Hal ini akan banyak menimbulkan gangguan kulit seperti kudis maupun koreng yang disebabkan karena infeksi suatu bakteri. Infeksi bakteri seperti itu sering terjadi jika lingkungan memang kumuh, bakterinya cukup ganas, setra daya tahan anak itu sendiri yang lemah.
Menurut jenisnya koreng terbagi dalam bentuk cacar monyet dan ecthyma. Cacar monyet adalah infeksi yang berwujud gelembung agak besar pada kulit dan mudah pecah. Sedangkan echtyma adalah infeksi yang berwujud gelembung bening pada kulit yang akan menjadi keropeng lengket, bila dikorek akan menjadi luka dangkal. Jika anak mengalami luka seperti ini maka hal-hal yang dapat kita lakukan, yaitu sebagai berikut:
a. Mandikan anak setiap hari dengan sabun anti bakteri misalnya yang mengandung puralin atau sulfur.
b. Setelah luka yang dialami anak bersih berikan oleskan salep atau atau bubuk antibiotik. Untuk komposisi dan jenis salep maupun antibiotik yang tepat berkonsultasilah dengan dokter anda.
c. Untuk kasus gatal-gatal kebersihan sangat memegang peranan penting dalam upaya penyebuhan.
Luka Trauma
Luka trauma merupakan luka yang terjadi akubat terbentur benda tumpul atau terkena benda tajam. Beberapa luka yang termasuk golongan ini antara lain:
a. Terbentur atau terantuk, biasanya akan terjadi luka memar karena pembuluh darah di jaringan yang terbentur tersebut pecah. Pada keadaan ini, sebaiknya luka memar dikompres dengan es untuk mengurangi bengkak. Kulit yang yang terbentur akan berwarna keunguan, tetapi lama-kelamaan akan kembali seperti semula.
b. Luka teriris benda tajam dan luka serut (beset-beset), biasanya akan mudah sembuh dengan dibersihkan dan diobati dengan betadin, obat merah atau yodium.
c. Luka tusuk, misalnya tertusuk paku, biasanya tidak terlalu lebar tetapi cukup dalam. Jika anak anda mengalami luka seperti ini segera periksakan ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat. Sebab, luka seperti ini tampak mudah kering di permukaan tetapi masih basah di dalamnya. Jika tidak diobati dengan benar, luka di dalam ini dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri seperti tetanus.
d. Bila anak terluka cukup parah sampai jaringan permukaannya terbawa, sebaiknya anak segera saja dibawa ke dokter karena luka seperti ini selain diobati juga mungkin memerlukan tindakan dari dokter ( jahitan).
Luka Bakar
Resiko terkena api adalah terkena luka bakar. Segera setelah terjadi luka bakar, dinginkan luka itu dengan air sehingga pelebaran luka bakar ke dalam dapat dicegah. Perawatan dengan air dingin ini paling baik diberikan selama 10-20 menit. Disamping sakit, luka ini kadang juga menimbulkan cacat. Untuk luka seperti ini, dapat ditangani dengan cara berikut:
a. Jangan memecahkan lepuh dan tidak membuka dengan apapunselain membiarkannya terbuka bebas.
b. Dengan memberikan antibiotik, biasanya penisilin prokain intramuskular 200.000-400.000 sampai sembuh.
c. Mencegah masuknya lalat dengan penyekat kawat nyamuk.
Sabtu, 28 Agustus 2010
Nama Terindah Untuk Anakku (Raysha/Wildan)
Banyak orang yang beranggapan tidak baik mempersiapkan nama untuk anak yang belum lahir. Mungkin saja mereka mengkaitkannya dengan kepercayaan tertentu, mitos, ataupun hal lain kurang rasional.
Tapi saya termasuk orang tua yang merasa wajib untuk mempersiapkan nama yang terbaik untuk anak saya, jauh sebelum mereka lahir. Tentu saja nama yang mempunyai makna yang baik dan indah. Nama bukan saja hanya sebagai identitas seseorang tetapi lebih dari itu, karena didalam arti sebuah nama yang baik dan indah disitu tersirat doa dan harapan yang baik pula.
Keindahan atau "beauty" adalah sifat dari sesuatu yang memberi kita rasa senang bila melihatnya. Pada umumnya, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan juga dapat memberikan kita rasa keingintahuan tentang hal tersebut semakin terus bertambah. Sebagai contohnya jika kita bermusik,kita akan semakin mencari 'feel' apa yang cocok untuk hati kita. Demikian juga kita jika akan memberi nama. Tentu saja, nama yang baik dan memenuhi unsur-unsur keindahan (artinya indah, enak didengar) dengan harapan setelah lahir nanti akan nampak cantik maupun ganteng baik prilaku maupun wajahnya.
Nama anak pertama saya Rafif Safa Alzena, namanya tentu memuat doa dan harapan yang baik menurut saya, juga puitis dan memenuhi unsur-unsur keindahan. Nama itu berima di dua nama dibelakangnya. Sungguh enak menyebutnya. Rafif berarti berakhlak baik dengan harapan mempunyai akhlak yang baik yaitu berakhlak islami. Safa berati putih bersih dengan harapan putih bersih baik wajah maupun hatinya. Alzena berati nama bunga tanaman obat karena merupakan obat yang mujarap bagi orang tuanya.
Beberapa bulan ke depan, anak ke-2 saya insya Allah akan lahir. Menurut dokter, usia kandungan istri saya saat ini sudah minggu ke 26, dan insya Allah HPL nya bulan November. Dari hasil USG belum kelihatan jenis kelamunnya. Tapi tidak masalah nanti laki-laki atau perempuan. Kita syukuri aja apa yang diberikan nanti, karena itu adalah pilihan yang terbaik.
Karena belum tau jenis kelaminnya, maka untuk anak yang ke-2 ini saya persiapkan dua nama. Raysha untuk perempuan dan jika lahir laki-laki dengan nama Wildan. Nama belakangnya mungkin nanti saja mennyusul.......yang pasti mendekati lahir nanti sudah ada namanya. Dan trimakasih untuk de'k Rey.... atas usul namanya.
Tapi saya termasuk orang tua yang merasa wajib untuk mempersiapkan nama yang terbaik untuk anak saya, jauh sebelum mereka lahir. Tentu saja nama yang mempunyai makna yang baik dan indah. Nama bukan saja hanya sebagai identitas seseorang tetapi lebih dari itu, karena didalam arti sebuah nama yang baik dan indah disitu tersirat doa dan harapan yang baik pula.
Keindahan atau "beauty" adalah sifat dari sesuatu yang memberi kita rasa senang bila melihatnya. Pada umumnya, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan juga dapat memberikan kita rasa keingintahuan tentang hal tersebut semakin terus bertambah. Sebagai contohnya jika kita bermusik,kita akan semakin mencari 'feel' apa yang cocok untuk hati kita. Demikian juga kita jika akan memberi nama. Tentu saja, nama yang baik dan memenuhi unsur-unsur keindahan (artinya indah, enak didengar) dengan harapan setelah lahir nanti akan nampak cantik maupun ganteng baik prilaku maupun wajahnya.
Nama anak pertama saya Rafif Safa Alzena, namanya tentu memuat doa dan harapan yang baik menurut saya, juga puitis dan memenuhi unsur-unsur keindahan. Nama itu berima di dua nama dibelakangnya. Sungguh enak menyebutnya. Rafif berarti berakhlak baik dengan harapan mempunyai akhlak yang baik yaitu berakhlak islami. Safa berati putih bersih dengan harapan putih bersih baik wajah maupun hatinya. Alzena berati nama bunga tanaman obat karena merupakan obat yang mujarap bagi orang tuanya.
Beberapa bulan ke depan, anak ke-2 saya insya Allah akan lahir. Menurut dokter, usia kandungan istri saya saat ini sudah minggu ke 26, dan insya Allah HPL nya bulan November. Dari hasil USG belum kelihatan jenis kelamunnya. Tapi tidak masalah nanti laki-laki atau perempuan. Kita syukuri aja apa yang diberikan nanti, karena itu adalah pilihan yang terbaik.
Karena belum tau jenis kelaminnya, maka untuk anak yang ke-2 ini saya persiapkan dua nama. Raysha untuk perempuan dan jika lahir laki-laki dengan nama Wildan. Nama belakangnya mungkin nanti saja mennyusul.......yang pasti mendekati lahir nanti sudah ada namanya. Dan trimakasih untuk de'k Rey.... atas usul namanya.
Sabtu, 07 Agustus 2010
Kolik Pada Bayi
Kolik pada bayi adalah istilah yang dipakai untuk keadaan bayi yang terus-menerus menangis secara berlebihan. Orang tua yang tidak mengetahui hal ini, akan membuat mereka semakin tertekan. Hal ini merupakan sesuatu yang lumrah, bila orang tuanya merasa tidak menentu, karena anak yang mereka sayangi terus menerus menangis. Kolik sebetulnya merupakan sakit perut yang datangnya secara bergelombang (spasmodik). Bayi yang meminum ASI atau pun susu formula dapat mengalami kolik. Sekitar 30% bayi sehat pernah mengalami kolik. Kondisi ini biasanya terjadi antara minggu kedua dan keempat setelah lahir.
Gejala-gejalanya....
Bayi Anda yang sehat mungkin akan mengalami kolik apabila mengalami gejala sebagai berikut :
>> Menangis secara berlebihan, jumlah menangisnya lebih dari 3 jam sehari selama lebih dari 3 hari dalam seminggu. Pada umumnya mulai timbul dalam bulan pertama sesudah lahir, dan menghilang dengan sendirinya ketika bayi berumur 3 atau 4 bulan.
>> Sukar sekali untuk didiamkan dan dihibur, terkadang menjerit-jerit. Kondisi terparah biasanya terjadi pada sore menjelang malam hari.
>> Bayi menjadi kemerah-merahan kadang melurus-luruskan atau menarik-narik kakinya (kaki diangkat-angkat), dan buang angin (kentut). Perutnya seperti membesar karena kembung.
Penyebab kolik....
Tak seorang pun tau dengan pasti apa penyebabnya. Sepertinya bayi yang sedang kolik mengalami kontraksi usus yang sangat menyakitkan. Mungkin disebabkan oleh kejang otot dinding susu, udara dalam usus dan gangguan pencernaan. Ada pula yang beranggapan bahwa kolik berkaitan dengan makanan. Sebagaimana halnya intoleransi laktos, sensitifitas terhadap protein susu sapi diduga juga menyebabkan kolik. Bayi yang meminum ASI mengalami kolik disebabkan kepekaan terhadap salah satu dalam ragam makanan ibunya.
Tindakan Pencegahan....
Tidak ada cara yang manjur untuk mencegah kolik, karena kolik disebabkan oleh banyak hal sehingga tidak ada pengobatan tunggal yang efektif untuk semua bayi tetapi orang tua bisa mengusahakan untuk menghilangkan penyebab-penyebab yang mungkin terjadi.
Bila toleransi laktosa atau alergi makanan diduga sebagai penyebabnya maka penggantian makanan dapat membantu.
Pastikan bahwa luang botol sudah sesuai dengan besarnya untuk mencegah bayi menelan terlalu banyak udara sewaktu minum. Usahakan supaya bayi bersendawa dengan baik setiap habis minum. Hindarkan jangan sampai bayi terlalu lapar atau haus. Bila bayi Anda minum susu formula mintalah petunjuk ahli kesehatan apakah mengganti dengan formula bebas susu atau formula bebas laktosa untuk mengatasi kolik.
Yang dapat Anda lakukan.....
>> Terus menghibur bayi Anda, dengan berdekatan dengan bayi dan kontak tubuh dapat menghiburnya.
>> Membungkus bayi dengan selimut agar dia merasa nyaman dan aman, dengan memberikan dot mungkin membuatnya lebih nyaman, maupun dengan pelukan yang erat.
>> Mengusahakan agar bayi bersendawa untuk mengeluarkan angin.
>> Membuat gerakan dengan diayun-ayun, diputarkan kaset bunyi rahim atau pun bunyi ritmis dengan bantuan alat atau mainan bayi.
>> Menelungkupkan bayi melintang di pangkuan Anda sambil menggosok-gosok punggungnya.
Gejala-gejalanya....
Bayi Anda yang sehat mungkin akan mengalami kolik apabila mengalami gejala sebagai berikut :
>> Menangis secara berlebihan, jumlah menangisnya lebih dari 3 jam sehari selama lebih dari 3 hari dalam seminggu. Pada umumnya mulai timbul dalam bulan pertama sesudah lahir, dan menghilang dengan sendirinya ketika bayi berumur 3 atau 4 bulan.
>> Sukar sekali untuk didiamkan dan dihibur, terkadang menjerit-jerit. Kondisi terparah biasanya terjadi pada sore menjelang malam hari.
>> Bayi menjadi kemerah-merahan kadang melurus-luruskan atau menarik-narik kakinya (kaki diangkat-angkat), dan buang angin (kentut). Perutnya seperti membesar karena kembung.
Penyebab kolik....
Tak seorang pun tau dengan pasti apa penyebabnya. Sepertinya bayi yang sedang kolik mengalami kontraksi usus yang sangat menyakitkan. Mungkin disebabkan oleh kejang otot dinding susu, udara dalam usus dan gangguan pencernaan. Ada pula yang beranggapan bahwa kolik berkaitan dengan makanan. Sebagaimana halnya intoleransi laktos, sensitifitas terhadap protein susu sapi diduga juga menyebabkan kolik. Bayi yang meminum ASI mengalami kolik disebabkan kepekaan terhadap salah satu dalam ragam makanan ibunya.
Tindakan Pencegahan....
Tidak ada cara yang manjur untuk mencegah kolik, karena kolik disebabkan oleh banyak hal sehingga tidak ada pengobatan tunggal yang efektif untuk semua bayi tetapi orang tua bisa mengusahakan untuk menghilangkan penyebab-penyebab yang mungkin terjadi.
Bila toleransi laktosa atau alergi makanan diduga sebagai penyebabnya maka penggantian makanan dapat membantu.
Pastikan bahwa luang botol sudah sesuai dengan besarnya untuk mencegah bayi menelan terlalu banyak udara sewaktu minum. Usahakan supaya bayi bersendawa dengan baik setiap habis minum. Hindarkan jangan sampai bayi terlalu lapar atau haus. Bila bayi Anda minum susu formula mintalah petunjuk ahli kesehatan apakah mengganti dengan formula bebas susu atau formula bebas laktosa untuk mengatasi kolik.
Yang dapat Anda lakukan.....
>> Terus menghibur bayi Anda, dengan berdekatan dengan bayi dan kontak tubuh dapat menghiburnya.
>> Membungkus bayi dengan selimut agar dia merasa nyaman dan aman, dengan memberikan dot mungkin membuatnya lebih nyaman, maupun dengan pelukan yang erat.
>> Mengusahakan agar bayi bersendawa untuk mengeluarkan angin.
>> Membuat gerakan dengan diayun-ayun, diputarkan kaset bunyi rahim atau pun bunyi ritmis dengan bantuan alat atau mainan bayi.
>> Menelungkupkan bayi melintang di pangkuan Anda sambil menggosok-gosok punggungnya.
Senin, 19 Juli 2010
What is a name?
Apa arti sebuah nama?.
Dalam beberapa referensi kata 'nama' memiliki beberapa makna diantaranya untuk menyebut atau memanggil, gelar/sebutan, kemasyuran atau kehormatan
.
Nama sangat penting artinya.....nama bisa menunjukan identitas seseorang karena dengan nama kita bisa mengetahui jenis kelamin, kebangsaan, dan agama. Sering kita dengar, apabila kita berkenalan dengan seseorang pertanyaan yang pertama kalinya muncul adalah "siapa namamu?". Sehingga terasa sangat aneh jika kita berkenalan tanpa nama.
Coba saja kita pikirkan kalo saja dunia tanpa nama....apa jadinya???. Tentu akan kacau, kita akan kesulitan untuk memanggil seseorang, mungkin saja bahasa isyarat atau simbol. Meskipun bisa.....yang pasti, komunikasi diantara kita akan sangat terhambat
.
Bila ditinjau dari sisi manapun, nama sangat penting. Saking pentingnya nama, maka bayi yang baru lahirpun seyogyanya wajib untuk diberi nama. Sebab, nama itu ibarat tanda bagi seseorang. Ia memberikan identitas dan berperan ikut membentuk citra seseorang. Maka berilah nama anak anda dengan nama yang baik.....karena, hal itu akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan jiwa anak.
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Secara tradisional usia kehamilan sering dinyatakan dalam bulan. Untuk mengkonversinya ke dalam hitungan minggu, tentu sangat mudah. Satu b...
-
Sebenarnya perkembangan bayi akan sangat dipengaruhi rangsangan atau stimulasi yang kita berikan. Stimulasi itu dapat berupa aktivitas yang ...
-
Penyakit ini bukanlah penyakit yang asing di telinga kita, karena cukup banyak anak di Indonesia yang terjangkit penyakit ini. Bahkan diperk...
-
Biang keringat atau ruam panas pada bayi meruakan bintik-bintik kecil yang dapat muncul di seluruh bagian tubuh bayi, biasanya timbul pada c...
-
Kehamilan sungsang atau posisi sungsang adalah posisi dimana bayi di dalam rahim berada dengan kepala di atas sehingga pada saat persali...
-
Impetigo merupakanh infeksi kulit yang mudah untuk menjalar/menular. Kebanyakan impetigo menyerang bayi dan anak-anak, yang ditandai dengan ...
-
Perawatan dan pengobatan demam tifoid ( Typhoid fever ) adalah dengan meniadakan serangan kuman mempercepat pembasmian kuman, memperpendek ...
-
Yaitu adanya cairan yang keluar di sekitar tali pusat bayi. Tetapi merupakan hal yang normal apabila pendarahan yang terjadi disekitar tali ...
-
Diare merupakan penyakit dimana penderita mengalami perangsangan buang air besar dan terus-menerus dimana tinja atau feses sangat lunak dan ...
-
Radang otak atau sering dikenal dengan meningitis merupakan peradangan di selaput-selaput otak yang disebut meningen, yang mengelilingi otak...










