Tampilkan postingan dengan label Menyusui. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menyusui. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Oktober 2010

Perawatan Payudara Saat Kehamilan dan Setelah Melahirkan

Perawatan payudara bagi wanita yang akan menyusui memang sangatlah penting. Dimana perawatan tersebut bisa dimulai pada saat kehamilan (ante natal), yaitu pada usia kehamilan 5 atau 6 bulan dan pada saat setelah melahirkan (post partum).

Pada saat kehamilan (ante natal).

Pada saat wanita hamil, biasanya terjadi perubahan-perubahan pada tubuhnya. Perubahan itu diataranya, berat badan yang bertambah, perubahan pada kulit, perubahan pada payudara dan lain-lain yang secara alamiah memang dipersiapkan untuk menyambut datangnya si buah hati.

Perawatan payudara sangat penting dilakukan selama hamil sampai masa menyusui. Hal ini karena payudara merupakan satu-satunya penghasil ASI yang merupakan makanan pokok bayi yang baru lahir sehingga harus dilakukan sedini mungkin. Inilah karunia Tuhan yang sangat besar bagi kaum wanita di mana ASI merupakan makanan paling cocok bagi bayi, komposisinya paling lengkap, dan tidak bisa ditandingi susu formula buatan manusia manapun.

Manfaat perawatan payudara selama kehamilan.

*. Menjaga kebersihan payudara terutama kebersihan puting susu.

*. Melenturkan dan menguatkan puting susu sehingga memudahkan bayi untuk menyusu.

*. Merangsang kelenjar-kelenjar air susu sehingga produksi ASI banyak dan lancar.

*. Dapat mendeteksi kelainan-kelainan payudara secara dini dan melakukan upaya untuk mengatasinya.

*. Mempersiapkan mental (psikis) ibu untuk menyusui.

Perawatan payudara yang dilakukan.

*. Perawatan pada puting susu.

Periksa puting susu untuk mengetahui apakah puting susu datar atau masuk ke dalam dengan cara memijat dasar puting susu secara perlahan. Puting susu yang normal akan menonjol keluar. Apabila puting susu tetap datar atau masuk kembali ke dalam payudara, maka sejak hamil 4 atau 5 bulan harus dilakukan perbaikan agar bisa menonjol.

Caranya adalah dengan menggunakan kedua jari telunjuk atau ibu jari, daerah di sekitar puting susu diurut ke arah berlawanan menuju ke dasar payudara sampai semua daerah payudara. Dilakukan sehari dua kali selama 6 menit.

*. Umur kehamilan 6-9 bulan

a. Kedua telapak tangan dibasahi dengan minyak kelapa.

b. Puting susu sampai areola mamae (daerah sekitar puting dengan warna lebih gelap) dikompres dengan minyak kelapa selama 2-3 menit. Tujuannya untuk memperlunak kotoran atau kerak yang menempel pada puting susu sehingga mudah dibersihkan. Jangan membersihkan dengan alkohol atau yang lainnya yang bersifat iritasi karena dapat menyebabkan puting susu lecet.

c. Kedua puting susu dipegang lalu ditarik, diputar ke arah dalam dan ke arah luar (searah dan berlawanan jarum jam).

d. Pangkal payudara dipegang dengan kedua tangan, lalu diurut ke arah puting susu sebanyak 30 kali sehari.

e. Pijat kedua areola mamae hingga keluar 1-2 tetas.

f. Kedua puting susu dan sekitarnya dibersihkan dengan handuk kering dan bersih.

g. Pakailah BH yang tidak ketat dan bersifat menopang payudara, jangan memakai BH yang ketat dan menekan payudara.

Perawatan setelah melahirkan (post partum).

Cara perawatannya yaitu bisa dilakukan sambil ibu duduk dibangku atau bisa juga saat ibu sebelum mau mandi sambil berdiri, sebelum memulai kita harus terlebih dahulu mempersiapkan sedikit peralatan seperti :


*. Handuk mandi bersih 2 buah

*.Waslap atau handuk kecil bersih untuk kompres 2 buah

*.Baskom kecil 2 buah masing-masing berisi air hangat dan air dingin

*. Kapas minimal 4 buah

*. Minyak kelapa bersih/baby oil

*. Mangkok plastic atau gelas untuk menampung air susu

Caranya pengurutan

*. Menempatkan handuk didaerah pundak ibu dan satunya lagi dibawah payudara lalu disatukan dengan yang dipundak.

*. Dekatkan tempat untuk menampung air susu, mungkin saja ada air susu yang menetes pada saat pengurutan nanti, bila perlu ditampung pada mangkok plastic.

*. Kompres putting susu dengan kapas yang sudah diberi minyak kelapa atau baby oil selama kurang lebih 5 menit, setelah itu bersihkan daerah aerola dan putting susu dengan menggunakan kapas tadi, lalu buang kapas kotor ketempat sampah.

*. Licinkan kedua tangan dengan minyak lalu tempatkan kedua telapak tangan tadi diatas kedua payudara.

Pengurutan 1

Lakukan pengurutan, arah pengurutan dimulai kearah atas kemudian kesamping, telapak tangan kiri dan telapak tangan kanan kearah sisi kanan. Selanjutnya diteruskan kearah bawah samping. Lakukan pengurutan ini sebanyak 20-30 kali.

Selanjutnya letakkan kedua telapak tangan disalah satu payudara bagian bawahnya edengan posisi telapak tangan yang satu diatas dan yang satu dibawah (posisi bertumpuk). Lalu digerakkan secara bergantian keatas sambil menyentuh sedikit payudara dan dilepas perlahan-lahan, lakukanlah sebanyak 20-30 kali.

Dilanjutkan dengan arah garukan yang terakhir adalah melintang yaitu tempatkan kedua telapak tangan dibawah kedua payudara kiri dan kanan, kemudian secara bersamaan digerak-gerakan keatassambil menyentuh sedikit payudara dan dilepas perlahan-lahan, lakukanlah sebanyak 20-30 kali.

Pengurutan II

Salah satu tangan menopang payudara sedang tangan yang lainnya mengurut payudara dari pangkal menuju putting susu dengan tangan dikepalkan dan mengurut dengan menggunakan buku-buku jari. Lakukanlah sebanyak 20-30 kali.

Pengurutan III

Pegang pangkal payudara dengan kedua tangan lalu urut dari pangkal payudara ke arah puting susu sebanyak 1 kali.

Pengurutan IV

Pijat puting susu hingga keluar cairan ASI dan tampung dengan tempat yang bersih (mangkok plastic atau gelas).

Merangsang payudara dengan mengompreskan air hangat dan air dingin secara bergantian dengan memakai waslap, dilakukan masing-masing selama 2 menit. Bisa juga dilakukan oleh ibu pada saat mandi dikamar mandi dengan menggunakan Waskom kecil berisi air hangat diguyur atau diciprat-cipratkan ke payudara dan untuk air dinginnya bisa dilakukan saat ibu mandi dengan air dingin. Selanjutnya dikeringkan dengan handuk dan alat-alat yang dipakai dibereskan.

Artikel Yang Berkaitan.

1. Cara Memberi ASI Pada Anak Dengan Keterbatasan.
2. Hambatan Yang Sering Terjadi Pada Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
3. Produksi Dan Komposisi Pada ASI.
4. Cara Menyimpan dan Memberikan ASI.
5. Tahapan-Tahapan Yang Terjadi Dalam Proses Inisiasi Menyusu Dini.
6. Inisiasi Menyusu Dini (IMD).

Jumat, 01 Oktober 2010

Cara Memberi ASI Pada Anak Dengan Keterbatasan

Supaya berhasil memberikan ASI pada anak, harus melihat anak secara keseluruhan. Makin sulit bagi anak mengendalikan gerakan badan, makin sulit juga baginya untuk menyusu, minum ataupun makan. Seorang anak dengan "Down Sindrom" (keterbelakangan mental) mempunyai masalah dalam menyusu sebab mulut dan bibirnya lemah, juga ada kesulitan dalam mengendalikan kepala.

Masalah dalam memberi makan pada anak CP lebih rumit lagi, sebab melibatkan gerakan mulut, kepala dan tubuh yang kurang terkendali, keseimbangan duduk kurang, cukup kesulitan dalam menekuk sendi paha ke depan untuk duduk, koordinasi mata-tangan yang kurang, dan kesulitan di dalam memegang dan membawa benda-benda ke mulut. Kita harus mempertimbangkan masalah di atas ketika mencoba untuk menolong anak supaya dapat menyusu, minum ataupun makan secara efektif.

Tidak cukup hanya dengan meletakan makanan dan minuman ke dalam mulut bagi anak yang mempunyai kesulitan dalam menghisap, makan dan minum. Pertama, kita harus mencari cara untuk membantu anak belajar menghisap, menelan, makan dan minum lebih normal dan efektif. Berikut ini adalah beberapa saran dalam memberikan ASI bagi anak dengan keterbatasan.

Posisi yang tepat untuk menyusui.

Pastikan bahwa anak dalam posisi yang baik sebelum Anda memulai memberi susu kepadanya. Posisi sangat menentukan di dalam pemberian makan menjadi lebih aman dan mudah, atau sebaliknya, menjadi lebih susah atau tidak aman.

Hindari posisi ini.

Jangan memberi ASI pada bayi disaat dia sedang terlentang dengan kepala mendongak, kenapa?

* Hal ini karena akan menyebabkan punggung menjadi kaku dan keras.

* Hal tersebut membuat pengisapan dan menelan menjadi lebih sulit.

* Kemungkinan tercekak lebih besar.

Posisi yang diharapkan

* Sedapat mungkin balikan badan anak menghadap badan Anda.

* Pegang di dalam posisi lebih tegak.

* Tahan pundak anak dan kedua tangannya ke depan.

* Tekan dada anak supaya kepalanya menekuk ke depan.

* Biarkan sendi paha dan lutut anak di tekuk, hal ini membantu menghindari kekakuan punggung, membuat pengisapan dan menelan lebih mudah, mengecilkan kemungkinan tercekak.

Artikel Yang Berkaitan

1. Hambatan Yang Sering Terjadi Pada Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
2. Produksi Dan Komposisi Asi.
3. Cara Menyimpan Dan Memberikan ASI.
4. Tahapan-Tahapan Yang Terjadi Dalam Proses Inisiasi Menyusu Dini.
5. Inisiasi Menyusu Dini (IMD).


Jumat, 03 September 2010

Hambatan Yang Sering Terjadi Pada Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Hanya dengan melewatkan waktu beberapa menit untuk memberikan kesempatan kepada bayi untuk mencari puting ibunya sesaat setelah dilahirkan, banyak bayi bisa diselamatkan. Bukan hanya bayinya, sang ibu pun akan lebih sehat dan juga terhindar dari pendarahan, yang merupakan momok yang menakutkan setelah melahirkan.

Namun pada pelaksanaannya banyak sekali gendala ataupun hambatan yang sering terjadi, karena kekurang tauan baik orang tua atau bahkan di kalangan medis sendiri. Adapun hambatan-hambatan yang sering terjadi pada pelaksanaan IMD, yaitu:

[1]. Biasanya orang tua takut bayinya kadinginan, karena bayi tdak segera dikenakan pakaian atau digedong seperti kebiasaan sebelumnya. Kontak kulit ibu dan bayi membuat tubuh bayi hangat, karena suhu tubuh ibu bersalin pada umumnya hangat. Bila bayi kedinginan, suhu tubuh ibu akan terpacu untuk lebih hangat.

[2]. Takut kalau bayi sulit bernafas karena ditengkurapkan selama kurang lebih satu jam. Bayi IMD mampu menjaga supaya hidungnya tidak tertutup/ sulit untuk bernafas. Bayi mampu mengangkat kepalanya dan menggeser kepalnya mendekati puting susu ibu

[3]. Dada dan payudara ibu masih kotor dan berkeringat, sehingga dikhawatirkan berbahaya bagi bayi. Bakteri yang ada pada kulit dada dan payudara yang dijilat bayi akan menjadi bakteri baik di usus bayi dan merangsang kekebalan tubuh bayi, sehingga bayi IMD jarang mengalami diare dan lebih sehat.

[4]. keluarga kasihan pada ibu yang baru melahirkan kecapean bila harus menopang bayi di dadanya. Ibu melihat buah hati yang ditunggunya sehat dan aktif di dadanya pasti akan lupa dengan rasa capek, rasa sakit saat melahirkan, karena rasa bahagia akan meningkatkan oksitosin dan mengurangi rasa sakit.

Kamis, 02 September 2010

Produksi dan Komposisi Pada ASI

Tanpa melihat apakah seorang ibu kelak akan menyusui bayinya atau tidak, buah dada ibu telah dipersiapkan untuk laktasi oleh hormon-hormon yang disekresi selama kehamilan. Selama kehamilan ini jumlah alveoli meningkat dan mengalami perubahan-perubahan guna mempersiapkan produksi ASI.

Agar ASI dapat dikeluarkan, diperlukan hormon oksitosin yang disekresikan oleh glandula pituitaria posterior atas rangsangan isapan bayi. Oksitosin ini menyebabkan jaringan muskuler sekeliling alveoli berkontraksi yang dengan demikian mendorong ASI menuju ductus. Proses ini disebut dengan “let down” reflex.
Berdasarkan waktu diproduksinya, ASI dibagi menjadi 3, yaitu :

[1]. Kolostrum

a) Kolostrum yaitu ASI yang keluar dari hari pertama sampai hari ke4 setelah melahirkan.

b) Kolostrum merupakan cairan emas, cairan pelindung yang kaya zat anti infeksi dan berprotein tinggi.

c) Merupakan cairan yang pertama kali disekresi oleh kelenjar payudara, mengandung tissue debris dan residual material yang terdapat dalam alveoli dan duktus dari kelenjar payudara sebelum dan setelah masa puerperium.

d) Komposisi dari kolostrum ini dari hari ke hari selalu berubah.

e) Merupakan cairan viscous kental dengan warna kekuning kuningan, lebih kuning dibandingkan dengan susu yang matang.

f) Merupakan pencahar yang ideal untuk membersihkan mekonium dari usus bayi yang baru lahir dan mempersiapkan saluran pencernaan makanan bayi dan makanan yang akan datang.

g) Lebih banyak mengandung protein dibanding dengan ASI yang matur, tetapi berlainan dengan ASI yang matur. Pada kolostrum protein yang utama adalah globulin (gamma Globulin)

[2]. ASI Transisi/ Peralihan

ASI peralihan adalah ASI yang keluar setelah kolostrum sampai sebelum ASI matang, yaitu sejak hari ke-4 sampai hari ke-10. Selama dua minggu, volume air susu bertambah banyak dan berubah warna serta komposisinya. Kadar imunoglobulin dan protein menurun, sedangkan lemak dan laktosa meningkat.

[3]. ASI Matur

ASI matur disekresi pada hari ke sepuluh dan seterusnya. ASI matur tampak berwarna putih. Kandungan ASI matur relatif konstan, tidak menggumpal bila dipanaskan.
Air susu yang mengalir pertama kali atau saat lima menit pertama disebut foremilk. Foremilk lebih encer. Foremilk mempunyai kandungan rendah lemak dan tinggi laktosa, gula, protein, mineral dan air.
Selanjutnya, air susu berubah menjadi hindmilk. Hindmilk kaya akan lemak dan nutrisi. Hindmilk membuat bayi akan lebih cepat kenyang. Dengan demikian, bayi akan membutuhkan keduanya, baik foremilk maupun hindmilk.

Komposisi ASI terdiri atas berbagai macam faktor proteksi, yaitu :

[1]. Imunoglobulin : seperti lgA, lgM, lgD dan lgE

[2]. Lisozim : Terdapat dalam ASI sebanyak 6 – 300 ml/1.000 ml dan kadarnya bisa meningkat hingga 3.000 – 5.000 kal lebih banyak dibandingkan kadar lisozim dalam susu sapi. Enzim ini mempunyai fungsi bakteriostatik terhadap enterobakteria dan kuman gram (-), juga berperan sebagai pelindung terhadap berbagai macam virus.

[3]. Laktoperiodase : enzim ini bersama dengan perokdase hidrogen dan
tiosianat membantu membunuh streptococcus.

[4]. Faktor bifidus : merupakan karbohidrat yang mengandung nitrogen. Mempunyai konsentrasi di dalam ASI 40 kali lebih tinggi dibanding dengan konsentrasi yang ada di susu sapi. Fungsi faktor ini untuk mencegah pertumbuhan organisme yang tidak diinginkan, seperti kumanE.col i patogen. 5.
Faktor anti stafilokokus : merupakan asam lemak dan
melindungi bayi terhadap penyerbuan stafilokokus.

[6]. Laktdarierin dan transferin : protein-protein ini memiliki kapasitas mengikat Fe / zat besi dengan baik hingga mengurangi tersedianya zat besi bagi pertumbuhan kuman yang memerlukan.

[7]. Komponen komplemen : sistem komplemen terdiri dari 11 protein serum yang dapat dibedakan satu sama lain dan dapat diaktifkan oleh berbagai zat seperti antibodi, produksi kuman dan enzim. Komplemen C3 dan C4 terdapat dalam ASI. Dalam kolostrum terdapat konsentrasi C3 lebih tinggi hingga dalam keadaan aktif merupakan faktor pertahanan yang berarti.

[8]. Sel makrdariag dan netrdariil dapat melakukan fagositosis itu terhadap stafilokokus, E.coli dan Candida albicans.

[9]. Lipase : merupakan zat antivirus

Rabu, 01 September 2010

Cara Menyimpan Dan Memberikan ASI

Mungkin bagi wanita yang sedang menyusui sebaiknya mengetahui,bagaimana cara menyimpan dan memberikan ASI agar tidak terjadi sesuatu hal yang sifatnya merugikan sang anak. Memang banyak sekali yang menjadi penyebab kenapa ibu tidak dapat menyusui anaknya secara langsung tetapimenginginkan agar anaknya mendapatkan asupan gizi dari ASI setiap saat.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyimpan dan memberikan ASI setelah disimpan

[*] Simpan ASI pada wadah yang sebaiknya terbuat dari bahan yang mudah disterilkan, seperti botol bertutup rapat yang terbuat dari plastik atau gelas yang tahan panas atau kantong plastik polietilen (misal: plastik gula) dan tutup rapat-rapat.

[*] Cantumkan jam dan tanggal ASI diperah.

[*] Bila ASI tidak diberikan langsung, pastikan penampungan dan penyimpanannya telah steril dan tidak terkontaminasi.

[*] Bila akan diberikan dalam waktu 6 jam setelah pengambilan dapat disimpan dalam suhu ruangan, tak perlu disimpan di lemari pendingin.

[*] Di simpan didalam termos es atau termos yang diberi es batu bisa bertahan selama 24 jam.

[*] Bila akan diberikan dalam waktu 72 jam, ASI disimpan di dalam lemari pendingin (di bawah 5 derajat Celsius, bukan dibuat dalam keadaan beku).

[*] Bila ASI perah akan digunakan dalam waktu 1 minggu atau lebih, maka ASI perah tersebut harus segera didinginkan dalam lemari pendingin selama 30 menit, lalu dibekukan pada suhu -18 derajat celcius atau lebih rendah. ASI yang sudah dibekukan dapat disimpan antara 3 – 6 bulan. Ini biasanya dilakukan pada kasus ketika ibu akan pergi dalam jangka waktu tertentu, sehingga perlu mengumpulkan sejumlah ASI sebelumnya.

[*] Jangan menyimpan ASI pada rak yang menempel di pintu lemari pendingin karena temperatur di tempat ini mudah berubah ketika pintu dibuka dan ditutup. Simpanlah ASI di lemari pendingin bagian tengah, atau di bagian terdalam freezer, karena lokasi-lokasi tersebut memiliki temperatur yang lebih dingin dan konstan.

[*} Jangan mengisi penuh wadah penampung ASI, karena ASI akan memuai saat membeku. Sisakan kurang lebih ¼ bagian kosong.

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam memberikan ASI setelah dilakukan penyimpanan:

[*] Perlu diingat, ASI yang telah dihangatkan tidak boleh didinginkan lagi untuk diberikan pada bayi di waktu minum berikutnya.

[*] Ambil ASI yang disimpan berdasarkan waktu pemerahan ASI (yang pertama diperah harus diberikan lebih dulu).

[*] Untuk ASI yang disimpan di lemari pendingin cukup dihangatkan dengan cara meletakkan botol di wadah berisi air hangat selama 15 menit, sambil dikocok secara perlahan. Jangan dipanaskan di atas api atau microwave, karena zat yang terkandung di dalamnya justru akan rusak.

[*] Untuk ASI beku, keluarkan botol susu yang berisi ASI beku. Setengah jam sebelum waktu menyusui, rendamlah di dalam wadah berisi air hangat. Atau pindahkan ASI beku ke lemari pendingin bagian bawah semalam sebelumnya. Saat akan digunakan esok hari, susu akan mencair, kemudian hangatkan. ASI beku yang dicairkan dapat tahan 24 jam dalam lemari pendingin. Ingat, jangan membekukan kembali ASI yang sudah dipindah ke lemari pendingin tersebut.

[*] Buanglah ASI yang tersisa setelah diberikan pada bayi, jangan menyimpan kembali ke lemari pendingin atau dipanaskan.

[*] Berikan ASI dengan menggunakan pipet khusus atau sendok kecil sesuap demi sesuap, agar si kecil tidak terbiasa mengisap dot dan jadi sulit menyusu pada payudara ibu.

Tahapan-Tahapan Yang Terjadi Dalam Proses Inisiasi Menyusu Dini

Inisiasi menyusu dini merupakan upaya untuk membuat bayi mampu mencari putting susu ibu dan menyusu sendiri. Inisiasi menyusu dini dimulai dalam satu jam pertama setelah lahir, bila bayi bisa menyusu dalam 30 menit pertama setelah lahir akan dapat merangsang reflek bayi dalam menghisap sehingga memudahkan proses menyusu berikutnya. Dimana bayi merangkak di dada ibu dengan menekan-nekankan kakinya pada rahim ibu. Untuk lebih jelasnya, berikut saya uraikan tahapan-tahapan yang terjadi dalam proses inisiasi menyusu dini.

[1] .. Sesaat setelah kelahiran sehabis ari-ari dipotong, bayi langsung diletakan di dada si ibu tanpa membersihkan si bayi kecuali tangannya, kulit ketemu kulit. Ternyata suhu badan ibu yang habis melahirkan 1 derajat lebih tinggi. Namun jika si bayi itu kedinginan, otomatis suhu badan si ibu jadi naik 2 derajat, dan jika si bayi kepanasan, suhu badan ibu akan turun 1 derajat. Jadi Tuhan sudah mengatur bahwa si ibu yang akan membawa si bayi beradaptasi dengan kehidupan barunya. Setelah diletakan di dada si ibu, biasanya si bayi hanya akan diam selama 20-30 menit, dan ternyata hal ini terjadi karena si bayi sedang menetralisir keadaannya setelah trauma melahirkan.

[2] .. Proses yang kedua, yang terjadi yaitu , bayi akan mengeluarkan suara, gerakan menghisap, dan melanjutkan dengan mencium tangannya. Ternyata bau tangan si bayi sama dengan bau air ketuban, dimana daerah sekitar puting si ibu itu juga memiliki bau yang sama, jadi dengan mencium bau tangannya membantu si bayi untuk mengarahkan kemana dia akan bergerak. Jadi bau yang yang dicium dari tangan bayi akan membantu bayi untuk menemukan putting susu ibunya. Pada saat ini bayi juga akan mengeluarkana air liur.

[3] .. Gerakan ketiga yang terjadi yaitu, si bayi akan mulai bergerak-gerak seperti hendak merangkak. Ternyata gerakan ini pun bukanlah gerakan tanpa makna karena ternyata kaki si bayi itu pasti hanya akan menginjak2 perut ibunya di atas rahim. Gerakan ini bertujuan untuk menghentikan pendarahan si ibu. Lama dari proses ini tergantung dari si bayi. Dia akan mulai bergerak kearah mendekati puting susu ibu.

[4] .. Setelah melakukan gerakan di kakinya, si bayi akan melanjutkan dengan mencium tangannya, ternyata bau tangan si bayi sama dengan bau air ketuban, dan ternyata daerah sekitar puting si ibu itu juga memiliki bau yang sama, jadi dengan mencium bau tangannya membantu si bayi untuk mengarahkan kemana dia akan bergerak. Dia akan mulai bergerak mendekati puting ibu dan ketika sudah mendekati puting si ibu,

[5] .. Setelah itu, si bayi akan menjilat-jilati kulit dada si ibu. Ternyata jilatan ini berfungsi untuk membersihkan dada si ibu dari bakteri2 jahat dan begitu masuk ke tubuh si bayi akan diubah menjadi bakteri2 yang baik dalam tubuhnya. Lama kegiatan ini juga tergantung dari si bayi karena hanya si bayi yang tahu seberapa banyak dia harus membersihkan dada si ibu. Kemudian si bayi akan menyentuh putting susu dengan tangannya, mulai meremas puting susu si ibu yang bertujuan untuk merangsang supaya air susu si ibu segera berproduksi dan bisa keluar. Lamanya kegiatan ini juga tergantung dari si bayi. Bayi akan menghentakan kepalanya ke dada ibunya, menoleh ke kanan dan ke kiri. Menemukan putting susu menjilat, mengulum, membuka mulut lebar dan melekatkan dengan baik



Proses ini sungguh sangat menakjubkan.... Tuhan memang Maha Sempurna. Dia sudah menciptakan siklus kehidupan yang begitu indah, namun ternyata dilupakan oleh manusia selama bertahun-tahun lamanya.

Jadi jika suatu saat akan memiliki anak, disarankan untuk meminta kepada rumah sakit yang akan membantu kelahiran supaya diperbolehkan melakukan inisiasi menyusui dini ini minimal 1 jam, karena kelima proses di atas ini bisa berlangsung sekitar 1-2 jam. Tidak semua RS berani melakukan ini, dan kita harus berani meminta ini dilakukan karena ternyata hal ini merupakan siklus kehidupan yang selama ini tidak kita sadari sudah kita putus Dan dengan melakukan hal ini, akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh si bayi terhadap penyakit2, kanker syaraf, leukimia, dan beberapa penyakit2 lainnya, serta juga dapat menekan angka kematian bayi baru lahir sebesar 22%.

Sebuah RS yang benar2 mendukung ibu dan anak tidak akan menyediakan ruangan khusus bayi karena dengan memisahkan si ibu dengan si bayi ternyata daya tahan tubuh si bayi akan drop sampai 25%. Jadi seharusnya tempat bayi adalah di sisi ibu 24 jam penuh. Jika ada tindakan memisahkan si ibu dari si bayi bisa dianggap tindakan kriminal karena ketika si ibu bersama dengan si bayi, daya tahan si bayi akan dalam kondisi prima, dan si ibu bisa melakukan proteksi terhadap si bayi jika memang perlu. 95% bayi menangis bukan karena kelaparan, tapi karena dia dipisahkan dari ibunya. Karena berdasarkan penelitian, seorang bayi yang baru lahir, dibekali dari rahim ibunya untuk bertahan selama 2-3 hari tanpa makanan. Jadi jangan pernah minta diberikan susu formula untuk si bayi, walau air susu ibu belum keluar.

Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Adalah upaya untuk membuat bayi mampu untuk mencari puting susu ibu dan menyusu dini. Menyusu berbeda dengan menyusui bayi, tetapi bayi baru lahir yang harus aktif menemukan sendiri puting susu ibunya minimal satu jam pertama kelahiran.

Satu jam pertama setelah bayi lahir adalah kesempatan emas yang akan menentukan keberhasilan ibu untuk menyusui bayinya secara optimal. Bila bayi bisa menyusu dalam 20-30 menit pertama setelah lahir akan membangun reflek menghisap pada bayi. Sehingga proses menyusu berikutnya akan lebih baik.

Keuntungan IMD

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yang dilakukan ibu baru melahirkan membantu bayi memperoleh air susu ibu (ASI) pertamanya dan dapat meningkatkan produksi. Selain itu akan membangun ikatan kasih antara ibu dan bayi. Inisiasi menyusu dini terbukti dapat mencegah 22 persen risiko kematian bayi.

Menurut hasil penelitian bayi ASI eksklusif akan meningkatkan daya tahan tubuh, kecerdasan serta meningkatkan jalinan kasih dengan ibunya.

Bayi merangkak di dada ibu dengan menekan-nekankan kakinya pada rahim ibu(sebagai pancatan), hal ini seperti massage pada rahim ibu sehingga mengurangi risiko pendarahan setelah melahirkan. Sehingga jika IMD tidak dijalankan maka sebenarnya banyak sekali kerugian yang akan didapat baik ibu maupun bayi yang baru dilahirkannya.

Kerugia Bila tidak IMD

* Bayi kurang berminat untuk menyusu

* Ibu kesulitan memberi ASI eksklusif 6 bulan.

Cara melakukan IMD

* Anjurkan suami atau keluarga mendampingi saat melahirkan

* Segera keringkan bayi kecuali tangannya tanpa menghilangkan lemak putih (Vernik)

* Tanpa memakai baju, tengkurapkan bayi pada dada ibu sehingga ada kontak kulit ibu dan bayi

* Beri topi dan selimut untuk menjaga agar tubuh bayi tetap hangat

* Program IMD dilakukan dengan cara langsung meletakan bayi yang baru lahir di dada ibunya dan membiarkan bayi ini merayap untuk menemukan putting susu ibu untuk menyusu.

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dilakukan langsung saat lahir, tanpa boleh ditunda dengan kegiatan menimbang atau mengukur bayi. Bayi juga tidak boleh dibersihkan, hanya dikeringkan kecuali tangannya . Terjadi kontak kulit bayi dan kulit ibu (skin to skin kontak).