Selasa, 05 Oktober 2010

Cara Menghitung Usia Kehamilan dan Hari Perkiraan Lahir

Secara tradisional usia kehamilan sering dinyatakan dalam bulan. Untuk mengkonversinya ke dalam hitungan minggu, tentu sangat mudah. Satu bulan kita rata-ratakan 30 hari ( bukan 4 minggu, kurang tepat), selanjutnya usia kehamilan dalam minggu yang disebut oleh SpOG dikalikan 7 didapat usia hamil dalam hari, selanjutnya dibagi 30 hari. Contoh: Usia kehamilan 30 mg x 7 = 210 hari, 210 hari : 30 = 7 bulan. Sehingga usia hamil cukup bulan 40 minggu = 9 bulan 10 hari.

Pembagian usia kehamilan juga sering dibagi per tiga bulanan (trimester). Trimester pertama berarti kehamilan 0 – 14 minggu, trimester kedua berarti kehamilan 14 – 28 minggu, dan trimester ketiga berarti kehamilan 28 – 42 minggu.

Sekalipun bidan atau dokter dapat memperkirakan usia kehamilan Anda, akan lebih baik jika Anda mengetahui cara menghitung usia kehamilan sendiri. Menghitung usia kehamilan berguna untuk pemeriksaan, penjagaan kesehatan, dan memperkirakan kapan saatnya bayi akan lahir.

Perhitungan Usia Kehamilan.

1). Kapan haid terakhir/hari pertama haid terakhir (HPHT)

Pada umumnya penghitungan dilakukan mulai saat haid selesai. Memang secara medis bisa dilakukan seperti itu dengan catatan waktu terjadinya pelepasan sel telur diketahui pasti dalam hal ini dapat dilihat dengan ultrasonografi (USG) dan penghitungan seperti ini menghasilkan usia kehamilan cukup bulan 38 minggu.

Karena tidak praktis maka cara menghitung yang dipakai ialah dengan menghitung kapan tanggal hari pertama haid terakhir Anda. Begitu bulan berikutnya Anda tidak haid, maka sudah dihitung sebagai hitungan 1 bulan. Ini dapat dihitung apabila siklus haid normal. Dengan cara ini didapatkan usia kehamilan cukup bulan 40 minggu (280 hari).

2). Menghitung tinggi puncak rahim (fundus uteri).

Secara sederhana ada patokan penetuan usia kehamilan berdasarkan tingginya puncak rahim ibu saat diraba pada dinding perut. Ada 3 patokan, pertama: setinggi pusat = usia hamil 6 bulan, kedua: antara pusat - ujung tulang dada = 8 bulan dan terakhir antara pusat - pinggir atas tulang kemaluan (dibagian atas bulu kemaluan) = usia hamil 4 bulan. Bagaiman jika tinggi puncak rahim tidak berada pada tiga patokan diatas? Ya betul sekali: maka usia hamil kira-kira berada antara patok-patok diatas yaitu 5 bulan dan antara 7 bulan.


3). Deteksi denyut jantung janin pertama kali.

Jika dalam pemeriksaan dokter dapat mendengar detak janin untuk pertama kali, maka dapat diperkirakan usia janin sudah mencapai 12 minggu. Ukuran ini kurang begtu valid karena detak jantung usia ini masih sangat lemah.

4). Deteksi gerakan janin pertama kali.

Saat janin bergerak untuk pertama kalinya, diperkirakan usia kehamilan mencapai 18 minggu atau 4,5 bulan. Pada kehamilan pertama, ibu biasanya merasakan gerakan janin pada usia 5 bulan. Perhitungan ini keakuratannya tidak bisa dijadikan standar umum karena gerakan ini cukup lemah dan bisa jadi Anda sendiri tidak begitu merasakannya. Namun demikian, cara ini cukup bisa membantu untuk memastikan usia kehamilan. Semakin tua usia kehamilan semakin kuat gerakan janinnya.

5) Ultrasonografi (USG).

Penentuan usia kehamilan dapat dilakukan pula dengan melihat biometri janin, seperti panjang janin, lebar otak, ukuran jantung, ukuran ginjal, dan sebagainya. Alat ini cukup valid untuk memastikan usia kehamilan Anda.

Perhitungan Hari Perkiraan Lahir (HPL).

Untuk menghitung HPL, caranya mudah. Yang perlu anda ingat adalah Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). Penghitungannya dilakukan dengan menggunakan rumus Naegele. Dimana cara menghitungnya yaitu hari pertama haid terakhir ditambah 7 hari, bulan dikurangi 3, dan tahunnya ditambah 1. Untuk haid terakhir di bulan Januari, Februari, dan Maret, bulannya ditambah 9, dan tahunnya tetap.

Misalnya, tanggal pertama haid terakhir adalah tanggal 10 Oktober 2010. Maka perkiraan lahirnya adalah 17 (20 + 7), bulan 7 (10-3), tahun 2011, atau 17 Juli 2011. Atau jika tanggal haid terakhir 10 Januari 2010, maka perkiraan lahirnya 17 (15+7), bulan 10 (1+9), tahun 2010, atau 17 Oktober 2010.

Penghitungan ini akan mendekati ketepatan jika siklus haid teratur (28-30 hari). Dominannya, bayi lahir 2 minggu sebelum atau sesudah penghitungan. Penghitungan akan susah dilakukan jika siklus haid tidak teratur atau karena lupa mengingat tanggal pertama haid terakhirnya.

Usia kehamilan normal

Rata-rata usia kehamilan normal adalah 9 bulan 10 hari terhitung dari hari pertama haid terakhir (2 minggu sebelum pembuahan). Tapi, bisa saja kehamilan ini berlangsung kurang dari 40 minggu (sekitar 38 minggu) atau lebih dari 40 minggu (42 minggu).

Dalam praktek sehari-hari kadang-kadang ibu2 bidan lupa mengingatkan batas maksimal usia kehamilan, yang akibatnya sering terjadi kematian bayi dalam kandungan. Bisa juga bayi lewat bulan atau terlambat lahir, biasanya disebabkan oleh gangguan kelainan jalan lahir, atau karena ibu menderita diabetes mellitus, atau keracunan kehamilan. Batas maksimal usia kehamilan secara internasional sudah disepakati 42 minggu=294 hari (WHO). Jika sampai usia tersebut belum lahir maka dilakukan pengakhiran kehamilan dengan rangsangan persalinan (induksi) atau dengan operasi cesar tergantung kondisi bayi.

Artikel Yang Berkaitan

1. Jika Posisi Janin Sungsang.
2. Mengenal Proses Persiapan, Kelahiran Dan Menyusui Bayi Kembar.
3. bagaimana Cara Mencegah Dan Mengatasi Depresi Setelah Melahirkan.
4. Mimisan (Epistaksis) Saat Hamil.
5. Mengatasi Susah Tidur Saat Hamil.
6. Waspadai TORCH Pada Kehamilan.

0 Komentar telah masuk:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...