Senin, 30 Agustus 2010

Mengenali Masa Peka Belajar Anak

Dalam dunia perkembangan anak, akan tiba suatu masa dimana anak-anak menjadi tertarik untuk mempelajari sesuatu seperti halnya yang dilakukan orang dewasa, yang mereka belum bisa. Pada saat itu, anak menjadi lebih mudah untuk diberikan pengertian, mudah menerima informasi yang diberikan kepadanya, mereka pun akan sangat bersemangat untuk mengetahui segala sesuatu. Disiplin yang diajarkan pun lebih mudah untuk diikutinya karena anak memang sedang membutuhkannya. Anak akan dengan senang hati menerima dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan, jadi tidak perlu memerintah atau memaksanya. Inilah yang disebut anak telah memasuki 'masa peka belajar'.

Dalam masa ini, anak sangat tepat sekali apabila diberikan pengajaran akan tugas-tugas yang harus dipelajarinya. Hasilnya pun tentu akan sangat optimal. Anak tidak dapat dipaksa untuk belajar atau mengikuti kegiatan jika ia tidak ingin atau tidak siap melakukannya. Jika dipaksakan mungkin anak mau melakukannya, tetapi tidak akan mendapatkan hasil yang optimal.

Anak akan banyak belajar sesuatu jika mereka 'siap' untuk belajar. karena betapapun banyak rangsangan yang diterima anak, mereka tidak akan banyak belajar jika anak belum 'siap' untuk melakuknnya. Hal ini akan membuang-buang waktu dan tidak ada gunanya. Bahkan paksaan kepada anak yang belum 'siap' untuk belajar justru akan menimbulkan prilaku yang tidak diinginkan, misalkan anak akan belajar kebiasaan buruk dan ogok untuk belajar.

Sebaliknya, jika anak telah memasuki masa peka belajar namun tidak diizinkan atau tidak didorong untuk mengembangkannya, maka minat mereka akan hilang. Kemudian apabila orang tua memutuskan untuk mengajari hal-hal yang sama tersebut, mereka sudah tidak mau untuk berusaha.

Ada beberapa kriteria untuk mengetahui anak sedang dalam 'masa peka belajar', yautu sebagai berikut:

Tingginya minat untuk belajar, biasanya diketahui dari tingginya anak untuk ingin tau segala sesuatu. Anak juga akan mempunyai keinginan yang kuat untuk mencoba dan belajar sendiri.

Minat yang bertahan,terkadang minat anak untuk belajar timbuldari prilaku meniru saudara atau temannya. Namun apabila minat tersebut tetap atau bertahan hingga beberapa waktu lamanya meskipun menghadapi hambatan atau kesulitan, hal ini merupakan petunjuk bahwa anak sedang memasuki 'masa peka belajar'.

Kemajuan, dengan berlatih anak pada masa ini akan menunjukan kemajuan walaupun sedikit dan berangsur-angsur

Kapan usia tepat anak mengalami 'masa peka belajar' tidak dapat ditentukan dengan pasti, akan tetapi banyak usaha yang dilakukan untuk merangsangnya. Namun perlu diingat, pemberian rangsangan tersebut tidak dalam kondisi tekanan atau paksaan. biarkan anak menyesuaikan sendiri. Rangsangan tersebut dapat berupa, antara lain:

a. Membiasakan membacakan kisah saat anak belum bisa membaca dan mengajaknya berdialog tentang kisah tersebut.

b. Menyediakan buku-buku yang menarik, terutama yang dapat menumbuhkan rasa ingin tau anak sehingga tumbuh kecintaan anak terhadap ilmu melalui buku.

c. Menyediakan perpustakaan mini dan sederhana di sudut kamar anak, agar anak tahu kecintaan terhadap buku diperhatikan oleh orang tua.

d. Memanfaatkan fasilitas lain seperti alat permainan edukatif, media audiofisual maupun komputer. Pilihlah permainan yang melatih konsentrasi, daya ingat dan pendengaran, dan melatih motorik halus sehingga otak anak terlatih untuk bekerja.

e. Memberikan motifasi dan pengertian kepada anak pada saat bermain maupun santai, tentang pentingnya belajar ilmu pengetahuan.

f. Mengkondisikan keluarga, semakin banyak orang atau anggota keluarga yang memotifasi akan semakin merangsang keinginannya untuk berkembang.


0 Komentar telah masuk:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kenangan Terindah Dari Anakku (RafifSafaAlzena)