Rabu, 18 Agustus 2010

Cacingan Dapat Menurunkan Fungsi Kongnitif Pada Anak

Penyakit cacingan pada anak memang bukanlah penyakit yang berbahaya bagi anak hingga seringkali diabaikan aleh para orang tua. Sehingga sering kali terjadi keterlambatan dalam hal pengobatan dan baru disadari ketika penyakit ni sudah terlanjur parah. Hal ini diperparah dengan jumlah penderita cacingan yang semakin meningkat. Suatu hal yang penting adalah bahwa infeksi suatu jenis jenis cacing tertentu ternyata dapat mengurangi kecerdasan anak.

Cacingan berawal dari masuknya telur cacing ke perut hingga berkembang menjadi larva dan cacing dewasa. Cacing dewasa bertelur dalam perut. Selanjutnya, telur-telur yang tidak kasatmata itu keluar bersama feses dan berpotensi mengontaminasi tanah, tangan, maupun makanan hingga menular pada anak lain. Karena penularan cacing terutama terjadi melalui makanan yang terkontaminasi oleh tangan yang kotor atau dari tanah, perilaku hidup bersih memegang peran penting dalam pencegahan penularan cacingan. Biasakan anak mencuci tangan dengan sabun secara teratur untuk mencegah cacingan.

Penyakit cacingan kerap kali disepelekan. Padahal, penyakit yang kerap menyerang anak-anak ini bisa berakibat serius. Cacing dalam perut menyerap darah dan sari-sari makanan dari tubuh, menyebabkan kurang gizi dan anemia sehingga menghambat perkembangan IQ anak.

Lebih lanjut keganasan cacing parasit dalam perut, dimana satu cacing dalam satu hari untuk satu penderita. Ca cing gelang misalnya, dapat menghisap 0,14 gram karbohidrat dan 0,035 gram protein, cacing cambuk 0,005 ml darah, dan cacing tambang 0,2 ml darah.

Akibat cacingan.....

Kadang-kadang infeksi sulit terdeteksi di awal serangan, hal ini berakibat ketidaktahuaan orang tua bahwa anaknya telah terinfeksi menahun. Tentu saja, hal ini sangat berbahaya bagi anak karena bila tidak segera diketahui maupun ditangani dengan baik anak akan mengalami kesehatan yang serius.

* Penurunan fungsi kongnitif (kecerdasan)

Penurunan kecerdasan ini diduga juga secara langsung diakibatkan dilepaskannya zat yang disebut sitokin sebagai akibat peradangan usus dan juga zat yang dilepaskan oleh cacing. Misalnya infeksi dari cacing cambuk (Trichuris trichiura), cacing ini dapat menembus masuk ke dalam selaput lendir, usus besar, dan menghisap darah. Cacing cambuk merupakan jenis cacing yang sulit untuk dibasmi dibanding engan jenis cacing lainnya. Jenis cacing yang paling sering ditemui adalah cacing kremi (Ascaris fermicularis), cacing tambang (Necator americanus), dan cacing gelang (Ascaris lumbricoides).

* Kurang darah (anemia)

Akibat yang paling sering dialami oleh anak yang mengalami cacingan adalah terjadinya anemia. Dimana anak akan nampak pucat, lesu, lemas, tidak bergairah, kurang tenaga, dan kurang nafsu makan. Pada jangka panjang anak yang terinfeksi akan terpengaruh kecerdasannya, yang berakibat menurunnya prestasi belajar dan daya ingat serta konsentrasinya.

* Diare menahun ( dengan atau tanpa tinja berdarah).

* Gatal-gatal di sekitar anus dan biduran.

* Radang paru-paru (sindroma loeffler).

* Malnutrisi (kurang gizi)

* Gangguan pertumbuhan.

* Radang usus buntu, penyumbatan usus dan nyeri perut.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar