Sakit tenggorokan (Pharyngitis) merupakan peradangan akut yang terjadi pada membran selaput lendir di bagian bawah ujung tenggorokan, kemungkinan juga terjadi peradangan bagian amandel dan langit-langit mulut yang lunak. Indikasi utama pada sakit tenggorokan adalah rasa sakit ketika sedang menelan dan kadang-kadang seperti rasa panas terbakar di tenggorokan. Biasanya sakit tenggorokan timbul bersama batuk maupun pilek dan akan sembuh dalam beberapa hari.
Gejala pada anak
O Anak tidak mau makan.
O Anak akan menangis ketika disusui
O Anak mengalami demam.
O Anak suka menarik-narik telinga.
O Tenggorokan memerah.
O Pada tenggorokan timbul bintik-bintik putih atau kuning.
Penyebab Sakit Tenggorokan
O Virus, virus-virus pada umumnya bahkan virus yang menyebabkan mononucleosis (mono) dan flu, dapat menyebabkan sakit tenggorokan. Beberapa virus-virus dapat juga menghasilkan blisters(gelembung-gelembung) dalam mulut dan tenggorokan (aphthous stomatitis).
O Bakteri, dua bakteri-bakteri yang paling umum yang menyebabkan sakit tenggorokan adalah Streptococcus (yang menyebabkan strep throat atau sakit tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri stretokokus) dan Arcanobacterium haemolyticum. Arcanobacterium menyebabkan luka-luka tenggorokan terutama pada dewasa-dewasa muda dan adakalanya berhubungan dengan ruam merah yang halus.
O Bernapas melalui mulut, dapat menghasilkan kekeringan dan luka-luka tenggorokan.
O Sinus drainage, sinus drainage(post nasal drip) mungkin menyebabkan sakit tenggorokan.
O Antibiotik, sakit tenggorokan dapat juga timbul setelah perawatan dengan antibiotik-antibiotik, kemoterapi, atau obat-obat lain yang mengkompromikan imun mungkin disebabkan oleh Candida, umumnya dikenal sebagai "thrush".
Sakit tenggorokan yang berlangsung lebih dari dua minggu dapat menjadi tanda dari penyakit yang serius, seperti kanker tenggorokan atau AIDS.
Pemberian antibiotik
Bila sakit tenggorokan, penyebabnya adalah virus, maka antibiotika tidak diperlukan dan tidak akan menyembuhkan. Sebaliknya, pemberian antibiotika dapat menimbulkan resistensi atau kekebalan kuman terhadap antibiotika. Saat kuman telah kebal terhadap antibiotika tersebut, bila antibiotika kita gunakan, akan tidak ampuh lagi dalam membunuh kuman. Akibatnya, penyakit yang diderita tidak akan sembuh. Di pihak lain, bila penyebabnya adalah kuman streptokokus dan tidak mendapat antibiotika yang memadai maka penyakit akan bertambah parah dan kuman dapat menyerang katup jantung sehingga menimbulkan penyakit Demam Rhematik.
Panduan baru dari dokter di Amerika untuk mengatasi hal ini adalah, bila sakit tenggorokan ini tidak berat, disertai dengan pilek, batuk dan mungkin nyeri otot, tapi tidak ada demam, cobalah untuk menunggu beberapa hari untuk melihat apakah gejalanya terlihat membaik. Sementara itu cobalah untuk istirahat, dan mengkonsumsi makanan bergizi.
Bila gejala membaik, kemungkinan besar penyebabnya adalah virus yang tidak memerlukan pengobatan antibiotika. Tapi bila gejala bertambah buruk, segeralah ke dokter. Dan bila anda mendapat resep antibiotika, belilah seluruhnya dan minum secara teratur hingga seluruh jumlah antibiotika yang diresepkan habis. Ini untuk mencegah anda kebal bila diobati antibiotika nantinya. nantinya.
Pemberian madu
Studi terbaru menunjukkan bahwa madu juga bisa meringankan sakit tenggorokan dan batuk. Hal ini berdasarkan studi yang dilakukan oleh University of Texas Health Science Center diketahui bahwa madu kaya akan gula, sehingga bisa membantu menciptakan lingkungan yang membuat bakteri tidak dapat bertahan hidup.
Anak-anak yang menerima dosis kecil madu sebelum tidur akan memiliki kualitas tidur yang lebih baik dan mengurangi frekuensi batuknya. Kondisi ini lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang diberikan obat. Kelompok anak yang diberikan sirup obat rasa madu, kelompok anak yang diberikan madu dan kelompok anak yang tidak diberikan apa-apa. Didapatkan anak yang diberikan madu merasakan pengurangan gejala dan tidurnya menjadi lebih baik.baik.
Merekomendasikan madu sebagai obat memiliki beberapa kelebihan, diantaranya lebih aman untuk digunakan dibanding obat yang mengandung bahan kimia, serta termasuk obat tardisional yang sudah umum di masyarakat. Untuk itu minum teh atau air jeruk nipis hangat yang dicampurkan dengan madu bisa menjadi cara yang efektif untuk mengurangi sakit tenggorokan serta menekan batuk, sehingga seseorang bisa mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik. Sebaiknya orangtua tidak memberikan madu pada anak yang berusia di bawah 1 tahun karena berisiko mengalami botulisme pada bayi. Botulisme adalah salah satu jenis keracunan makanan yang dapat menyebabkan kematian.kematian.
Penanganan yang dapat Anda lakukan di rumah
O Berikan makanan yang lunak dan minum lebih banyak. Makanan dingin dapat membantu memberikan rasa nyaman di tenggorokan. Minuman bersoda dan jus jeruk malahan dapat memperparah penyakit.
O Berikan Tylenol untuk mengurangi rasa sakit atau demam, berikan sesuai dengan petunjuk pemakaian.
O Anak berusia lebih dari 8 tahun dapat berkumur dengan obat kumur.
O Segera hubungi dokter jika:
1. Timbul bintik-bintik putih atau kuning di tenggorokan anak.
2. Anak tidak dapat membuka mulutnya dengan lebar.
3. Anak mengeluarkan air liur dan kesulitan untuk menelan.
4. Anak kesulitan bernafas.
5. Anak tida mau minum atupun makan.
6. Anak tidak buang air kecil selama 8 jam.
7. Timbul ruam pada anak.
Pengobatan secara alami
O Berkumur dengan jus lidah buaya dua kali sehari.
O Berkumur dengan campuran setengah sendok teh klorofil yang dicampur dengan setengah cangkir air, berkumur sebanyak 3 kali sehari.
O Campurkan satu sendok teh sari cuka apel, satu sendok teh lada cayenne dan 3 sendok makan madu yang dicampurkan dalam segelas air hangat, berkumurlah sesuai dengan kebutuhan.
O Buat teh chamomile yang ditambahkan dengan 1 sampai 2 sendok teh bubuk chamomile yang dikeringkan dalam air panas, minum setiap beberapa jam sekali.
O Iris jahe seperti koin dan letakkan dalam teko kecil, lalu seduh dengan air panas seperti membuat teh hingga warnanya coklat kekuning-kuningan. Tambahkan 3 sendok makan madu untuk membuat rasa menjadi manis, lalu minum secara perlahan-lahan.
O Teteskan 5 tetes ekstrak biji buah anggur yang dicampurkan dengan air lalu kumur secara perlahan-lahan. Ekstrak ini berguna sebagai antimikroba dan membunuh bakteri.
O Campurkan seperempat sari cuka apel ditambahkan seperempat madu, lalu minum setiap 4 jam sekali untuk mengurangi rasa sakit.
O Campurkan madu dengan jus lemon dalam satu sendok makan, lalu berkumur dan biarkan berada di tenggorokan beberapa saat. Ini berguna untuk membantu mengurangi iritasi, lakukan beberapa kali dalam sehari.
O Buat campuran jus lemon dengan satu sendok teh garam dalam secangkir air hangat, berkumurlah 3 kali sehari selama 1 menit.
O Campurkan segelas air hangat dengan satu sendok teh garam, lalu berkumurlah beberapa kali dalam sehari.
Dengan melakukan pengobatan secara alami, maka dapat mengurangi memasukkan zat-zat kimia yang terdapat dalam antibiotik ke dalam tubuh serta mengurangi efek samping yang bisa ditimbulkan. Dengan kata lain, akan lebih aman bagi tubuh kita.
Artikel Yang Berkaitan
1. Menangani Si Kecil Yang Terkena Eksem.
2. Bila Anak Anda Batuk.
3. Flu dan Pilek Pada Anak.
4. Penanganan Terhadap Anak Yang Terjangkit Impetigo.
5. Biang Keringat (Ruam Panas) Pada Anak.
6. Menangani Si Kecil Yang Terserang Diare.
7. Jika Perut Anak Kembung.
8. Bila Anak erkena Cacar Air.
9. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
10. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
11. Pendarahan Pada Tali Pusat.
12. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
13. Jerawat Pada Bayi.
14. Jika Anak Mengalami Kejang.
15. Demam Pada Anak.
16. Terapi Untuk Anak Autis.
17. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
18. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
19. Radang Telinga Pada Anak.
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Anak. Tampilkan semua postingan
Jumat, 07 Januari 2011
Sakit Tenggorokan (Pharyngitis) Pada Anak
Minggu, 02 Januari 2011
Menangani Si Kecil Yang Terkena Eksem (Dermatitis Atopik)
Eksem (dermatitis atopik) ditunjukan dengan kulit kering dan gatal dan biasanya menurun di dalam keluarga. Keadaan memburuk ketika terjadi pada bayi dan anak-anak. Ruam kulit ini paling sering timbul antara usia 2 bulan hingga 2 tahun. Eksem biasanya muncul di kening, pipi atau kulit kepala bayi, meskipun dapat menyebar ke lengan, kaki, dada dan bagian tubuh lainnya. Ruam bayi Anda mungkin kelihatan kering, menebal, bersisik, atau mungkin berupa tonjolan merah kecil yang dapat melepuh, mengeluarkan cairan, atau menjadi infeksi jika digaruk. Dan karena ini sangat gatal, menggaruk dapat menimbulkan masalah. Eksem akan sembuh ketika anak beranjak besar.
Gejala
O Kulit merah dan kering di pipi, belakang telinga, pada lipatan siku sebelah dalam, dan lipatan lutut.
O Pada kulit terasa ada tonjolan.
O Kulit mungkin mengeluarkan cairan dan mengerak.
Penanganan yang dapat dilakukan
O Jangan lakukan sesuatu yang membuat kulit menjadi kering, seperti memandikan anak dengan air hangat dalam waktu yang cukup lama. Mandikan anak sebentar saja dengan air dingin tidak lebih dari 5 menit. Sabun dapat menyebabkan kulit menjadi kering, gunakan sedikit saja dan pilih sabun yang ringan.
O Tepuk-tepuk kulit yang kering setelah mandi, jangan digosok dengan handuk.
O Oleskan Crisco ketika kulit masih lembab, lakukan 3-4 kali sehari.
O Jangan menyentuh atau mendekati sesuatu yang menyebabkan gatal menjadi semakin parah. Kenakan pakaian lembut berbahan katun, jangan kenakan pakaian berbahan wol atau pakaian ketat seperti spandek.
O Serbuk sari, debu tungau dan bulu binatang dapat memicu atau memperburuk eksem. Anda mungkin dapat berkonsultasi dengan ahli alergi, yang dapat memberikan kiat menurunkan alergen di rumah. Kiat ini termasuk cara menyedot dan membersihkan debu yang lebih efisien, menggunakan penyaring udara dan kemungkinan menyingkirkan karpet dan mebel dengan bantalan.
O Jaga agar anak Anda tidak menggaruk, rawat kuku agar tetap pendek dan bersih.
O Jiko dokter merekomendasikan obet berbentuk krim, gunakan sesuai perintah dokter, dan jangan hentikan penggunaan minyak bayi.
O Berikan Benadryl di malam hari untuk menghentikan rasa gatal. Baca petunjuk pemakaian untuk mengetahui dosis yang tepat.
O Segera hubungi dokter jika:
1. Ruam di kulit menunjukan tanda-tanda infeksi seperti kulit kemerahan, nanah yang keluar dari dalam kulit, dan rasa panas.
2. Anak mengalami demam.
3. Anak tidak dapat tidur karena rasa gatal.
4. Anak tampak sakit.
Artikel Yang Berkaitan
1. Bila Anak Anda Batuk.
2. Flu dan Pilek Pada Anak.
3. Penanganan Terhadap Anak Yang Terjangkit Impetigo.
4. Biang Keringat (Ruam Panas) Pada Anak.
5. Menangani Si Kecil Yang Terserang Diare.
6. Jika Perut Anak Kembung.
7. Bila Anak erkena Cacar Air.
8. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
9. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
10. Pendarahan Pada Tali Pusat.
11. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
12. Jerawat Pada Bayi.
13. Jika Anak Mengalami Kejang.
14. Demam Pada Anak.
15. Terapi Untuk Anak Autis.
16. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
17. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
18. Radang Telinga Pada Anak.
Gejala
O Kulit merah dan kering di pipi, belakang telinga, pada lipatan siku sebelah dalam, dan lipatan lutut.
O Pada kulit terasa ada tonjolan.
O Kulit mungkin mengeluarkan cairan dan mengerak.
Penanganan yang dapat dilakukan
O Jangan lakukan sesuatu yang membuat kulit menjadi kering, seperti memandikan anak dengan air hangat dalam waktu yang cukup lama. Mandikan anak sebentar saja dengan air dingin tidak lebih dari 5 menit. Sabun dapat menyebabkan kulit menjadi kering, gunakan sedikit saja dan pilih sabun yang ringan.
O Tepuk-tepuk kulit yang kering setelah mandi, jangan digosok dengan handuk.
O Oleskan Crisco ketika kulit masih lembab, lakukan 3-4 kali sehari.
O Jangan menyentuh atau mendekati sesuatu yang menyebabkan gatal menjadi semakin parah. Kenakan pakaian lembut berbahan katun, jangan kenakan pakaian berbahan wol atau pakaian ketat seperti spandek.
O Serbuk sari, debu tungau dan bulu binatang dapat memicu atau memperburuk eksem. Anda mungkin dapat berkonsultasi dengan ahli alergi, yang dapat memberikan kiat menurunkan alergen di rumah. Kiat ini termasuk cara menyedot dan membersihkan debu yang lebih efisien, menggunakan penyaring udara dan kemungkinan menyingkirkan karpet dan mebel dengan bantalan.
O Jaga agar anak Anda tidak menggaruk, rawat kuku agar tetap pendek dan bersih.
O Jiko dokter merekomendasikan obet berbentuk krim, gunakan sesuai perintah dokter, dan jangan hentikan penggunaan minyak bayi.
O Berikan Benadryl di malam hari untuk menghentikan rasa gatal. Baca petunjuk pemakaian untuk mengetahui dosis yang tepat.
O Segera hubungi dokter jika:
1. Ruam di kulit menunjukan tanda-tanda infeksi seperti kulit kemerahan, nanah yang keluar dari dalam kulit, dan rasa panas.
2. Anak mengalami demam.
3. Anak tidak dapat tidur karena rasa gatal.
4. Anak tampak sakit.
Artikel Yang Berkaitan
1. Bila Anak Anda Batuk.
2. Flu dan Pilek Pada Anak.
3. Penanganan Terhadap Anak Yang Terjangkit Impetigo.
4. Biang Keringat (Ruam Panas) Pada Anak.
5. Menangani Si Kecil Yang Terserang Diare.
6. Jika Perut Anak Kembung.
7. Bila Anak erkena Cacar Air.
8. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
9. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
10. Pendarahan Pada Tali Pusat.
11. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
12. Jerawat Pada Bayi.
13. Jika Anak Mengalami Kejang.
14. Demam Pada Anak.
15. Terapi Untuk Anak Autis.
16. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
17. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
18. Radang Telinga Pada Anak.
Sabtu, 01 Januari 2011
Bila Anak Anda Batuk
Batuk merupakan cara tubuh membersihkan tenggorokan, jalan udara, dan paru-paru. Batuk bukanlah penyakit, tetapi batuk dapat sebagai tanda adanya penyakit atau gejala umum pada penyakit. Walaupun dapat menimbulkan suara yang tidak enak, kadang batuk bukanlah gejala dari kondisi yang serius.
Gejala
O. Anak Anda ketika batuk mengeluarkan dahak berwarna bening, putih, kuning, hijau, atau coklat.
O. Anak susah tidur karena batuk.
O. Anak batuk terus menerus (batuk rejan).
O. Anak kesulitan bernafas ketika batuk.
O. Anak menderita demam.
O. Anak menderita hidung meler.
Jenis batuk pada anak
O. Barky (Cough)
Batuk seperti menyalak (barky = menyalak) umumnya disebabkan inflamasi atau pembengkakkan pada saluran napas atas.
Kebanyakan batuk ini disebabkan oleh croup, yakni inflamasi pada laring (pangkal tenggorok) dan trakea (batang tenggorok). Croup dapat disebabkan oleh alergi, perubahan suhu pada malam hari, dan yang umum adalah infeksi saluran napas atas. Ketika saluran napas anak mengalami inflamasi, akan terjadi pembengkakkan dekat atau di bawah pita suara, membuat anak sulit bernapas. Anak di bawah usia 3 tahun cenderung terserang croup karena batang tenggoroknya sempit. Croup dapat terjadi tiba-tiba, di tengah malam saat anak tidur. Sering disertai suara keras ketika anak menarik napas.
O. Batuk rejan
Batuk rejan (whooping cough) merupakan nama lain penyakit pertusis, yakni infeksi saluran napas disebabkan bakteri bordetella pertussis.
Penyakit ini ditandai dengan batuk yang diakhiri dengan suara keras saat anak menarik napas. Gejala lain pertusis termasuk hidung berair, bersin, batuk dan sedikit demam.
Walaupun pertusis dapat terjadi pada semua usia, umumnya terjadi pada balita di bawah usia 1 tahun yang tidak diimunisasi. Vaksin pertusis yang merupakan bagian dari imunisasi DPT (Difteri, Tetanus, Pertusis) rutin diberikan dalam 5 dosis sebelum anak berusia 6 tahun. Penting untuk mengikuti jadwal imunisasi yang disarankan oleh dokter.
Pertusis sangat menular. Bakteri dapat menyebar antar manusia di udara melalui percikan cairan dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi, yang dapat keluar karena bersin, batuk atau tertawa. Orang lain dapat juga terinfeksi karena menghirup percikan atau menyentuh mulut atau hidung yang terkena percikan.
O. Batuk Disertai Napas Berbunyi
Batuk disertai dengan napas berbunyi saat anak menghembuskan napas merupakan tanda saluran napas bagian bawah mengalami inflamasi. Ada juga kemungkinan, pada anak yang masih kecil, saluran napas bagian bawah terhalang oleh benda asing atau lendir karena infeksi pernapasan.
O. Batuk di Malam Hari
Banyak batuk bertambah buruk di malam hari karena penyumbatan dalam hidung dan sinus mengalir sepanjang tenggorok dan menyebabkan iritasi ketika anak berbaring. Ini menjadi masalah jika anak anda menjadi sulit untuk tidur. Asma juga dapat memicu batuk di malam hari karena saluran napas cenderung menjadi sensitif dan mudah teriritasi pada malam hari.
O. Batuk di Siang Hari
Alergi, asma, dingin, dan infeksi pernapasan dituding sebagai penyebab batuk di siang hari. Udara dingin dan aktivitas yang berat dapat memperparah batuk ini, namun biasanya akan mereda di malam hari ketika anak beristirahat. Perlu untuk meyakinkan di rumah anda tidak ada satu pun yang membuat anak anda batuk seperti pengharum ruangan, binatang peliharaan, dan asap (terutama asap tembakau)
O. Batuk Disertai Demam
Jika anak anda batuk, sedikit demam, dan hidung berair, kemungkinan dia terkena flu. Namun batuk disertai demam 102° Fahrenheit (39° Celsius) atau lebih tinggi dapat berarti pneumonia, terutama jika anak terlihat lesu dan bernapas dengan cepat. Pada keadaan ini, segera hubungi dokter anak anda.
O. Batuk Disertai Muntah
Umumnya anak batuk karena dipicu oleh refleks penyumbatan. Ini bukan hal yang berbahaya, kecuali jika terjadi muntah. Anak yang menderita batuk disertai flu atau asma dapat muntah jika terlalu banyak lendir mengalir ke dalam perut dan menyebabkan mual.
O. Batuk Persisten
Batuk yang disebabkan flu dapat hilang dalam seminggu, kecuali anak anda mengalami flu lagi setelahnya. Asma, alergi, atau infeksi kronis pada sinus atau saluran napas mungkin berperan pada batuk yang menetap (persisten). Jika batuk terjadi selama 3 minggu, segera hubungi dokter anak anda.
Penanganan yang dapat Anda lakukan
O. Berikan anak minum yang cukup. Air jeruk nipis hangat dan jus apel baik untuk anak.
O. Udara yang kering dapat memperparah batuk anak. Anda dapat mengalirkan uap dingin atau hangat ke kamar anak Anda di malam hari. Anda dapat menggunakan uap dari pancuran air.
O. Asap di udara dapat menyebabkan anak batuk. Jangan biarkan orang merokok di sekitar anak Anda.
O. Anda dapat memberikan madu untuk menenangkan madu untuk menenangkan batuk anak berusia lebih dari 1 tahun. Jangan berikan madu pada bayi yang berumur kurang dari 1 tahun.
O. Jika anak Anda mengalami kesulitan tidur karena batuk kering. Anda dapat memberikan obat yang di jual di toko obat seperti Robitussin DM. Tanyakan pada dokter atau apoteker untuk membantu Anda memilih obat yang benar.
O. Jika anak Anda menderita batuk berdahak, janganberikan obat batuk yang dijual di toko, kecuali atas izin dokter. Batuk berdahak berarti bahwa anak Anda mengeluarkan dahak ketika batuk.
O. Segera hubungi dokter jika:
1. Bayi yang menderita batuk berusia kurang dari 3 bulan.
2. Anak Anda batuk darah.
3. Bibir anak Anda membiru ketika batuk.
4. Nafas cepat dan berat
5. Anak Anda tidak dapat bernafas.
6. Anak mengeluarkan suara seperti bersuit atau menyalak ketika batuk.
7. Anak Anda mengeluarkan dahak kental berwarna hijau atau coklat.
8. Anak Anda tidak berhenti batuk.
9. Anak merasa sakit di dada setelah batuk.
10. Anak menderita demam dan batuk lebih dari 3 hari.
11. Anak muntah ketika batuk.
12. Batuk tidak sembuh juga lebih dari 7 hari.
13. Anak tidak dapat tidur karena batuk.
Artikel Yang Berkaitan
1. Flu dan Pilek Pada Anak.
2. Penanganan Terhadap Anak Yang Terjangkit Impetigo.
3. Biang Keringat (Ruam Panas) Pada Anak.
4. Menangani Si Kecil Yang Terserang Diare.
5. Jika Perut Anak Kembung.
6. Bila Anak erkena Cacar Air.
7. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
8. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
9. Pendarahan Pada Tali Pusat.
10. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
11. Jerawat Pada Bayi.
12. Jika Anak Mengalami Kejang.
13. Demam Pada Anak.
14. Terapi Untuk Anak Autis.
15. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
16. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
17. Radang Telinga Pada Anak.
Gejala
O. Anak Anda ketika batuk mengeluarkan dahak berwarna bening, putih, kuning, hijau, atau coklat.
O. Anak susah tidur karena batuk.
O. Anak batuk terus menerus (batuk rejan).
O. Anak kesulitan bernafas ketika batuk.
O. Anak menderita demam.
O. Anak menderita hidung meler.
Jenis batuk pada anak
O. Barky (Cough)
Batuk seperti menyalak (barky = menyalak) umumnya disebabkan inflamasi atau pembengkakkan pada saluran napas atas.
Kebanyakan batuk ini disebabkan oleh croup, yakni inflamasi pada laring (pangkal tenggorok) dan trakea (batang tenggorok). Croup dapat disebabkan oleh alergi, perubahan suhu pada malam hari, dan yang umum adalah infeksi saluran napas atas. Ketika saluran napas anak mengalami inflamasi, akan terjadi pembengkakkan dekat atau di bawah pita suara, membuat anak sulit bernapas. Anak di bawah usia 3 tahun cenderung terserang croup karena batang tenggoroknya sempit. Croup dapat terjadi tiba-tiba, di tengah malam saat anak tidur. Sering disertai suara keras ketika anak menarik napas.
O. Batuk rejan
Batuk rejan (whooping cough) merupakan nama lain penyakit pertusis, yakni infeksi saluran napas disebabkan bakteri bordetella pertussis.
Penyakit ini ditandai dengan batuk yang diakhiri dengan suara keras saat anak menarik napas. Gejala lain pertusis termasuk hidung berair, bersin, batuk dan sedikit demam.
Walaupun pertusis dapat terjadi pada semua usia, umumnya terjadi pada balita di bawah usia 1 tahun yang tidak diimunisasi. Vaksin pertusis yang merupakan bagian dari imunisasi DPT (Difteri, Tetanus, Pertusis) rutin diberikan dalam 5 dosis sebelum anak berusia 6 tahun. Penting untuk mengikuti jadwal imunisasi yang disarankan oleh dokter.
Pertusis sangat menular. Bakteri dapat menyebar antar manusia di udara melalui percikan cairan dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi, yang dapat keluar karena bersin, batuk atau tertawa. Orang lain dapat juga terinfeksi karena menghirup percikan atau menyentuh mulut atau hidung yang terkena percikan.
O. Batuk Disertai Napas Berbunyi
Batuk disertai dengan napas berbunyi saat anak menghembuskan napas merupakan tanda saluran napas bagian bawah mengalami inflamasi. Ada juga kemungkinan, pada anak yang masih kecil, saluran napas bagian bawah terhalang oleh benda asing atau lendir karena infeksi pernapasan.
O. Batuk di Malam Hari
Banyak batuk bertambah buruk di malam hari karena penyumbatan dalam hidung dan sinus mengalir sepanjang tenggorok dan menyebabkan iritasi ketika anak berbaring. Ini menjadi masalah jika anak anda menjadi sulit untuk tidur. Asma juga dapat memicu batuk di malam hari karena saluran napas cenderung menjadi sensitif dan mudah teriritasi pada malam hari.
O. Batuk di Siang Hari
Alergi, asma, dingin, dan infeksi pernapasan dituding sebagai penyebab batuk di siang hari. Udara dingin dan aktivitas yang berat dapat memperparah batuk ini, namun biasanya akan mereda di malam hari ketika anak beristirahat. Perlu untuk meyakinkan di rumah anda tidak ada satu pun yang membuat anak anda batuk seperti pengharum ruangan, binatang peliharaan, dan asap (terutama asap tembakau)
O. Batuk Disertai Demam
Jika anak anda batuk, sedikit demam, dan hidung berair, kemungkinan dia terkena flu. Namun batuk disertai demam 102° Fahrenheit (39° Celsius) atau lebih tinggi dapat berarti pneumonia, terutama jika anak terlihat lesu dan bernapas dengan cepat. Pada keadaan ini, segera hubungi dokter anak anda.
O. Batuk Disertai Muntah
Umumnya anak batuk karena dipicu oleh refleks penyumbatan. Ini bukan hal yang berbahaya, kecuali jika terjadi muntah. Anak yang menderita batuk disertai flu atau asma dapat muntah jika terlalu banyak lendir mengalir ke dalam perut dan menyebabkan mual.
O. Batuk Persisten
Batuk yang disebabkan flu dapat hilang dalam seminggu, kecuali anak anda mengalami flu lagi setelahnya. Asma, alergi, atau infeksi kronis pada sinus atau saluran napas mungkin berperan pada batuk yang menetap (persisten). Jika batuk terjadi selama 3 minggu, segera hubungi dokter anak anda.
Penanganan yang dapat Anda lakukan
O. Berikan anak minum yang cukup. Air jeruk nipis hangat dan jus apel baik untuk anak.
O. Udara yang kering dapat memperparah batuk anak. Anda dapat mengalirkan uap dingin atau hangat ke kamar anak Anda di malam hari. Anda dapat menggunakan uap dari pancuran air.
O. Asap di udara dapat menyebabkan anak batuk. Jangan biarkan orang merokok di sekitar anak Anda.
O. Anda dapat memberikan madu untuk menenangkan madu untuk menenangkan batuk anak berusia lebih dari 1 tahun. Jangan berikan madu pada bayi yang berumur kurang dari 1 tahun.
O. Jika anak Anda mengalami kesulitan tidur karena batuk kering. Anda dapat memberikan obat yang di jual di toko obat seperti Robitussin DM. Tanyakan pada dokter atau apoteker untuk membantu Anda memilih obat yang benar.
O. Jika anak Anda menderita batuk berdahak, janganberikan obat batuk yang dijual di toko, kecuali atas izin dokter. Batuk berdahak berarti bahwa anak Anda mengeluarkan dahak ketika batuk.
O. Segera hubungi dokter jika:
1. Bayi yang menderita batuk berusia kurang dari 3 bulan.
2. Anak Anda batuk darah.
3. Bibir anak Anda membiru ketika batuk.
4. Nafas cepat dan berat
5. Anak Anda tidak dapat bernafas.
6. Anak mengeluarkan suara seperti bersuit atau menyalak ketika batuk.
7. Anak Anda mengeluarkan dahak kental berwarna hijau atau coklat.
8. Anak Anda tidak berhenti batuk.
9. Anak merasa sakit di dada setelah batuk.
10. Anak menderita demam dan batuk lebih dari 3 hari.
11. Anak muntah ketika batuk.
12. Batuk tidak sembuh juga lebih dari 7 hari.
13. Anak tidak dapat tidur karena batuk.
Artikel Yang Berkaitan
1. Flu dan Pilek Pada Anak.
2. Penanganan Terhadap Anak Yang Terjangkit Impetigo.
3. Biang Keringat (Ruam Panas) Pada Anak.
4. Menangani Si Kecil Yang Terserang Diare.
5. Jika Perut Anak Kembung.
6. Bila Anak erkena Cacar Air.
7. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
8. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
9. Pendarahan Pada Tali Pusat.
10. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
11. Jerawat Pada Bayi.
12. Jika Anak Mengalami Kejang.
13. Demam Pada Anak.
14. Terapi Untuk Anak Autis.
15. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
16. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
17. Radang Telinga Pada Anak.
Kamis, 30 Desember 2010
Flu dan Pilek Pada Anak
Flu atau lebih dikenal dengan influensa, merupakan penyakit yang mudah menular disebabkan oleh inveksi virus RNA dari famili Orthomyxoviridae (virus influensa). Penularan penyakit ini dengan medium udara melalui bersin dari si penderita. Masa penularan hingga terserang penyakit ini biasanya adalah 1 sampai 3 hari sejak kontak dengan hewan atau orang yang influensa. Penyakit ini biasanya berlangsung selama kurang lebih 7 hari (seminggu). Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan flu dan pilek, anak Anda akan membaik hanya dengan istirahat dan minum yang cukup.
Gejala
O. Demam mendadak dan kedinginan.
O. Sakit tenggorokan.
O. Hidung tersumbat (pilek) dan mengeluarkan cairan.
O. Batuk.
O. Sait Kepala,
O. Mata berair.
O. Bersin-bersin
O. Lesu serta tidak enak badan.
O. Anak tidak mau makan.
O. Bayi Anda kesulitan menyusu dari botol atau ASI.
Dalam kasus yang lebih buruk, influensa juga dapat menyebabkan terjadinya pneumonia, yang dapat mengakibatkan kematian terutama pada anak-anak dan orang berusia lanjut.
Penanganan yang dapat Anda lakukan
O. Biarkan anak Anda istirahat yang cukup.
O. Angkat posisi kepala ketika anak tidur, hal ini akan membantu pernafasan.
O. Berikan minum yang cukup setiap jam.
O. Gunakan tisu dan buang setelah digunakan.
O. Jika anak Anda lebih dari 9 bulan , Anda dapat memberikan Tylenol untuk menurunkan demam. Anda juga dapat menggunakan Dimetapp Elixir atau PediaCare untuk mengobati hidung yang berair. baca petunjuk penggunaan untuk mengetahui dosisnya.
O. Terkadang bayi tidak dapat menghisap susu karena hidungnya tersumbat. Anda dapat menggunakan penghisap untuk membersihkan hidung. Jangan lakukan hal ini lebih dari 3-4 kali dalam sehari, cuci penghisap dengan sabun dan air hangat setelah digunakan.
O. Segera hubungi dokter jika:
1. Anak sakit lebih dari 6 hari.
2. Masih mengalami kesulitan bernafas setelah hidungnya dibersihkan dengan penghisap.
3. Anak menderita sakit leher atau leher kaku.
4. Anak menderita sakit telinga.
5. Anak menderita ruam-ruam di kulit.
7. Anak mengeluarkan dahak berwarna hijau, kuning atau kelabu selama lebih dari 1 hari.
8. Anak Anda sakit atau menunjukan kesakitan.
9. Anak menderita demam lebih dari 37,8, lebih dari 3 hari.
10. Anak kesulitan menelan makanan.
11. Anak tidak banyak minum, ia hanya buang air kecil sedikit atau kurang dari sekali selama 6 jam
12 Bayi tdak berhenti menangis.
13 Bayi mengantuk dan tidak mau makan dan minum.
14 Bayi tidak buang air setidaknya 6 kali dalam sehari.
Pencegahan
O. Sebagian besar virus influensa disebarkan melalui kontak langsung. Seseorang yang menutup bersin dengan tangan akan menyebarkan virus ke orang lain. Virus ini dapat hidup selama berjam-jam dan oleh karena itu ajarkan anak Anda untuk mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun
O. Minum yang banyak karena air berfungsi untuk membersihkan racun
O. Hiruplah udara segar secara teratur terutama ketika dalam cuaca sejuk
O. Dianjurkan untuk diimunisasi guna menunjang kekebalan tubuhnya. Tetapi juga perlu adanya alternatif lain dalam mengembangkan imunitas dalam tubuh sendiri, melalui makanan yang bergizi dan menjahui potensi-potensi yang menyebabkan influensa.
Penanganan yang dapat Anda lakukan
O. Biarkan anak Anda istirahat yang cukup.
O. Angkat posisi kepala ketika anak tidur, hal ini akan membantu pernafasan.
O. Berikan minum yang cukup setiap jam.
O. Gunakan tisu dan buang setelah digunakan.
O. Jika anak Anda lebih dari 9 bulan , Anda dapat memberikan Tylenol untuk menurunkan demam. Anda juga dapat menggunakan Dimetapp Elixir atau PediaCare untuk mengobati hidung yang berair. baca petunjuk penggunaan untuk mengetahui dosisnya.
O. Terkadang bayi tidak dapat menghisap susu karena hidungnya tersumbat. Anda dapat menggunakan penghisap untuk membersihkan hidung. Jangan lakukan hal ini lebih dari 3-4 kali dalam sehari, cuci penghisap dengan sabun dan air hangat setelah digunakan.
O. Segera hubungi dokter jika:
1. Anak sakit lebih dari 6 hari.
2. Masih mengalami kesulitan bernafas setelah hidungnya dibersihkan dengan penghisap.
3. Anak menderita sakit leher atau leher kaku.
4. Anak menderita sakit telinga.
5. Anak menderita ruam-ruam di kulit.
7. Anak mengeluarkan dahak berwarna hijau, kuning atau kelabu selama lebih dari 1 hari.
8. Anak Anda sakit atau menunjukan kesakitan.
9. Anak menderita demam lebih dari 37,8, lebih dari 3 hari.
10. Anak kesulitan menelan makanan.
11. Anak tidak banyak minum, ia hanya buang air kecil sedikit atau kurang dari sekali selama 6 jam
12 Bayi tdak berhenti menangis.
13 Bayi mengantuk dan tidak mau makan dan minum.
14 Bayi tidak buang air setidaknya 6 kali dalam sehari.
Pencegahan
O. Sebagian besar virus influensa disebarkan melalui kontak langsung. Seseorang yang menutup bersin dengan tangan akan menyebarkan virus ke orang lain. Virus ini dapat hidup selama berjam-jam dan oleh karena itu ajarkan anak Anda untuk mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun
O. Minum yang banyak karena air berfungsi untuk membersihkan racun
O. Hiruplah udara segar secara teratur terutama ketika dalam cuaca sejuk
O. Dianjurkan untuk diimunisasi guna menunjang kekebalan tubuhnya. Tetapi juga perlu adanya alternatif lain dalam mengembangkan imunitas dalam tubuh sendiri, melalui makanan yang bergizi dan menjahui potensi-potensi yang menyebabkan influensa.
Artikel Yang Berkaitan
1. Penanganan Terhadap Anak Yang Terjangkit Impetigo.
2. Biang Keringat (Ruam Panas) Pada Anak.
3. Menangani Si Kecil Yang Terserang Diare.
4. Jika Perut Anak Kembung.
5. Bila Anak erkena Cacar Air.
6. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
7. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
8. Pendarahan Pada Tali Pusat.
9. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
10. Jerawat Pada Bayi.
11. Jika Anak Mengalami Kejang.
12. Demam Pada Anak.
13. Terapi Untuk Anak Autis.
14. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
14. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
15. Radang Telinga Pada Anak.
Senin, 27 Desember 2010
Penanganan Terhadap Anak Yang Terjangkit Impetigo
Impetigo merupakanh infeksi kulit yang mudah untuk menjalar/menular. Kebanyakan impetigo menyerang bayi dan anak-anak, yang ditandai dengan munculnya luka borok warna merah pada wajah, terutama di sekitar hidung dan mulut anak-anak-anak. Meski infeksi ini umumnya terjadi akibat masuknya bakteri ke dalam kulit melalui luka atau gigitan serangga, tapi impetigo bisa juga tumbuh dalam kulit yang benar-benar sehat.
Ada dua jenis bakteri yang menjadi penyebab impetigo, yaitu staphylococcus aureus (staph), yang paling umum, dan streptococcus pyogenes (strep). Kedua jenis bakteri ini dapat hidup di kulit sampai mereka dapat masuk melalui luka dan menyebabkan infeksi.
Pada orang dewasa, impetigo biasanya mengakibatkan luka pada kulit. Pada anak-anak seringkali terinfeksi melalui luka, goresan di kulit atau bekas gigitan serangga. Tapi bisa juga impetigo ini tumbuh tanpa melalui kulit yang luka.
Impetigo dapat terjadi jika Anda menyentuh luka seseorang yang terkena impetigo, atau bahkan melalui benda-benda yang tersentuh mereka yang terinfeksi, seperti pakaian, sprei, handuk dan mainan. Sekali Anda terinfeksi, Anda dapat dengan mudah menularkan infeksi ini ke orang lain.
Bakteri staph menghasilkan racun yang dapat menyebabkan impetigo menyebar ke area lainnya. Toxin ini menyerang protein yang membantu mengikat sel-sel kulit. Ketika protein ini rusak, bakteri akan sangat cepat menyebar.
Pada orang dewasa, impetigo biasanya mengakibatkan luka pada kulit. Pada anak-anak seringkali terinfeksi melalui luka, goresan di kulit atau bekas gigitan serangga. Tapi bisa juga impetigo ini tumbuh tanpa melalui kulit yang luka.
Impetigo dapat terjadi jika Anda menyentuh luka seseorang yang terkena impetigo, atau bahkan melalui benda-benda yang tersentuh mereka yang terinfeksi, seperti pakaian, sprei, handuk dan mainan. Sekali Anda terinfeksi, Anda dapat dengan mudah menularkan infeksi ini ke orang lain.
Bakteri staph menghasilkan racun yang dapat menyebabkan impetigo menyebar ke area lainnya. Toxin ini menyerang protein yang membantu mengikat sel-sel kulit. Ketika protein ini rusak, bakteri akan sangat cepat menyebar.
Gejala
O Sakit kulit berwarna merah berupa bintik-bintik kecil di bagian tubuh yang biasanya pada muka, tangan atau kepala dan cepat sekali pecah.
O Kulit yang sakit kemudian menjadi lepuh mengeluarkan cairan berwarna kuning seperti madu dan mengerak.
O Kulit yang terjangkit terasa gatal.
O Sakit dapat menjalar dari satu bagian tubuh ke bagian yang lain, ditularkan melalui cairan yang berasal dari lepuhannya.
O Bisa terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar daerah yang terinfeksi.
O Kulit yang sakit kemudian menjadi lepuh mengeluarkan cairan berwarna kuning seperti madu dan mengerak.
O Kulit yang terjangkit terasa gatal.
O Sakit dapat menjalar dari satu bagian tubuh ke bagian yang lain, ditularkan melalui cairan yang berasal dari lepuhannya.
O Bisa terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar daerah yang terinfeksi.
Jenis impetigo
O Impetigo contagiosa.
Jenis ini biasanya berawal dari luka warna merah pada wajah anak, dan paling sering di sekitar hidung dan mulut. Luka ini cepat pecah, berair dan bernanah, yang akhirnya membentuk kulit kering berwarna kecoklatan. Bekas impetigo ini bisa hilang dan tak menyebabkan kulit seperti parut. Luka ini bisa saja terasa gatal tapi tak terasa sakit.
Impetigo jenis ini juga jarang menimbulkan demam pada anak, tapi ada kemungkinan menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening pada area yang terinfeksi. Dan karena impetigo sangat mudah menular, makanya jangan menyentuh atau menggaruk luka karena dapat menyebarkan infeksi ke bagian tubuh lainnya.
O Bullous impetigo.
Impetigo jenis ini utamanya menyerang bayi dan anak di bawah usia 2 tahun. Impetigo ini meski tak terasa sakit, tapi menyebabkan kulit melepuh berisi cairan. Bagian tubuh yang diserang seringkali badan, lengan dan kaki. Kulit di sekitar luka biasanya berwarna merah dan gatal tapi tak terasa sakit. Luka akibat infeksi ini dapat berubah menjadi koreng dan sembuhnya lebih lama ketimbang serangan impetigo jenis lain.
O Ecthyma.
Ini adalah bentuk lebih serius dari impetigo yang menyerang lapisan kedua kulit (dermis). Tanda-tanda dan gejalanya meliputi luka menyakitkan berisi cairan atau nanah dan biasanya terdapat pada kaki. Luka akan menganga dengan bagian kulit luar menebal dan keras. Bekas luka ini tidak akan hilang meski luka tersebut sudah sembuh. Ecthyma juga dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di area yang terinfeksi.
Jenis ini biasanya berawal dari luka warna merah pada wajah anak, dan paling sering di sekitar hidung dan mulut. Luka ini cepat pecah, berair dan bernanah, yang akhirnya membentuk kulit kering berwarna kecoklatan. Bekas impetigo ini bisa hilang dan tak menyebabkan kulit seperti parut. Luka ini bisa saja terasa gatal tapi tak terasa sakit.
Impetigo jenis ini juga jarang menimbulkan demam pada anak, tapi ada kemungkinan menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening pada area yang terinfeksi. Dan karena impetigo sangat mudah menular, makanya jangan menyentuh atau menggaruk luka karena dapat menyebarkan infeksi ke bagian tubuh lainnya.
O Bullous impetigo.
Impetigo jenis ini utamanya menyerang bayi dan anak di bawah usia 2 tahun. Impetigo ini meski tak terasa sakit, tapi menyebabkan kulit melepuh berisi cairan. Bagian tubuh yang diserang seringkali badan, lengan dan kaki. Kulit di sekitar luka biasanya berwarna merah dan gatal tapi tak terasa sakit. Luka akibat infeksi ini dapat berubah menjadi koreng dan sembuhnya lebih lama ketimbang serangan impetigo jenis lain.
O Ecthyma.
Ini adalah bentuk lebih serius dari impetigo yang menyerang lapisan kedua kulit (dermis). Tanda-tanda dan gejalanya meliputi luka menyakitkan berisi cairan atau nanah dan biasanya terdapat pada kaki. Luka akan menganga dengan bagian kulit luar menebal dan keras. Bekas luka ini tidak akan hilang meski luka tersebut sudah sembuh. Ecthyma juga dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di area yang terinfeksi.
Komplikasi yang dapat terjadi
Sebenarnya impetigo tidaklah berbahaya, tapi kadang infeksi ini menyebabkan komplikasi serius meski jarang terjadi, seperti:
O Poststreptococcal glomerulonephritis (PSGN).
Radang ginjal ini dapat berkembang setelah terkena infeksi streptococcal, misalnya serangan bakteri pada tenggorokan atau impetigo. Hal ini terjadi ketika antibodi terbentuk sebagai akibat infeksi yang merusak glomeruli, yang bertugas menyaring kotoran di ginjal. Meski banyak penderitanya sembuh, tapi PSGN bisa menyebabkan gagal ginjal. Gejala PSGN umumnya muncul sekitar dua pekan setelah infeksi, meliputi bengkak pada wajah, sulit buang air kecil, kencing berdarah, tekanan darah tinggi dan sakit persendian. Paling sering PSGN menyerang anak kecil berusia antara 6 hingga 10 tahun. Untuk orang dewasa yang terkena PSGN cenderung memiliki gejala lebih serius dibandingkan anak-anak dan sepertinya sulit untuk sembuh total. Meski antibiotik dapat menyembuhkan infeksi bakteri strep, tapi obat ini tak mampu mencegah PSGN.
O Cellulitis.
Ini merupakan infeksi serius yang menyerang jaringan di bawah kulit dan dapat menyebar ke kelenjar getah bening serta memasuki aliran darah. Jika tak ditangani, cellulitis dapat mengancam jiwa.
O Infeksi methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA).
MRSA adalah turunan dari bakteri staph yang kebal terhadap hampir semua antibiotik. Ini dapat menyebabkan infeksi kulit serius yang sangat sulit ditangani. Infeksi kulit ini awalnya bisa berupa bintik merah pada kulit dan kemudian bernanah. MRSA bisa juga menyebabkan pneumonia dan infeksi darah.
O Kulit parut.
O Kulit berubah warna terang (hypopigmentation) atau gelap (hyperpigmentation).
O Poststreptococcal glomerulonephritis (PSGN).
Radang ginjal ini dapat berkembang setelah terkena infeksi streptococcal, misalnya serangan bakteri pada tenggorokan atau impetigo. Hal ini terjadi ketika antibodi terbentuk sebagai akibat infeksi yang merusak glomeruli, yang bertugas menyaring kotoran di ginjal. Meski banyak penderitanya sembuh, tapi PSGN bisa menyebabkan gagal ginjal. Gejala PSGN umumnya muncul sekitar dua pekan setelah infeksi, meliputi bengkak pada wajah, sulit buang air kecil, kencing berdarah, tekanan darah tinggi dan sakit persendian. Paling sering PSGN menyerang anak kecil berusia antara 6 hingga 10 tahun. Untuk orang dewasa yang terkena PSGN cenderung memiliki gejala lebih serius dibandingkan anak-anak dan sepertinya sulit untuk sembuh total. Meski antibiotik dapat menyembuhkan infeksi bakteri strep, tapi obat ini tak mampu mencegah PSGN.
O Cellulitis.
Ini merupakan infeksi serius yang menyerang jaringan di bawah kulit dan dapat menyebar ke kelenjar getah bening serta memasuki aliran darah. Jika tak ditangani, cellulitis dapat mengancam jiwa.
O Infeksi methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA).
MRSA adalah turunan dari bakteri staph yang kebal terhadap hampir semua antibiotik. Ini dapat menyebabkan infeksi kulit serius yang sangat sulit ditangani. Infeksi kulit ini awalnya bisa berupa bintik merah pada kulit dan kemudian bernanah. MRSA bisa juga menyebabkan pneumonia dan infeksi darah.
O Kulit parut.
O Kulit berubah warna terang (hypopigmentation) atau gelap (hyperpigmentation).
Penanganan dini yang dapat dilakukan
O Rendam bagian kulit yang sakit dalam air sabun selama 15-20 menit. Lakukan 2-3 kali sehari untuk melunturkan kerak pada kulit.
O Gunakan sabun obat seperti Betadin. Anda dapat membelinya di apotek. Gosoklah kulit sakit yang mengering.
O Oleskan salep obat seperti polysporin pada kulit yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari setelah kerak pada kulit hilang. Anda dapat membeli polysporin di apotek.
O Tutup kulit yang sakit dengan perban yang bersih. Jangan biarkan anak menyentuh atau menggaruknya.
O Lakukan beberapa hal berikut iniuntuk menghentikan penyebaran impetigo.
1. Cuci tangan Anda dengan sabun setelah menyentuh kulit anak Anda yang sakit atau pakaian maupun handuknya.
2. Cuci tangan anak Anda sampai bersih. Potong pendek kuku tangan anak Anda.
3. Jaga agar tangan anak Anda tidak menyentuh hidungnya.
4. Simpan pakaian, handuk, dan barang-barang anak Anda terpisah dengan anggota keluarga yang lain. Cucilah dengan sabun dan air panas.
O Segera hubungi dokter jika:
1. Menurut Anda anak Anda terjangkit ipetigo.
2. Kulit yang sakit semakin meluas.
3. Kulit yang sakit menjalar ke bagian tubuh yang lain.
4. Anak Anda tampak sakit.
5. Anak Anda mengalami pembengkakan atau sakit pada persendian, termasuk siku dan lutut.
Artikel Yang Berkaitan
1. Biang Keringat (Ruam Panas) Pada Anak.
2. Menangani Si Kecil Yang Terserang Diare.
3. Jika Perut Anak Kembung.
4. Bila Anak erkena Cacar Air.
5. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
6. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
7. Pendarahan Pada Tali Pusat.
8. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
9. Jerawat Pada Bayi.
10. Jika Anak Mengalami Kejang.
11. Demam Pada Anak.
12. Terapi Untuk Anak Autis.
13. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
14. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
15. Radang Telinga Pada Anak.
Minggu, 26 Desember 2010
Biang Keringat (Ruam Panas) Pada Bayi
Biang keringat atau ruam panas pada bayi meruakan bintik-bintik kecil yang dapat muncul di seluruh bagian tubuh bayi, biasanya timbul pada cuaca panas, sehingga bayi Anda banyak mengeluarkan keringat. Anak- anak dapat terserang biang keringat, meskipun dalam cuaca dingin jika mengenakan pakaian yang terlalu hangat. Biang keringat juga bisa timbul jika anak menggunakan krim atau minyak di kulitnya.
Gejala
Gejala biang keringat adalah dengan timbulnya bintik-bintik putih atau merah pada kulit yang menimbulkan rasa gatal, terutama di dada, di leher, dan di punggung yang tertutup pakaian.
Tips penanganan biang keringat
O Sering-sering mengganti pakaian anak yang basah karena keringat.
Kontrolah keadaan pakaian anak, terutama ketika musim panas menjerang. Ganti pakaian anak anda ketika basah oleh keringat. Kemudian lap bersih kulit anak anda sampai kering, baru setelah itu gunakan pakaian yang baru untuk anak anda.
O Kenakan baju yang tipis pada bayi dan jangan menggunakan krim atau minyak.
O Gunakan bedak atau sabun gatal khusus untuk bayi.
Ada beberapa bedak atau sabun gatal yang dapat digunakan untuk mengatasi biang keringat, Diantaranya yaitu : Bedak Salicyl CITO, Caladine Cair (khusus 1 tahun keatas), Sabun Lactacyd. Untuk bedak salicyl bisa dicampur dengan air seperti bedak dingin.
O Segera hubungi dokter jika:
1. Perlu diperhatikan, jika biang keringat tidak juga hilang setelah menggunakan bedak dan sabun diatas sebaiknya segera bawa anak anda ke dokter.
2. Ruam semakin parah, atau bintik-bintik membesar dan berair.
3. Ruam tidak sembuh juga dalam 3 hari, atau anak menderita demam.
Tip agar terhidar biang keringat pada bayi
1. Gunakan pakaian yang mudah menyerap keringat, seperti katun.
2. Gunakan pakaian yang longgar, jangan yang terlalu ketat.
3. Perbaiki sirkulasi udara pada ruangan.
4. Mandikan bayi dengan teratur, 1 atau 2 kali setiap hari.
Kontrolah keadaan pakaian anak, terutama ketika musim panas menjerang. Ganti pakaian anak anda ketika basah oleh keringat. Kemudian lap bersih kulit anak anda sampai kering, baru setelah itu gunakan pakaian yang baru untuk anak anda.
O Kenakan baju yang tipis pada bayi dan jangan menggunakan krim atau minyak.
O Gunakan bedak atau sabun gatal khusus untuk bayi.
Ada beberapa bedak atau sabun gatal yang dapat digunakan untuk mengatasi biang keringat, Diantaranya yaitu : Bedak Salicyl CITO, Caladine Cair (khusus 1 tahun keatas), Sabun Lactacyd. Untuk bedak salicyl bisa dicampur dengan air seperti bedak dingin.
O Segera hubungi dokter jika:
1. Perlu diperhatikan, jika biang keringat tidak juga hilang setelah menggunakan bedak dan sabun diatas sebaiknya segera bawa anak anda ke dokter.
2. Ruam semakin parah, atau bintik-bintik membesar dan berair.
3. Ruam tidak sembuh juga dalam 3 hari, atau anak menderita demam.
Tip agar terhidar biang keringat pada bayi
1. Gunakan pakaian yang mudah menyerap keringat, seperti katun.
2. Gunakan pakaian yang longgar, jangan yang terlalu ketat.
3. Perbaiki sirkulasi udara pada ruangan.
4. Mandikan bayi dengan teratur, 1 atau 2 kali setiap hari.
Artikel Yang Berkaitan
1. Menangani Si Kecil Yang Terserang Diare.
2. Jika Perut Anak Kembung.
3. Bila Anak erkena Cacar Air.
4. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
5. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
6. Pendarahan Pada Tali Pusat.
7. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
8. Jerawat Pada Bayi.
9. Jika Anak Mengalami Kejang.
10. Demam Pada Anak.
11. Terapi Untuk Anak Autis.
12. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
13. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
14. Radang Telinga Pada Anak.
Sabtu, 25 Desember 2010
Menangani Si Kecil Bila Terserang Diare
Diare merupakan penyakit dimana penderita mengalami perangsangan buang air besar dan terus-menerus dimana tinja atau feses sangat lunak dan disertai air. Anak biasanya terserang diare bersamaan dengan flu atau penyakit lainnya. Di negara berkembang saat ini penyakit diare adalah penyebab kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 1,5 juta orang per tahun.
Gejala pada umumnya
O Buang air besar lebih sering dari sebelumnya.
O Buang air besar berbentuk cair atau mengalami mencret.
O Dubur anak Anda memerah dan sakit.
O Anak menderita demam.
O Anak Anda sakit perut.
Penyebab diare pada bayi
O Jika diare yang terjadi disertai dengan muntah, sakit perut, demam, menggigil, perasaan sakit, maka kemungkinan ada masalah pada gastroenteritis (pencernaan). Jika disertai dengan adanya darah dalam kotoran bayi kemungkinan akibat infeksi bakteri.
O Diare terjadi setelah bayi mengonsumsi susu formula atau terlalu banyak makanan tertentu, kemungkinan diare diakibatkan oleh masalah makanan atau susu.
O Diare disertai oleh perut yang kembung, gas dan kotoran yang seperti berminyak, kemungkinan disebabkan oleh adanya infeksi parasit.
O Diare terjadi setelah bayi mengonsumsi obat tertentu seperti antibiotik atau obat lainnya, kemungkinan disebabakan oleh efek samping dari obat yang dikonsumsi.
O Diare yang disertai oleh muntah, keringat berlebih, keletihan, kejang-kejang serta membuat bayi menjadi tidak sadar, kemungkinan disebabkan oleh keracunan sesuatu. Jika bayi sudah tidak sadarkan diri atau mengalami kesulitan bernapas, sebaiknya segera larikan ke rumah sakit.
O Bayi menjadi rewel setelah menyusui, perut kembung, diare dan kotoran yang ada menimbulkan bau tak sedap, kemungkinan disebabkan oleh laktosa intoleransi atau tidak dapat mentoleransi laktosa yang ada di dalam susu.
O Jika diare yang muncul disertai dengan muntah, gatal-gatal, hidung tersumbat, bengkak, sesak napas, mengi, kesulitan menelan dan timbulnya ruam pada kulit, kemunginan disebabkan oleh alergi makanan yang dikonsumsi bayi.
O Diare dengan adanya perasaan kembung atau bergas, muntah, kolik, kotoran yang berdarah, menolak untuk makan, batuk, mengi dan gejala ini timbul sekitar 45 menit setelah mengonsumsi susu, kemungkinan disebabkan bayi tidak dapat mentoleransi protein yang terkandung di dalam susu.
O Bayi menjadi rewel, menangis, menarik-narik telinga, demam, diare, muntah, tidak nafsu makan serta keluar cairan berwarna kuning atau putih dari telinga, kemungkinan disebabkan oleh adanya infeksi pada telinga.
O Mengalami diare yang kronis, pertumbuhan yang terganggu, batuk yang disertai dengan rengekan, napasnya mendesah atau mengi, kemungkinan disebabkan penyakit cystic fibrosis.
Tips yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi Diare
O Jika Anda sedang menyusui, lanjutkan terus. Jika bayi Anda sedang inum susu formula dan buang air besar lebih dari 4 kali dalam sehari, periksakanlah ke dokter dan tanyakan apakah Anda harus menghentikan pemberian susu formula selama 24 jam.
O Berikan cairan Oralit.
O Untuk bayi yang sedang mengkonsumsi makanan padat,yang telah meminum cairan oralit dan merasa lapar, dapat makan sejumlah kecil jenis makan-makanan sebagai berikut:
1. Pisang masak yang dihaluskan
2. Selai apel.
3. Sereal beras atau kacang hijau.
4. Roti panggang.
O Ketika diare berhenti perlahan-lahan berikan makanan yang biasa dikonsumsi anak Anda. Berikan air susu ibu atau susu formula 24-48 jam setelah diare berhenti.
O diare menyebabkan kulit bayi terasa panas. Ganti popok setelah setiap kali buang air besar. Bersihkan pantat bayi dengan sabun dan air. Berikan desitin atau olesi dengan zink oksida untuk mencegah ruam popok.< O Bantu anak yang sudah agak besar untuk membersihkan pantatnya untuk mencegah gatal-gatal di pantat.
O Jangan berikan obat-obatan yang dijual di toko untuk mengobati diare tanpa seizin dokter.
O Selalu cuci tangan Anda setiap selesai mengganti popok anak untuk membunuh kuman. Cuci tangan bayi Anda sesering mungkin. Bila anak anda sudah agak besar ajarkan anak untuk mencuci tangan sebelum makan.
O Cuci botol dan dot dengan sabun dan air panas, bilas sesudahnya
O Buang susu formula yang tidak diminum bayi dan jangan digunakan di kemudian hari.
O Kuman tumbuh pada makanan pada suhu ruangan, simpan semua makanan yang dapat membusuk di lemari pendingin.
O Segera hubungi dokter jika:
1. Anak Anda tampak sakit.
2. Anak Anda tidak mau minum.
3. Buang air kecil sedikit atau tidak sama sekali dalam waktu 6-8 jam.
4. Mulut anak Anda tampak kering dan lengket.
5. Anak menunjukan tanda-tanda dehidrasi.
6. Anak Anda tampak deam.
7. Buang Air besar berdarah.
8. Anak Anda sakit perut.
Hal lain yang perlu Anda ketahui tentang diare
O Diare sangat berbahaya karena anak Anda dapat kehilangan cairan yang sangat banyak dari dalam tubuh atu dehidrasi, tanda-tandanya yaitu:
1. Mulut kering.
2. Mata cekung.
3. Sedikit buang air kecil atau tidak sama sekali dalam waktu 6 jam.
4. Air seni berwarna kuning gelap.
5. Anak menangis tanpa mengeluarkan air mata.
6. Ubun-ubun bayi menyusut.
O bayi baru lahir dan buang air besar cukup banyak dan hal ini adalah wajar terjadi.
O Bayi yang menyusu dari ibunya (ASI) dapat buang air besar ketika atau setelah disusui.
O Bayi yang menyusu dari botol atau susu formula dapat buang air besar 1-8 kali sehari dalam kurun waktu 1 minggu pertama. Kemudian buang air besar 1-4 kali sampai berusia 2 bulan.
O bayi berusia lebih dari 2 bulan, buang air besar 1-2 kali sehari.
O Diare terjadi setelah bayi mengonsumsi susu formula atau terlalu banyak makanan tertentu, kemungkinan diare diakibatkan oleh masalah makanan atau susu.
O Diare disertai oleh perut yang kembung, gas dan kotoran yang seperti berminyak, kemungkinan disebabkan oleh adanya infeksi parasit.
O Diare terjadi setelah bayi mengonsumsi obat tertentu seperti antibiotik atau obat lainnya, kemungkinan disebabakan oleh efek samping dari obat yang dikonsumsi.
O Diare yang disertai oleh muntah, keringat berlebih, keletihan, kejang-kejang serta membuat bayi menjadi tidak sadar, kemungkinan disebabkan oleh keracunan sesuatu. Jika bayi sudah tidak sadarkan diri atau mengalami kesulitan bernapas, sebaiknya segera larikan ke rumah sakit.
O Bayi menjadi rewel setelah menyusui, perut kembung, diare dan kotoran yang ada menimbulkan bau tak sedap, kemungkinan disebabkan oleh laktosa intoleransi atau tidak dapat mentoleransi laktosa yang ada di dalam susu.
O Jika diare yang muncul disertai dengan muntah, gatal-gatal, hidung tersumbat, bengkak, sesak napas, mengi, kesulitan menelan dan timbulnya ruam pada kulit, kemunginan disebabkan oleh alergi makanan yang dikonsumsi bayi.
O Diare dengan adanya perasaan kembung atau bergas, muntah, kolik, kotoran yang berdarah, menolak untuk makan, batuk, mengi dan gejala ini timbul sekitar 45 menit setelah mengonsumsi susu, kemungkinan disebabkan bayi tidak dapat mentoleransi protein yang terkandung di dalam susu.
O Bayi menjadi rewel, menangis, menarik-narik telinga, demam, diare, muntah, tidak nafsu makan serta keluar cairan berwarna kuning atau putih dari telinga, kemungkinan disebabkan oleh adanya infeksi pada telinga.
O Mengalami diare yang kronis, pertumbuhan yang terganggu, batuk yang disertai dengan rengekan, napasnya mendesah atau mengi, kemungkinan disebabkan penyakit cystic fibrosis.
Tips yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi Diare
O Jika Anda sedang menyusui, lanjutkan terus. Jika bayi Anda sedang inum susu formula dan buang air besar lebih dari 4 kali dalam sehari, periksakanlah ke dokter dan tanyakan apakah Anda harus menghentikan pemberian susu formula selama 24 jam.
O Berikan cairan Oralit.
O Untuk bayi yang sedang mengkonsumsi makanan padat,yang telah meminum cairan oralit dan merasa lapar, dapat makan sejumlah kecil jenis makan-makanan sebagai berikut:
1. Pisang masak yang dihaluskan
2. Selai apel.
3. Sereal beras atau kacang hijau.
4. Roti panggang.
O Ketika diare berhenti perlahan-lahan berikan makanan yang biasa dikonsumsi anak Anda. Berikan air susu ibu atau susu formula 24-48 jam setelah diare berhenti.
O diare menyebabkan kulit bayi terasa panas. Ganti popok setelah setiap kali buang air besar. Bersihkan pantat bayi dengan sabun dan air. Berikan desitin atau olesi dengan zink oksida untuk mencegah ruam popok.< O Bantu anak yang sudah agak besar untuk membersihkan pantatnya untuk mencegah gatal-gatal di pantat.
O Jangan berikan obat-obatan yang dijual di toko untuk mengobati diare tanpa seizin dokter.
O Selalu cuci tangan Anda setiap selesai mengganti popok anak untuk membunuh kuman. Cuci tangan bayi Anda sesering mungkin. Bila anak anda sudah agak besar ajarkan anak untuk mencuci tangan sebelum makan.
O Cuci botol dan dot dengan sabun dan air panas, bilas sesudahnya
O Buang susu formula yang tidak diminum bayi dan jangan digunakan di kemudian hari.
O Kuman tumbuh pada makanan pada suhu ruangan, simpan semua makanan yang dapat membusuk di lemari pendingin.
O Segera hubungi dokter jika:
1. Anak Anda tampak sakit.
2. Anak Anda tidak mau minum.
3. Buang air kecil sedikit atau tidak sama sekali dalam waktu 6-8 jam.
4. Mulut anak Anda tampak kering dan lengket.
5. Anak menunjukan tanda-tanda dehidrasi.
6. Anak Anda tampak deam.
7. Buang Air besar berdarah.
8. Anak Anda sakit perut.
Hal lain yang perlu Anda ketahui tentang diare
O Diare sangat berbahaya karena anak Anda dapat kehilangan cairan yang sangat banyak dari dalam tubuh atu dehidrasi, tanda-tandanya yaitu:
1. Mulut kering.
2. Mata cekung.
3. Sedikit buang air kecil atau tidak sama sekali dalam waktu 6 jam.
4. Air seni berwarna kuning gelap.
5. Anak menangis tanpa mengeluarkan air mata.
6. Ubun-ubun bayi menyusut.
O bayi baru lahir dan buang air besar cukup banyak dan hal ini adalah wajar terjadi.
O Bayi yang menyusu dari ibunya (ASI) dapat buang air besar ketika atau setelah disusui.
O Bayi yang menyusu dari botol atau susu formula dapat buang air besar 1-8 kali sehari dalam kurun waktu 1 minggu pertama. Kemudian buang air besar 1-4 kali sampai berusia 2 bulan.
O bayi berusia lebih dari 2 bulan, buang air besar 1-2 kali sehari.
Artikel Yang Berkaitan
1. Jika Perut Anak Kembung.
2. Bila Anak erkena Cacar Air.
3. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
4. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
5. Pendarahan Pada Tali Pusat.
6. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
7. Jerawat Pada Bayi.
8. Jika Anak Mengalami Kejang.
9. Demam Pada Anak.
10. Terapi Untuk Anak Autis.
11. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
12. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
12. Radang Telinga Pada Anak.
Jika Perut Anak Kembung
Perut kembung pada bayi biasanya terjadi saat bayi Anda berumur 2 minggu hingga 3 sampai 4 bulan, tetapi bisa juga lebih lama. Dimana jika bayi Anda mengalaminya, bayi akan menangis terus menerus dalam jangka waktu yang lama dan tidak mau tenang.
Gejala yang perlu diketahui
O Bayi akan menangis tanpa sebab, dan akan berhenti untuk menangis ketika tidak sakit.
O Bayi sering kali menangis dalam sehari, bisa beberapa menit saja atau sampai 1-2 jam.
O Bayi menarik kakinya ke perut ketika menangis atau terkadang menegangkan kakinya lurus ke bawah.
Tips bila anak mengalami perut kembung
O Gendong dan ayun-ayunkan bayi Anda dengan lembut.
O Anda dapat menidurkannya di ayunan.
O Bawa bayi jalan-jalan menggunakan kereta bayi atau yang lainnya supaya tenang.
O Selimuti bayi Anda dengan nyaman.
O Berikan dot bayi Anda.
O Sering-seringkanlah menyendawakan bayi setiap minum atau menyusu setengah ons susu.
O Ingatlah apa yang paling membuat bayimerasa nyaman dan lakukan hal tersebut.
O Minta tolong seseorang menjahga bayi Anda ketika Anda ingin istirahat.
O Jangan berikan obat apapun, kecuali dari dokter.
O Jangan membentakatau memukul bayi Anda. Jangan pernah mengguncang bayi Anda, karena dapat terluka parah atau meninggal karena diguncang tubuhnya.
O Tanyakan pada orang yang telah berpengalaman , pelajari cara mereka mengatasi bayi yang sedang menangis.
O Anda mungkin merasa capek dan lelah karena Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan. Baringkan bayi di tempat yang aman, minta seseorangt membantu Anda menjuaga bayi sehingga Anda dapat beristirahat.
O segera hubungi dokter jika:
O Bayi akan menangis tanpa sebab, dan akan berhenti untuk menangis ketika tidak sakit.
O Bayi sering kali menangis dalam sehari, bisa beberapa menit saja atau sampai 1-2 jam.
O Bayi menarik kakinya ke perut ketika menangis atau terkadang menegangkan kakinya lurus ke bawah.
Tips bila anak mengalami perut kembung
O Gendong dan ayun-ayunkan bayi Anda dengan lembut.
O Anda dapat menidurkannya di ayunan.
O Bawa bayi jalan-jalan menggunakan kereta bayi atau yang lainnya supaya tenang.
O Selimuti bayi Anda dengan nyaman.
O Berikan dot bayi Anda.
O Sering-seringkanlah menyendawakan bayi setiap minum atau menyusu setengah ons susu.
O Ingatlah apa yang paling membuat bayimerasa nyaman dan lakukan hal tersebut.
O Minta tolong seseorang menjahga bayi Anda ketika Anda ingin istirahat.
O Jangan berikan obat apapun, kecuali dari dokter.
O Jangan membentakatau memukul bayi Anda. Jangan pernah mengguncang bayi Anda, karena dapat terluka parah atau meninggal karena diguncang tubuhnya.
O Tanyakan pada orang yang telah berpengalaman , pelajari cara mereka mengatasi bayi yang sedang menangis.
O Anda mungkin merasa capek dan lelah karena Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan. Baringkan bayi di tempat yang aman, minta seseorangt membantu Anda menjuaga bayi sehingga Anda dapat beristirahat.
O segera hubungi dokter jika:
a. Bayi menangis terus-menerus lebih dari 3 jam.
b. Bayi menangis lebih lama dari biasanya.
c. Bayi tampak kesakitan ketika menangis.
d. Bayi tampak sakit ketika tidak sakit.
e. Bayi terserang perut kembung setelah berusia 4 bulan.
f. Bayi Anda mengalami demam.
g. Bayi tidak mau makan.
h. Anda mengkhawatirkan kondisi bayi Anda.
i. Anda merasa ada yang salah dengan bayi Anda.
Artikel Yang Berkaitan
1. Bila Anak erkena Cacar Air.
2. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
3. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
4. Pendarahan Pada Tali Pusat.
5. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
6. Jerawat Pada Bayi.
7. Jika Anak Mengalami Kejang.
8. Demam Pada Anak.
9. Terapi Untuk Anak Autis.
10. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
11. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
12. Radang Telinga Pada Anak.
Kamis, 16 Desember 2010
Penanganan Luka Memar Pada Anak
Luka memar biasanya ditandai dengan warna hitam atau kebiru-biruan pada kulit yang disebabkan pendarahan di bawah kulit. Luka memar bisa juga diakibatkan karena sebuah benturan, terjatuh, atau terkena benda tumpul. Untuk penyembuhan luka memar memerlukan waktu sekitar 2 minggu atau tergantung seberapa parah luka memar yang diderita.
Gejala
O Ada tanda warna hitam, coklat, biru, ungu, hijau, atau kuning pada kulit.
O pada awalnya kulit berwarna kemerahan.
O Anda melihat atau merasakan adanya benjolan sebagai akibat dari benturan, terjatuh atau terkena benda tumpul.
Penanganan yang hendaknya dilakukan
Kebanyakan luka memar tidak memerlukan perawatan apapun. Akan tetapi ada baiknya jika Anda melakukan penanganan dini terlebih dahulu, apabila ada kekhawatiran akan adanya luka cedra baik pada tulang maupun organ dalam tubuh lainnya. Adapun penanganan yang dapat anda lakukan apabila anak Anda mengalami luka memar yaitu, antara lain:
O Anda dapat meletakan es pada luka memar yang lebar, bungkus es dengan kain dan tempelkan kurang lebih 5 menit.
O Setelah 24-48 jam, luka dapat dipulihkan dengan pemanasan. Letakan luka di atas alas yang telahdihangatkan dan kompres dengan handuk dan air hangat.
O Segera hubungi dokter jika:
* Ada luka memar pada anak padahal tidak terjatuh atau mengalami benturan.
* Menurut Anda adanya patah tulang atau cedra lain yang serius pada anak.
* Anak Anda mengalami banyak luka memar.
Artikel Yang Berkaitan
1. Bila Anak erkena Cacar Air.
2. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
3. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
4. Pendarahan Pada Tali Pusat.
5. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
6. Jerawat Pada Bayi.
7. Jika Anak Mengalami Kejang.
8. Demam Pada Anak.
9. Terapi Untuk Anak Autis.
10. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
11. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
12. Radang Telinga Pada Anak.
Gejala
O Ada tanda warna hitam, coklat, biru, ungu, hijau, atau kuning pada kulit.
O pada awalnya kulit berwarna kemerahan.
O Anda melihat atau merasakan adanya benjolan sebagai akibat dari benturan, terjatuh atau terkena benda tumpul.
Penanganan yang hendaknya dilakukan
Kebanyakan luka memar tidak memerlukan perawatan apapun. Akan tetapi ada baiknya jika Anda melakukan penanganan dini terlebih dahulu, apabila ada kekhawatiran akan adanya luka cedra baik pada tulang maupun organ dalam tubuh lainnya. Adapun penanganan yang dapat anda lakukan apabila anak Anda mengalami luka memar yaitu, antara lain:
O Anda dapat meletakan es pada luka memar yang lebar, bungkus es dengan kain dan tempelkan kurang lebih 5 menit.
O Setelah 24-48 jam, luka dapat dipulihkan dengan pemanasan. Letakan luka di atas alas yang telahdihangatkan dan kompres dengan handuk dan air hangat.
O Segera hubungi dokter jika:
* Ada luka memar pada anak padahal tidak terjatuh atau mengalami benturan.
* Menurut Anda adanya patah tulang atau cedra lain yang serius pada anak.
* Anak Anda mengalami banyak luka memar.
Artikel Yang Berkaitan
1. Bila Anak erkena Cacar Air.
2. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
3. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
4. Pendarahan Pada Tali Pusat.
5. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
6. Jerawat Pada Bayi.
7. Jika Anak Mengalami Kejang.
8. Demam Pada Anak.
9. Terapi Untuk Anak Autis.
10. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
11. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
12. Radang Telinga Pada Anak.
Rabu, 15 Desember 2010
Bila Anak Terkena Cacar Air
Cacar air merupakan penyakit pada kulit yang ditunjukan dengan bintil-bintil berwarna merah yang akan menjadi bintil-bintil berisi air, melepuh, dan keropeng yang dapat menyebar ke seluruh tubuh. Cacar air ini menyebabkan rasa gatal dan dapat menular dari seseorang ke orang lain. Anak dapat menularkan cacar ke orang lain dalam waktu 7 hari dan penularan tersebut bisa saja terjadi saat bintil-bintil cacar belum nampak. Akan tetapi diperlukan waktu 10-21 hari bagi anak tereserang cacar air setelah sebelumnya berdekatan dengan orang yang terserang cacar air. Ketika bintil-bintil sudah mengering, anak Anda sudah tidak lagi menularkan cacar air.
Kebanyakan bintil-bintil cacar air akan hilang tanpa meninggalkan bekas setelah sembuh. Akan tetapi apabila anak Anda menggaruk cacar, hal ini dapat menyebabkan luka parut.
Sebenarnya ada imunisasi untuk mencegah cacar air ini. Imunisasi ini diberikan ketika anak berumur 1 tahun atau lebih. Untuk lebih detailnya tanyakan mengenai imunisasi ini kepada dokter Anda.
Gejala
Gejala yang menyertai anak Anda ketika terserang cacar air yaitu antara lain:
O Anak akan mengalami demam.
O Anak akan tampak lelah, letih maupun lesu.
O Akan nampak bintil-bintil merah yang lama-lama menjadi bintil-bintil berisi air.
O Bntil-bintil baru akan muncul selama 3-5 hari.
Penanganan yang harus dilakukan
O Mandikan anak dengan air dingin. Tambahkan secangkir soda kue pada air mandi untuk mengurangi rasa gatal.
O Berikan Tylenol untuk menurunkan demam. baca petunjuk pemakaian untuk mengetahui dosisi yang tepat. Jangan berika Aspirin kepada anak-anak.
O Potong kuku anak Anda, jaga agar anak tidak menggaruk bintil-bintil cacar.
O Gunakan salep calamine pada bintil-bintil cacar untuk menghilangkan rasa gatal.
O Jaga agar anak Anda tetap di dalam rumahdan jauhkan dari sinar matahari.
O Segera hubungi dokter jika:
o Rasa gatal tidak juga hilang.
o Ada luka di bagian mata atau di bagian-bagian intim.
o Anak mengalami masalah-masalah berikut:
- Demam tinggi
- Sakit kepala
- Muntah
- Batuk
- Sakit leher
- Mudah lupa
O Anak merasa sakit ketika buang air kecill
O Bintil-bintil tampak meradang. Hal ini ditunjukan dengan:
o Keluarnya nanah.
o Terjadi pembengkakan.
o teraa sangat sakit
o bintil-bintil memerah.
O Anak Anda tidak mau minum dan buang air kecil lebih sediki dari pada biasanya.
O Anak menderita demam setelah sakit 2-3 hai.
Artikel Yang Berkaitan
1. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
2. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
3. Pendarahan Pada Tali Pusat.
4. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
5. Jerawat Pada Bayi.
6. Jika Anak Mengalami Kejang.
7. Demam Pada Anak.
8. Terapi Untuk Anak Autis.
9. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
10. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
11. Radang Telinga Pada Anak.
Kebanyakan bintil-bintil cacar air akan hilang tanpa meninggalkan bekas setelah sembuh. Akan tetapi apabila anak Anda menggaruk cacar, hal ini dapat menyebabkan luka parut.
Sebenarnya ada imunisasi untuk mencegah cacar air ini. Imunisasi ini diberikan ketika anak berumur 1 tahun atau lebih. Untuk lebih detailnya tanyakan mengenai imunisasi ini kepada dokter Anda.
Gejala
Gejala yang menyertai anak Anda ketika terserang cacar air yaitu antara lain:
O Anak akan mengalami demam.
O Anak akan tampak lelah, letih maupun lesu.
O Akan nampak bintil-bintil merah yang lama-lama menjadi bintil-bintil berisi air.
O Bntil-bintil baru akan muncul selama 3-5 hari.
Penanganan yang harus dilakukan
O Mandikan anak dengan air dingin. Tambahkan secangkir soda kue pada air mandi untuk mengurangi rasa gatal.
O Berikan Tylenol untuk menurunkan demam. baca petunjuk pemakaian untuk mengetahui dosisi yang tepat. Jangan berika Aspirin kepada anak-anak.
O Potong kuku anak Anda, jaga agar anak tidak menggaruk bintil-bintil cacar.
O Gunakan salep calamine pada bintil-bintil cacar untuk menghilangkan rasa gatal.
O Jaga agar anak Anda tetap di dalam rumahdan jauhkan dari sinar matahari.
O Segera hubungi dokter jika:
o Rasa gatal tidak juga hilang.
o Ada luka di bagian mata atau di bagian-bagian intim.
o Anak mengalami masalah-masalah berikut:
- Demam tinggi
- Sakit kepala
- Muntah
- Batuk
- Sakit leher
- Mudah lupa
O Anak merasa sakit ketika buang air kecill
O Bintil-bintil tampak meradang. Hal ini ditunjukan dengan:
o Keluarnya nanah.
o Terjadi pembengkakan.
o teraa sangat sakit
o bintil-bintil memerah.
O Anak Anda tidak mau minum dan buang air kecil lebih sediki dari pada biasanya.
O Anak menderita demam setelah sakit 2-3 hai.
Artikel Yang Berkaitan
1. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
2. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
3. Pendarahan Pada Tali Pusat.
4. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
5. Jerawat Pada Bayi.
6. Jika Anak Mengalami Kejang.
7. Demam Pada Anak.
8. Terapi Untuk Anak Autis.
9. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
10. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
11. Radang Telinga Pada Anak.
Ruam Akibat Tanaman Beracun
Ruam akibat menyentuh tanaman beracun biasannya tampak kemerahan dan menonjol. Ruam ini mungkin juga muncul setelah menyentuh sesuatu yang telah tersentuh tanaman beracun. Tapi jangan terlalu khawatir karena biasanya ruam ini akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 2 sampai 3 minggu.
Gejala yang menyertai
O Bentol-bentol berwarna kemerahan.
O Ruam yang terasa gatal.
O Ruam muncul 12 sampai 24 jam setela anak menyentuh tanaman beracun.
Penanganan Apabila terkena tanaman beracun
O Siram kulit dengan air mengalir yang cukup banyak.
O Lepaskan pakaian, cuci kulit dengan sabun dan air. Cuci pakaian dan benda-benda lainnya yang bersentuhan dengan tanaman menggunakan sabun dan air yang sangat panas.
O Untuk mengurangi rasa gatal, mandikan anak dengan air dingin dan campurkan dengan soda kue ke dalam air tersebut lalu oleskan lotion calamine pada ruam.
O Bila ruam mengeluarkan cairan bening berwarna kuning, obati dengan campuran 2 sendok teh soda kue ke dalam 4 cangkir air. Balut ruam dengan kain yang telah direndam air soda kue, lakukan 4 kali sehari selama 10 menit.
O Jangan biarkan anak menggaruk ruam, potong pendek kuku jari anak Anda.
O Berikan Benadryl untuk mengobati rasa gatal (baca petunjuk pemakaian)
O Segera hubungi dokter apabila:
o Anak mengalami demam atau pembengkakan di wajah atau mata.
o Ada pembengkakan di pangkal paha, di bawah lengan, atau sebelah leher.
o Anak tiak bisa tidur karena rasa gatal.
o Ruam memerah atau mengeluarkan cairan berwarna putih, kuning atau hijau.
Artikel Yang berkaitan
1. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
2. Pendarahan Pada Tali Pusat.
3. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
4. Jerawat Pada Bayi.
5. Jika Anak Mengalami Kejang.
6. Demam Pada Anak.
7. Terapi Untuk Anak Autis.
8. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
9. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
10. Radang Telinga Pada Anak.
11. Merawat Dan Pengobatan Penyakit Typhus.
12. Kenali Gejala Typhus Pada Anak.
Gejala yang menyertai
O Bentol-bentol berwarna kemerahan.
O Ruam yang terasa gatal.
O Ruam muncul 12 sampai 24 jam setela anak menyentuh tanaman beracun.
Penanganan Apabila terkena tanaman beracun
O Siram kulit dengan air mengalir yang cukup banyak.
O Lepaskan pakaian, cuci kulit dengan sabun dan air. Cuci pakaian dan benda-benda lainnya yang bersentuhan dengan tanaman menggunakan sabun dan air yang sangat panas.
O Untuk mengurangi rasa gatal, mandikan anak dengan air dingin dan campurkan dengan soda kue ke dalam air tersebut lalu oleskan lotion calamine pada ruam.
O Bila ruam mengeluarkan cairan bening berwarna kuning, obati dengan campuran 2 sendok teh soda kue ke dalam 4 cangkir air. Balut ruam dengan kain yang telah direndam air soda kue, lakukan 4 kali sehari selama 10 menit.
O Jangan biarkan anak menggaruk ruam, potong pendek kuku jari anak Anda.
O Berikan Benadryl untuk mengobati rasa gatal (baca petunjuk pemakaian)
O Segera hubungi dokter apabila:
o Anak mengalami demam atau pembengkakan di wajah atau mata.
o Ada pembengkakan di pangkal paha, di bawah lengan, atau sebelah leher.
o Anak tiak bisa tidur karena rasa gatal.
o Ruam memerah atau mengeluarkan cairan berwarna putih, kuning atau hijau.
Artikel Yang berkaitan
1. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
2. Pendarahan Pada Tali Pusat.
3. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
4. Jerawat Pada Bayi.
5. Jika Anak Mengalami Kejang.
6. Demam Pada Anak.
7. Terapi Untuk Anak Autis.
8. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
9. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
10. Radang Telinga Pada Anak.
11. Merawat Dan Pengobatan Penyakit Typhus.
12. Kenali Gejala Typhus Pada Anak.
Sabtu, 27 November 2010
Tip Untuk Mencegah Luka Bakar Pada Anak Anda
Luka bakar merupakan bahaya yang sering terjadi dalam setiap rumah tangga, banyak laporan yang menunjukan bahwa luka bakar karena air panas/cairan panas adalah jenis yang sering terjadi pada anak. Bayi dan anak kecil lebih rentan terkena luka bakar karena rasa ingin tau mereka yang besar dan kulit mereka yang masih sensitif. Tip-tip dalam upaya mencegah luka bakar pada anak sangatlah diperlukan untuk menjaga agar anak Anda tetap selamat.
Berikut ini tip-tip yang dapat Anda lakukan untuk mencegah luka bakar.
O Sediakan alat pemadam api di dalam rumah, pilih yang ringan dan kuasai cara penggunaannya.
O Pasang alat pendeteksi asap di ruangan tertentu. Uji kembali alat tersebut setiap bulan dan ganti batrenya setiap 4 sampai 6 bulan.
O Jauhkan korek api dari jangkauan anak-anak. Berikan pengertian pada anak agar tidak bermain korek api dan benda lainnya yang dapat menimbulkan api.
O Atur pemanas air pada suhu 48,8°C, agar kulit anak tidak terbakar oleh air yang keluar dari keran.
O Pastikan air tidak terlalu panas sebelum Anda memasukan anak ke dalam bak mandi. Masukan siku Anda untuk menguji panas air.
O Beri pengertian dan ajari anak untuk berguling di lantai apabila pakaiaannya terbakar api.
O Jauhkan anak dari kompor, setrika, dan alat pengering rambut serta alat lainya yang dapat menimbulkan luka bakar. Masukan dan matikan alat-alat tersebut ketika sedang tidak digunakan.
O Hindari memangku anak ketika Anda sedang meminum minuman panas seperti kopi.
O Hindari menggendong anak ketika Anda sedang memasak di dekat kompor.
O Ajari anak-anak hal-hal yang perlu dilakukan apabila terjadi kebakaran.
Artikel Yang Berkaitan
1. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
2. Pendarahan Pada Tali Pusat.
3. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
4. Jerawat Pada Bayi.
5. Jika Anak Mengalami Kejang.
6. Demam Pada Anak.
6. Terapi Untuk Anak Autis.
8. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
9. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
10. Radang Telinga Pada Anak.
11. Merawat Dan Pengobatan Penyakit Typhus.
12. Kenali Gejala Typhus Pada Anak.
Berikut ini tip-tip yang dapat Anda lakukan untuk mencegah luka bakar.
O Sediakan alat pemadam api di dalam rumah, pilih yang ringan dan kuasai cara penggunaannya.
O Pasang alat pendeteksi asap di ruangan tertentu. Uji kembali alat tersebut setiap bulan dan ganti batrenya setiap 4 sampai 6 bulan.
O Jauhkan korek api dari jangkauan anak-anak. Berikan pengertian pada anak agar tidak bermain korek api dan benda lainnya yang dapat menimbulkan api.
O Atur pemanas air pada suhu 48,8°C, agar kulit anak tidak terbakar oleh air yang keluar dari keran.
O Pastikan air tidak terlalu panas sebelum Anda memasukan anak ke dalam bak mandi. Masukan siku Anda untuk menguji panas air.
O Beri pengertian dan ajari anak untuk berguling di lantai apabila pakaiaannya terbakar api.
O Jauhkan anak dari kompor, setrika, dan alat pengering rambut serta alat lainya yang dapat menimbulkan luka bakar. Masukan dan matikan alat-alat tersebut ketika sedang tidak digunakan.
O Hindari memangku anak ketika Anda sedang meminum minuman panas seperti kopi.
O Hindari menggendong anak ketika Anda sedang memasak di dekat kompor.
O Ajari anak-anak hal-hal yang perlu dilakukan apabila terjadi kebakaran.
Artikel Yang Berkaitan
1. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
2. Pendarahan Pada Tali Pusat.
3. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
4. Jerawat Pada Bayi.
5. Jika Anak Mengalami Kejang.
6. Demam Pada Anak.
6. Terapi Untuk Anak Autis.
8. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
9. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
10. Radang Telinga Pada Anak.
11. Merawat Dan Pengobatan Penyakit Typhus.
12. Kenali Gejala Typhus Pada Anak.
Rabu, 24 November 2010
Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit
Untuk mendapatkan pertolongan secepatnya mengenai penyakit yang diderita anak Anda terkadang kita perlu menghubungi dokter atau rumah sakit. Karena semakin dini penyakit ditangani maka akan semakin cepat atau dapat dengan mudah disembuhkan. Berikut adalah saat-saat Anda harus menghubungi dokter:
O Anak mengalami masalah pernafasan.
O Pendarahan yang terus menerus.
O Luka yang Merut Anda dapat menyebabkan kematian.
O Air seni dan tinja yang berdarah.
O Batuk yang berdarah.
O Diare dan tidak buang air kecil lebih dari 6 jam.
O Ubun-ubun bayi membengkak atau menyusut.
O Luka di dalam telinga atau telinga mengeluarkan darah cairan atau nanah.
O Anak Anda sulit untuk menelan makanan atau tidak mau makan.
O Anak Anda menderita demam atau leher kaku.
O Demam mencapai 37.7°C, jika umur bayi kurang dari 2 bulan.
O Demam mencapai 38.3°C, jika umur bayi antara 2-6 bulan.
O Demam mencapai 39.4°C, jika umur bayi antara 6 bulan- 2 tahun.
Artikel Yang Berkaitan
1. Pendarahan Pada Tali Pusat.
2. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
3. Jerawat Pada Bayi.
4. Jika Anak Mengalami Kejang.
5. Demam Pada Anak.
6. Terapi Untuk Anak Autis.
6. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
8. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
9. Radang Telinga Pada Anak.
10. Merawat Dan Pengobatan Penyakit Typhus.
11. Kenali Gejala Typhus Pada Anak.
O Anak mengalami masalah pernafasan.
O Pendarahan yang terus menerus.
O Luka yang Merut Anda dapat menyebabkan kematian.
O Air seni dan tinja yang berdarah.
O Batuk yang berdarah.
O Diare dan tidak buang air kecil lebih dari 6 jam.
O Ubun-ubun bayi membengkak atau menyusut.
O Luka di dalam telinga atau telinga mengeluarkan darah cairan atau nanah.
O Anak Anda sulit untuk menelan makanan atau tidak mau makan.
O Anak Anda menderita demam atau leher kaku.
O Demam mencapai 37.7°C, jika umur bayi kurang dari 2 bulan.
O Demam mencapai 38.3°C, jika umur bayi antara 2-6 bulan.
O Demam mencapai 39.4°C, jika umur bayi antara 6 bulan- 2 tahun.
Artikel Yang Berkaitan
1. Pendarahan Pada Tali Pusat.
2. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
3. Jerawat Pada Bayi.
4. Jika Anak Mengalami Kejang.
5. Demam Pada Anak.
6. Terapi Untuk Anak Autis.
6. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
8. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
9. Radang Telinga Pada Anak.
10. Merawat Dan Pengobatan Penyakit Typhus.
11. Kenali Gejala Typhus Pada Anak.
Sabtu, 06 November 2010
Pendarahan Pada Tali Pusat
Yaitu adanya cairan yang keluar di sekitar tali pusat bayi. Tetapi merupakan hal yang normal apabila pendarahan yang terjadi disekitar tali pusat dalam jumlah yang sedikit. Dimana, pendarahan tidak melebihi luasan uang logam dan akan berhenti melalui penekanan yang halus selama 5 menit. Selain itu perdarahan pada tali pusat juga bisa sebagi petunjuk adanya penyakit pada bayi.
Gejala yang terjadi
O Ikatan tali pusat lepas atau klem pada tali pusat lepas tapi masih menempel pada tali pusat.
O Kulit di sekitar tali pusat memerah dan lecet.
O Ada cairan yang keluar dari tali pusat. Cairan tersebut bisa berwarna kuning, hijau, atau darah.
O Timbul sisik di sekitar atau pada tali pusat.
Penanganan dini
O Jaga agar tali pusat tetap kering setiap saat. Kenakan popok di bawah tali pusat.
O Biarkan tali pusat terbuka, tidak tertutup pakaian bayi sesering mungkin.
O Bersihkan area di sekitar tali pusat. Lakukan setiap kali Anda mengganti popok. Gunakan kapas atau cotton bud dan cairan alkohol 70% yang dapat dibeli di apotek.
O Angkat tali pusat dan bersihkan tepat pada area bertemunya pangkal tali pusat dan tubuh. Tidak perlu takut hal ini akan menyakiti bayi Anda. Alkohol yang digunakan tidak menyengat. Bayi akan menangis karena alkohol terasa dingin. Membersihkan tali pusat dengan alkohol dapat membantu mencegah terjadinya infeksi. Hal ini juga akan mempercepat pengeringan dan pelepasan tali pusat.
O Jangan basahi tali pusat sampai tidak terjadi pendarahan lagi. Tali pusat akan terlepas, dimana seharusnya tali pusat aka terlepas dalam waktu 1-2 minggu. Tapi, yang perlu diingat adalah jangan menarik tali pusat, walaupun sudah terlepas setengah bagian.
O Hindari penggunaan bedak atau losion di sekitar atau pada tali pusat.
Segera hubungi dokter jika :
O Tali pusat belum terlepas dalam waktu 3 minggu.
O Klem pada pangkal tali pusat terlepas.
O Timmbul garis merah pada kulit di sekitar tali pusat.
O Bayi menderita demam.
O Adanya pembengkakan atau kemerah-merahan di sekitar tali pusat.
O Timbul bau yang tidak enak di sekitar tali pusat.
O Timbulnya bintil-bintil atau kulit melepuh di sekitar tali pusat.
O Terjadi pendarahan yang berlebihan pada tali pusat. Pendarahan melebihi ukuran luasan uang logam.
O Pendarahan pada tali pusat tidak berhenti walaupun sudah di tekan.
Artikel Yang Berkaitan
1. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
2. Jerawat Pada Bayi.
3. Jika Anak Mengalami Kejang.
4. Demam Pada Anak.
5. Terapi Untuk Anak Autis.
6. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
7. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
8. Radang Telinga Pada Anak.
9. Merawat Dan Pengobatan Penyakit Typhus.
10. Kenali Gejala Typhus Pada Anak.
Gejala yang terjadi
O Ikatan tali pusat lepas atau klem pada tali pusat lepas tapi masih menempel pada tali pusat.
O Kulit di sekitar tali pusat memerah dan lecet.
O Ada cairan yang keluar dari tali pusat. Cairan tersebut bisa berwarna kuning, hijau, atau darah.
O Timbul sisik di sekitar atau pada tali pusat.
Penanganan dini
O Jaga agar tali pusat tetap kering setiap saat. Kenakan popok di bawah tali pusat.
O Biarkan tali pusat terbuka, tidak tertutup pakaian bayi sesering mungkin.
O Bersihkan area di sekitar tali pusat. Lakukan setiap kali Anda mengganti popok. Gunakan kapas atau cotton bud dan cairan alkohol 70% yang dapat dibeli di apotek.
O Angkat tali pusat dan bersihkan tepat pada area bertemunya pangkal tali pusat dan tubuh. Tidak perlu takut hal ini akan menyakiti bayi Anda. Alkohol yang digunakan tidak menyengat. Bayi akan menangis karena alkohol terasa dingin. Membersihkan tali pusat dengan alkohol dapat membantu mencegah terjadinya infeksi. Hal ini juga akan mempercepat pengeringan dan pelepasan tali pusat.
O Jangan basahi tali pusat sampai tidak terjadi pendarahan lagi. Tali pusat akan terlepas, dimana seharusnya tali pusat aka terlepas dalam waktu 1-2 minggu. Tapi, yang perlu diingat adalah jangan menarik tali pusat, walaupun sudah terlepas setengah bagian.
O Hindari penggunaan bedak atau losion di sekitar atau pada tali pusat.
Segera hubungi dokter jika :
O Tali pusat belum terlepas dalam waktu 3 minggu.
O Klem pada pangkal tali pusat terlepas.
O Timmbul garis merah pada kulit di sekitar tali pusat.
O Bayi menderita demam.
O Adanya pembengkakan atau kemerah-merahan di sekitar tali pusat.
O Timbul bau yang tidak enak di sekitar tali pusat.
O Timbulnya bintil-bintil atau kulit melepuh di sekitar tali pusat.
O Terjadi pendarahan yang berlebihan pada tali pusat. Pendarahan melebihi ukuran luasan uang logam.
O Pendarahan pada tali pusat tidak berhenti walaupun sudah di tekan.
Artikel Yang Berkaitan
1. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
2. Jerawat Pada Bayi.
3. Jika Anak Mengalami Kejang.
4. Demam Pada Anak.
5. Terapi Untuk Anak Autis.
6. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
7. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
8. Radang Telinga Pada Anak.
9. Merawat Dan Pengobatan Penyakit Typhus.
10. Kenali Gejala Typhus Pada Anak.
Jumat, 05 November 2010
Sisik Pada Kulit Kepala Bayi
Sisik yang biasanya terdapat pada kepala kulit bayi berasal dari minyak tubuh dan kulit mati yang menumpuk di kepala. Kulit kepala bersisik bisa terjadi pada bayi. Sisik ini tampak buruk, tetapi tidak akan membuat bayi gatal atau sakit. Sisik pada kulit kepala ini akan timbul saat usia bayi Anda 1 minggu, dan akan hilang setelah 2 minggu perawatan dan dapat muncul kembali.
Gejala yang timbul.
O Kulit kering kekuningan, berminyak, atau bersisik yang timbul di kepala bayi.
O Kulit kering bersisik juga timbul di dahi, alis, atau bangian belakang telinga.
Penanganan dini.
O Cuci kepala bayi menggunakan sampo bayi sehari sekali.
O Sikat kepala bayi pelan-pelan menggunakan sikat yang lembut pada saat Anda menggunakan sampo pada bayi. Tindakan ini akan mengangkat sisik dan kerak dari kepala bayi. Bersihkan sisik dari kepala bayi menggunakan sisir bergigi halus. Selanjutnya bilas dengan air sampai benar-benar bersih.
O Apabila sisik atau kerak terlalu tebal, oleskan dan usap kepala bayi menggunakan minyak bayi. Cuci kepala bayi menggunakan sampo 30 menit kemudian.
O Ketika dibersihkan, rambut bayi mungkin ikut rontok. Hal ini tak jadi masalah karena rambut akan tumbuh kembali.
Segera hubungi dokter jika:
O Sisik atau kerak tidak hilang juga setelah pembersihan dan pencucian setiap hari selama dua minggu.
O Bayi menderita ruam berair di bagian belakang telinga.
Artikel Yang Berkaitan
1. Jerawat Pada Bayi.
2. Jika Anak Mengalami Kejang.
3. Demam Pada Anak.
4. Diagnosis Dan Cara mengobati Cacingan Pada Anak.
5. Cacingan Dapat Menurunkan Fungsi Kongnitif pada Anak.
6. Radang Telinga Pada Anak.
7. Merawat dan Mengobati Penyakit Typhus.
8. Kenali gejala Typhus Pada Anak.
9. Radang Otak (Meningitis) Pada Anak.
Gejala yang timbul.
O Kulit kering kekuningan, berminyak, atau bersisik yang timbul di kepala bayi.
O Kulit kering bersisik juga timbul di dahi, alis, atau bangian belakang telinga.
Penanganan dini.
O Cuci kepala bayi menggunakan sampo bayi sehari sekali.
O Sikat kepala bayi pelan-pelan menggunakan sikat yang lembut pada saat Anda menggunakan sampo pada bayi. Tindakan ini akan mengangkat sisik dan kerak dari kepala bayi. Bersihkan sisik dari kepala bayi menggunakan sisir bergigi halus. Selanjutnya bilas dengan air sampai benar-benar bersih.
O Apabila sisik atau kerak terlalu tebal, oleskan dan usap kepala bayi menggunakan minyak bayi. Cuci kepala bayi menggunakan sampo 30 menit kemudian.
O Ketika dibersihkan, rambut bayi mungkin ikut rontok. Hal ini tak jadi masalah karena rambut akan tumbuh kembali.
Segera hubungi dokter jika:
O Sisik atau kerak tidak hilang juga setelah pembersihan dan pencucian setiap hari selama dua minggu.
O Bayi menderita ruam berair di bagian belakang telinga.
Artikel Yang Berkaitan
1. Jerawat Pada Bayi.
2. Jika Anak Mengalami Kejang.
3. Demam Pada Anak.
4. Diagnosis Dan Cara mengobati Cacingan Pada Anak.
5. Cacingan Dapat Menurunkan Fungsi Kongnitif pada Anak.
6. Radang Telinga Pada Anak.
7. Merawat dan Mengobati Penyakit Typhus.
8. Kenali gejala Typhus Pada Anak.
9. Radang Otak (Meningitis) Pada Anak.
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Secara tradisional usia kehamilan sering dinyatakan dalam bulan. Untuk mengkonversinya ke dalam hitungan minggu, tentu sangat mudah. Satu b...
-
Sebenarnya perkembangan bayi akan sangat dipengaruhi rangsangan atau stimulasi yang kita berikan. Stimulasi itu dapat berupa aktivitas yang ...
-
Penyakit ini bukanlah penyakit yang asing di telinga kita, karena cukup banyak anak di Indonesia yang terjangkit penyakit ini. Bahkan diperk...
-
Biang keringat atau ruam panas pada bayi meruakan bintik-bintik kecil yang dapat muncul di seluruh bagian tubuh bayi, biasanya timbul pada c...
-
Kehamilan sungsang atau posisi sungsang adalah posisi dimana bayi di dalam rahim berada dengan kepala di atas sehingga pada saat persali...
-
Impetigo merupakanh infeksi kulit yang mudah untuk menjalar/menular. Kebanyakan impetigo menyerang bayi dan anak-anak, yang ditandai dengan ...
-
Perawatan dan pengobatan demam tifoid ( Typhoid fever ) adalah dengan meniadakan serangan kuman mempercepat pembasmian kuman, memperpendek ...
-
Yaitu adanya cairan yang keluar di sekitar tali pusat bayi. Tetapi merupakan hal yang normal apabila pendarahan yang terjadi disekitar tali ...
-
Diare merupakan penyakit dimana penderita mengalami perangsangan buang air besar dan terus-menerus dimana tinja atau feses sangat lunak dan ...
-
Radang otak atau sering dikenal dengan meningitis merupakan peradangan di selaput-selaput otak yang disebut meningen, yang mengelilingi otak...













