Tampilkan postingan dengan label Manfaat Buah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manfaat Buah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Desember 2010

Khasiat buah Schisandra (Schisandra Chinensis)

Schisandra atau Magnolia Vinea (Schisandra Chinensis) umumnya di tanam di kebun. Tumbuhan ini tumbuh subur di hampir semua tanah, tetapi tempat yang paling baik untuk tumbuh dan berkembang adalah di tempat yang teduh dan terlindung. Buah schisandra banyak ditemukan di Tiongkok. Belum diketahui secara pasti penyebaran dan kemungkinan pembudidayaannya di Indonesia. Namun yang pasti tanaman ini bermanfaat bagi kesehatan.

Di dalam kitab herbal kuno dari Cina, Sheng Nun Pen Tsao Ching, disebutkan bahwa Schisandra berupakan herbal “papan atas” yang biasa digunakan untuk mengobati berbagai gangguan penyakit - terutama sebagai penguat liver dan pembersih paruparu. Disamping itu digunakan juga untuk kasus-kasus kelelahan fisik dan insomnia.

Dalam pengobatan tradisonal Cina, Schisandra Berry juga dikenal sebagai Wu Wei Zi (herbal 5 rasa). Buah schisandra memang memiliki 5 rasa, yaitu manis, asam, pedas, asin dan pahit. Sedangkan di dunia Barat biasa dikenal sebagai Magnolia Vine.

Kandungan buah Schisandra

Bahan aktif yang terdapat di dalam buah schisandra yaitu, antara lain:

O Asam

O Glutation(bahasa Inggris: glutathione, GSH) adalah tripeptida intraselular berbentuk Gamma-Levo-glutamil-L-sisteinil-glisina, dengan berbagai kegunaan, antara lain, detoksifikasi, antioksidan, pemeliharaan status tiol dan modulasi proliferasi sel.

O Lignan (terdiri dari Schizandrin, Deoxyschisandrin, Gomisin, Pregomisin) 19% dari berat buah Schisandra terdiri atas lignan, yang terkandung di dalam bijinya. Buah Schisandra mengandung 30 macam lignan. Kadang kala, lignan digambarkan sebagai fitoestrogen yang fungsinya mampu melindungi liver dan meregenerasi sel liver yang sempat rusak.

O Fitosterol.

O Vitamin C dan E.

Khasiat


O Schisandra berry utamanya berperan sebagai pembersih tubuh (detoksifikasi). Para peneliti di Cina meyakini bahwa Schisandra (Wu Wei Zi) mampu mendetoks tubuh, membuang parasit dan meningkatkan supply energi ke organ-organ vital.

O Schisandra juga mempunyai khasiat menekan efek samping dari kemoterapi dan pengobatan dengan radiasi (penyinaran).

O Kandungan bahan aktif Lignan dalan Schisandra akan melindungi lever dengan cara merangsang sel-sel tubuh yang menghasilkan antioksidan.

O Sebagai adaptogen Schisandra membantu menangkal

penyakit dan membantu tubuh beradaptasi terhadap stress, baik stress pikiran, stress fisik maupun stress karena bahan kimia.

O Schisandra merupakan tonik yang akan dapat mengembalikan vitalitas yang sempat menurun. Schisandra berry mampu meningkatkan tingkat energi tubuh.


Artikel Yang Berkaitan

1. Manfaat Yang Terkandung Dalam Buah Apel.
2. Manfaat Jeruk Nipis.
3. Lindungi Arteri Dengan Lycopene.

Sabtu, 23 Oktober 2010

Manfaat Yang Terkandung Dalam Buah Apel

Di dalam buah apel ternyata banyak memiliki kandungan vitamin, mineral serta unsur lain seperti fitokimian, serat, tanin, boron, asam tartar, dan lainnya. Dimana zat inilah yang sangat dipelukan bagi tubuh kita untuk mencegah dan menanggulangi berbagai penyakit. Berikut ini kandungan yang terdapat dalam buah apel serta manfaatnya bagi tubuh kita.

O Kaya vitamin

Buah apel kaya akan kandungan vitamin. Beberapa vitamin yang terdapat dalam buah apel misalnya vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B6, vitamin B9, vitamin C.

O Kaya mineral

Buah apel mengandung banyak mineral. Mineral dalam buah apel antara lain kalsium, magnesium, potasium, zat besi, dan zinc.

O Mengandung Kalium

Kandungan zat gizi yang menonjol pada apel adalah kalium, khususnya pada apel merah, serta pektin dan selulosa. Kalium merupakan mineral yang berfungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengatur pengiriman zat gizi ke sel-sel, mengendalikan keseimbangan cairan dalam jaringan dan sel tubuh, serta membantu mengatur tekanan darah.

Penelitian yang dilakukan oleh pakar dari Universitas California di San Diego, Amerika Serikat, menunjukkan, satu porsi buah yang banyak mengandung kalium dalam sehari, mampu menurunkan risiko terkena stroke (serangan otak) hingga 40%.

Riset tersebut diterapkan pada sekira 800 pria dan wanita yang berumur 50 tahun keatas, yaitu usia risiko tinggi untuk terkena serangan otak. Ternyata, konsumsi kalium konsentrasi tinggi lewat makanan bisa mengurangi tekanan darah, sehingga peluang terjadinya stroke menurun.

Apel terutama yang berwarna merah, tergolong memiliki kandungan kalium cukup tinggi. Setiap 100 gram bagian apel merah yang dapat dimakan terdapat kandungan sekira 203 mg kalium.

Memang masih lebih rendah bila dibandingkan dengan kalium yang ada di dalam pisang (435 mg), alpukat (278 mg), duku (232 mg) dan pepaya (221 mg). Akan tetapi masih lebih tinggi dibandingkan kandungan kalium pada sawo manila (181 mg), jeruk (162 mg), belimbing (130 mg), nenas (125 mg) dan anggur (111 mg). Karenanya, apel dianggap salah satu buah yang potensial dalam menurunkan risiko serangan otak.

O Mengandung Boron

Menurut penelitian US Apple Association pada tahun 1992, diberitakan bahwa apel mengandung boron yang membantu tubuh wanita mempertahankan kadar estrogen pada saat menopause. Gangguan penyakit pada saat menopause, seperti ancaman penyakit jantung dan kekeroposan tulang karena kurangnya hormon estrogen, bisa dicegah dengan boron yang terkandung dalam apel.

O Flavonoid Tertinggi

Telah banyak penelitian mengungkapkan bahwa apel, seperti buah-buahan lain, kaya akan serat, fitokimia, dan flavonoid. Hanya saja, menurut Institut Kanker Nasional Amerika Serikat, apel paling banyak mengandung flavonoid dibandingkan dengan buah-buahan lain.

Flavanoid bertindak sebagai antioksidan yang ditemukan terkonsentrasi di kulit apel. Dari penelitian ini diketahui, antioksidan lima kali lebih banyak melekat di kulit apel dari pada daging buahnya. Sehingga disarankan mencuci bersih buah dan mengkonsumsinya tanpa harus mengupas kulitnya sebelum Anda makan. Zat ini, menurut laporan tersebut, mampu menurunkan risiko kena penyakit kanker paru-paru sampai 50 persen.

O Quercetin

Quercetin merupakan zat yang dibutuhkan untuk meningkatkan kadar antioksidan sehingga tubuh terasa lebih sehat dan mencegah berbagai penyakit. Selain itu, hasil penelitian Mayo Clinic di Amerika Serikat pada tahun 2001 membuktikan bahwa quacertin, sejenis flavonoid yang terkandung dalam apel, dapat membantu mencegah pertumbuhan sel kanker prostat.

O Fitokimia

Fitokimia di dalam apel akan berfungsi sebagal antioksidan yang melawan kolesterol jahat (LDL, Low Density Lipoprotein), yang potensial menyumbat pembuluh darah. Antioksidan akan mencegah kerusakan sel-sel atau jaringan pembuluh darah. Pada saat bersamaan, antioksidan akan meningkatkan kolesterol baik (HDL, High Density Lipoprotein), yang bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah.

Kadar kolesterol yang terjaga dan zat antioksidan akan melindungi tubuh dari serangan jantung dan stroke. Ini terbukti pada sebuah studi di Finlandia tahun 1996, bahwa orang yang pola makannya mengandung fitokimia, berisiko rendah untuk kena penyakit jantung. Penelitian lain, sebagaimana dikutip the British Medical Journal mengungkapkan bahwa apel juga mencegah terjadinya stroke.

Zat fitokimia yang terdapat pada kulit apel ini, menurut sebuah penelitian di Cornell University Amerika Serikat, bermanfaat menghambat pertumbuhan sel kanker usus sebesar 43 persen. Fitokimia dan flavonoid secara bersama-sama dilaporkan juga menurunkan jumlah kejadian kanker paru-paru.

Sementara itu, sebuah penelitian lain di Welsh, Inggris, menunjukkan bahwa konsumsi buah apel secara teratur akan membuat paru-paru berfungsi lebih baik. Para peneliti yakin fungsi pernapasan akan lebih baik karena kandungan fitokimia di dalam apel meredam efek negatif oksidan yang merusak organ tubuh.

O Asam D-glucaric

Tidak hanya itu, kandungan pektin (serat larut yang dikandung buah-buahan dan sayuran), telah diteliti dan terbukti menurunkan kadar kolesterol di dalam darah. Secara spesilik pada sebuah penelitian awal, terbukti bahwa dalam apel ditemukan asam D-glucaric yang berinanfaat mengatur kadar kolesterol. Disebutkan dalam penelitian tersebut, jenis asam ini mampu mengurangi kolesterol sampai 35 persen.

O Kaya Serat

Apel mengandung serat dalam jumlah banyak. Selulosa, adalah serat yang tidak larut (dalam air) yang berada pada kulit apel. Sedangkan, pektin adalah tipe serat larut yang banyak dijumpai pada daging buah apel.

Serat tak larut, khususnya selulosa selain beberapa hemiselulosa dan lignin, dapat mempercepat perjalanan sisa makanan melintasi saluran percerna. Sementara serat larut dapat menimbulkan efek sebaliknya, memperlambat 'lalu lintas' sisa makanan.

Kedua bentuk serat ini sebenarnya sama-sama memunyai kekuatan mencuci perut. Kedua jenis serat dapat menyerap air dan membuat tinja lebih besar. Maka, jangan heran jika penderita konstipasi (sulit buang air besar), konsumsi apel utuh alias beserta kulitnya sangat dianjurkan.

Kandungan serat apel terhitung tinggi, sebesar lima gram untuk setiap buah berukuran sedang. Jumlah ini lebih tinggi daripada kandungan serat pada kebanyakan produk sereal. Serat ini bermanfaat untuk melancarkan pencernaan dan menurunkan berat badan.

Buah ini hampir tanpa lemak dan kolesterol, sehingga cocok dimasukkan sebagai menu orang yang sedang berdiet. Keluhan seperti sembelit pada orang diet, tidak akan terjadi bila orang tersebut memasukan apel sebagai bagian dari menunya.

O Asam tartar

Meski bermanfaat mengatasi sembelit, buah apel juga punya khasiat meredakan diare. Ini menurut Miriam Polunnin dalam bukunya “Healing Foods”. Menurut buku tersebut, apel sangat bermanfaat untuk pencernaan. Zat ini mampu membunuh bakteri yang ada dalam saluran pencernaan.

O Tanin

Di samping kandungan zat-zat yang telah disebutkan di atas. Apel juga mengandung tannin berkonsentrasi tinggi. Tannin ini, seperti ditulis “Jurnal American Dental Association” pada tahun 1998, mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi dan penyakit gusi yang disebabkan oleh tumpukan plak. Tidak hanya itu, tannin juga berfungsi mencegab infeksi saluran kencing dan menurunkan risiko penyakit jantung.

Artikel Yang Berkaitan.

1. Manfaat Jeruk Nipis
2. Lindungi Arteri Dengan Lycopene.
3. Berbagai Jenis Teh dan Manfaatnya Bagi Tubuh.
4. Bai Buruk Kopi Bagi Tubuh.
5. Mengenal Fungsi, Jenis dan Akibat Kekurangan Vitamin.
6. Menjaga Stamina Untuk Bahagia.

Jumat, 22 Oktober 2010

Manfaat Jeruk Nipis (Citrus Auranfolia)

Banyak unsur senyawa kimia yang terkandung dalam jeruk nipis yang sangat bermanfaat dan membantu dalam masalah kesehatan Anda. Seperti halnya linalina setat, limonen, geranil asetat, sitral dan fellandren. Di dalam 100 gram buah jeruk nipis mengandung: vitamin C 27 mg kalsium 40 mg, fosfor 22 miligram, hidrat arang 12,4 g, vitamin B 1 0,04 mg, zat besi 0,6 mg, lemak 0,1 g, kalori 37 kkal, protein 0,8 g dan air 86 g. Jeruk nipis mengandung unsur-unsur senyawa kimia antara lain limonen, linalin asetat, geranil asetat, fellandren, sitral dan asam sitrat.

Dengan kandungan yang melimpah yang terdapat pada jeruk nipis tersebut, tak heran jika jeruk nipis ampuh menghadang amandel, ambien, sesak nafas, influenza, batuk, sakit panas, sembelit, terlambat haid, perut mules saat haid, disentri, perut mulas, lelah, bau badan, keriput wajah. Tak kalah pentingnya, jeruk nipis mampu menghambat pembentukan kristal oksalat yang merupakan penyebab penyakit batu ginjal.

Jeruk nipis yang sejak dulu kita kenal sebagai tanaman herbal penyembuh batuk ini, ternyata juga memiliki unsur yang dapat mewangikan mulut. Seperti yang kita ketahui, bau mulut kadang menyertai selama kita melakukan puasa. Aroma nafas yang kurang sedap ini bisa menjadi persoalan yang besar karena dapat mengurangi kepercayaan diri dan ini sangat mengganggu aktifitas Anda.

Kandungan limonen pada buah jeruk nipis diyakini berkhasiat sebagai aromatik yang mengharumkan dan menyegarkan. Sedangkan untuk menyegarkan nafas dan menghilangkan bau mulut, Anda dapat memeras jeruk nipis tambhkan dengan sedikit madu, aduk dan minum 1-2 sendok larutan ini setiap hari.

Artikel Yang Berkaitan.

1. Makanan Untuk Membantu Menurunkan Berat Badan.
2. Pemanis Buatan Bagi Penderita Diabetes Melitus (DM).
3. Berbagai Jenis Teh Dan Manfaatnya Bagi Tubuh.
4. Baik Buruk Kopi Bagi Tubuh Anda.
5. Mengenal Fungsi, Jenis dan Akibat Kekurangan Vitamin.
6. Lindungi Arteri Dengan Lycopene.

Senin, 13 September 2010

Lindungi Arteri Dengan Lycopene

Lycopene adalah suatu karotenoid yang berada satu kelompok dengan betakaroten. Lycopene merupakan pigmen yang memberi warna merah pada tomat, jambu biji, dan semangka. Lycopene (C40H56), adalah senyawa fitokimia (disintesa oleh tumbuhan dan mikroorganisme) yang larut dalam lemak. Tubuh manusia tidak dapat mensintesa lycopene, sehingga untuk memenuhi kebutuhannya, manusia harus mendatangkannya dari luar tubuh melalui makanan. Di dalam tubuh, lycopene disimpan di hati, paru-paru, kelenjar prostat, dan kulit. Konsentrasi lycopene di dalam tubuh cenderung lebih tinggi daripada konsentrasi karotenoid lain.

Lycopene tertinggi secara alamiah ditemukan pada buah semangka, tomat dan grapefruit pink. Pada buah tomat yang dikenal sebagai sumber vitamin A dan vitamin C, tomat diketahui sebagai sumber utama lycopene, suatu komponen aktif yang berperan sebagai antioksidan.

Antioksidan pada lycopene mempunyai peranan yang tertinggi di antara karotenoid yang sudah dikenal. Lycopene memiliki kemampuan untuk menetralkan radikal bebas, terutama yang dihasilkan oleh reaksi metabolisme selular (suatu jenis radikal bebas yang sangat reaktif di dalam tubuh). Sebagai antioksidan, lycopene memiliki kemampuan mencegah reaksi oksidasi oleh radikal bebas masing-masing dua kali dan sepuluh kali kemampuan beta-karoten (vitamin A) dan alpha-tokoferol (vitamin E).

Lycopene dewasa ini sangat penting peranannya dalam dunia kesehatan, bukan hanya karena perannya dalam memberi warna pada buah tetapi karena kemampuannya yang menakjubkan untuk memadamkan radikal oksidatif yang berperan dalam proses penuaan dan beberapa penyakit degeneratif.

Beberapa studi juga menunjukkan bahwa lycopene dapat mencegah kanker prostat, kanker payudara, dan penyakit yang berkaitan dengan arteri koroner. Lycopene dapat mengurangi oksidasi low density lipoprotein dan membantu menurunkan kadar kolesterol darah. Lycopene dapat mengurangi risiko penyakit degenerasi macular (gangguan penglihatan yang berkaitan dengan bertambahnya usia); oksidasi serum lipid; dan mencegah kanker paru, kandung kemih, cervix (leher rahim), dan kulit.

Sebuah setudi dewasa ini juga menemukan, bahwa perempuan dengan kadar antioksidan lycopene tertinggi berkemungkinan 33% lebih rendah mengembangkan penyakit jantung dibanding dengan yang punya kadar terendah. Lycopene membantu membersihkan kolestrol perusak dari arteri dan melindungi sistem kardiovaskuler secara keseluruhan dari efek stres yang berbahaya ini. Untuk meningkatkan lycopene, bisa dengan mendapatkan suplemen dosis 10 mg. Selain yang alamiah dengan memakan buah tomat semangka ataupun grapefruit pink sekarang ini sudah banyak sekali produsen multivitamin yang memasukan lycopene ke dalam formula multivitamin harian. jadi jika anada meminum suplemen multivitamin, kemungkinan anda sudah mendapatkan lycopene.