Rabu, 29 September 2010

Cairan Pereda Tingkat Depresi Pada Perempuan

Dalam mendidik dan membesarkan anak maupun mengurus pekerjaan rumah tangga, tentu saja perempuan mempunyai beban yang lebih dari pada suaminya. Kadang kala hal ini akan membuat kaum hawa menganggap beban dari pada tanggung jawab, sehingga banyak sekali yang mengalami depresi. Istilah ini sering digunakan untuk mengungkapkan perasaan sedih, murung, kesal, tidak bahgia dan menderita. Jika tidak ditanggani lebih jauh hal ini dapat saja berdampak pada perubahan yang lebih buruk.

Ternyata untuk mencegah dan meredakan depresi pada perempuan, tidak selalu dengan biaya yang mahal. Apalagi bagi mereka yang telah bersuami, karena sejumlah hormon yang terkandung dalam cairan sperma ternyata bisa meredakan tingkat depresi pada perempuan. Dalam sebuah penelitian oleh para ilmuwan dari State University of New York, mereka berpendapat bahwa hormon sperma yang terserap ke dalam vagina mampu memperbaiki mood pada perempuan.

“Saya ingin menjelaskan bahwa kami tidak menganjurkan orang menjauhkan diri dari penggunaan kondom,” ujar Gordon Gallup, psikolog di University of New York, yang memimpin penelitian, seperti dilansir dari Newscientist.

Menurutnya, jelas kehamilan yang tidak diinginkan atau penyakit menular seksual akan lebih besar dampaknya dari pada mengimbangi efek psikologis yang menguntungkan dari sperma.

Penelitian dilakukan dengan cara mengamati keadaan mood 300 perempuan dengan menggunakan kuesioner. Ditemukan bahwa perempuan dengan partner seks yang tidak pernah memakai kondom memiliki tingkat depresi yang cukup rendah dibanding yang sering memakai kondom.

Tingkat depresi tertinggi dimiliki oleh golongan perempuan yang tidak pernah melakukan hubungan seks. Para peneliti tersebut juga melakukan pengamatan pada faktor kontrasepsi, seringnya berhubungan seks dan type kepribadian tiap individu.

Ternyata semua itu faktor itu tidak berhubungan dengan mood seorang perempuan. Belakangan diketahui bahwa ada sejenis hormon-hormon yang terkandung dalam cairan sperma yang mampu menjadi penyebab hilangnya depresi pada perempuan. Hal ini tidak terlalu mengejutkan, karena air mani mengandung beberapa hormon yang mengubah suasana hati, seperti testosteron, estrogen, hormon perangsang folikel, hormon luteinizing, prolaktin dan beberapa prostaglandin yang berbeda. Beberapa telah terdeteksi dalam darah wanita sejam setelah terkena air mani. Penemuan ini diikuti studi lanjutan yang lain.



Informasi ini tentu saja sangat menggembirakan sekaligus sangat menyedihkan. Menggembirakan karena pereda depresi pada perempuan hanya 'sekedar' berhubungan seks tanpa kondom. Bisa menyedihkan apabila 'partner seks' perempuan tersebut bukanlah suami yang sah yang halal untuk diajak berhubungan. Jika ada perempuan berzina dan tidak memakai kondom, kemudian dia juga takut dosa, tentunya ada perasaan gelisah yang mendorongnya untuk bertobat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar