Kamis, 22 Juli 2010

Imunisasi (anak/bayi sedang sakit atau dalam pengobatan)

Bayi/anak sedang pilek batuk bolehkah diimunisasi ?

Boleh. Batuk pilek ringan tanpa demam boleh diimunisasi, kecuali bila
bayi sangat rewel, imunisasi dapat ditunda 1 - 2 minggu kemudian.

Jika sedang minum antibiotik bolehkah diimunisasi ?

Boleh, karena antibiotik tidak mengganggu potensi vaksin. Yang
harus dipertimbangkan adalah penyakit dan keadaan bayi/anak
sesuai pedoman umum vaksinasi.

Jika sedang minum obat lain apakah boleh diimunisasi ?

Apabila anak sedang minum obat prednison 2 mg/kgbb/
hari, dianjurkan menunda imunisasi 1 bulan setelah selesai
pengobatan.

Jika sering menggunakan steroid inhalasi bolehkah diimunisasi ?

Boleh, karena steroid inhalasi tidak menekan sistem imun, asalkan
digunakan sesuai dosis yang dianjurkan.

Penderita epilepsi bolehkan diimunisasi ?

Kelainan neurologik yang stabil dan riwayat kejang atau epilepsi
di dalam keluarga bukanlah indikasi kontra untuk memberikan
vaksinasi DPT. Orangtua atau pengasuh harus diingatkan bahwa
sesudah vaksinasi dapat timbul demam, oleh karena itu dianjurkan
untuk segera memberikan obat penurun panas. Harus diingatkan
pula bahwa demam pasca vaksinasi campak baru timbul 5 - 10 hari
setelah imunisasi.

Penderita alergi bolehkah diimunisasi ?

Pasien asma, eksim dan pilek alergi boleh diimunisasi, tetapi kita
harus sangat berhati-hati jika anak alergi berat terhadap telur.
Jika ada riwayat reaksi anafilaktik terhadap telur (urtikaria luas,
pembengkakan mulut atau tenggorok, kesulitan bernapas, mengi,
penurunan tekanan darah atau syok) merupakan indikasi kontra
untuk vaksin influenza, demam kuning dan demam Q. Sedangkan
untuk vaksin MMR karena kejadian reaksi anafilaktik sangat jarang,
masih boleh diberikan dengan pengawasan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar