Selasa, 21 September 2010

Tingkatkan Kesehatan Otak Dengan Probiotik

Probiotik merupakan istilah yang digunakan pada mikroorganisme hidup yang dapat memberikan efek baik atau kesehatan pada organisme lain/inangnya. Beberapa contoh pada makanan suplemen diet yang mengandung bakteri berguna dengan asam laktat bakteri (lactic acid bacteria – LAB) sebagai mikroba yang paling umum dipakai. Probiotik seringkali direkomendasikan oleh dokter, dan lebih sering lagi oleh ahli nutrisi setelah pengkonsumsian antibiotik atau sebagai bagian dari pengobatan candidiasis. Banyak probiotik disediakan dalam sumber alaminya seperti Lactobacillus pada yoghurt dan sauerkraut. Beberapa mengklaim probiotik mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Di dalam usus kita terdapat mikrofolra usus yang terdiri dari bakteri baik (Probiotik) dan bakteri jahat (bakteri patogen). Agar pencernaan tetap terjaga, jumlah bakteri baik harus lebih dominan dari bakteri jahat. Salah satu cara paling mudah adalah dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung probiotik. Seperti namanya, bakteri yang baik probiotik menghasilkan antibiotika alami yang membantu keutuhan mukosa usus. Selain itu, probiotik dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan membantu proses metabolisme dalam usus.

Bakteri jahat mengeluarkan racun yang dapat mengeluarkan enzim yang mendorong terbentuknya senyawa karsinogenik dalam saluran pencernaan. Jika jumlah bakteri jahat meningkat, risiko gangguan kesehatan juga meningkat. Bakteri jahat yang juga sering disebut bakteri patogen dapat mengeluarkan racun yang menyebabkan diare.

Sebuah penelitian di Finlandia menemukan bahwa probiotik mampu mencegah invasi bakteri jahat dengan menghasilkan antibiotika yang menghambat pertumbuhan bakteri jahat. Probiotik juga dinyatakan dapat mencegah konstipasi (susah buang air besar)dan mengurangi bakteri Helycobacter pylori yang menyebabkan infeksi pada lambung. Probiotik sebagai bakteri yang menguntungkan sudah diketahui sejak lama, lebih dari 2.000 tahun lalu. Akan tetapi, pembuktian secara ilmiahnya baru dilakukan pada abad ke-19 oleh seorang ilmuwan asal Rusia, Ilya Metchnikoff, yang bekerja pada Institut Pasteur di Paris. Lewat penelitiannya, Metchnikoff menemukan bahwa orang yang terbiasa mengonsumsi yoghurt lebih sehat dan umurnya lebih panjang dibanding yang tidak.

Yoghurt (susu fermentasi) mengandung bakteri asam laktat yang dapat meningkatkan kerja enzim galaktosidase sehingga memudahkan pencernaan laktosa dalam usus dan meningkatkan kualitas nutrisi. Bakteri ini juga diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Bakteri baik adalah bakteri yang menghasilkan asam laktat, terutama dari golongan Lactobacilli dan Bifidobacteria (jenis bakteri yang dapat menekan pertumbuhan bakteri jahat). Probiotik mengandung sejumlah besar sel hidup dan dapat melakukan metabolisme dalam usus.


Mark Hyman, MD. dalam bukunya The UltraMind Solution menekankan, bahwa probiotik membantu mengabsorp vitamin-vitamin dan mineral-mineral yang diperlukan untuk melindungi ingatan serta kesehatan otak pada umumnya. Yaitu didapatkan dengan makan yogurt yang mengandung kultur hidup setiap hari.

Sebagai bakteri yang hidup, probiotik memerlukan makanan. Nutrisi yang sesuai bagi bakteri baik namun tidak cocok dengan bakteri jahat disebut prebiotik. Prebiotik bisa didapatkan dari serat makanan secara alami, seperti biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran. Bawang bombay, bawang putih, pisang, dan produk olahan kedelai seperti tempe dan tahu juga mengandung prebiotik. Untuk meningkatkan jumlah bakteri baik, bahan-bahan makanan tersebut bagus untuk dikonsumsi secara teratur. Hanya saja, bagi anak-anak, mengonsumsi bawang, sayuran dan buah, terutama pada usia di bawah satu tahun, pastilah sulit.

Nah, gabungan antara probiotik dan prebiotik inilah yang disebut sinbiotik. Kini sudah beredar produk yang mengandung sinbiotik. Artinya, mengkonsumsi produk tersebut sama saja dengan mengkonsumsi bakteri baik plus makanannya.
Adapun manfaat probiotik antara lain membantu meningkatkan penyerapan zat-zat gizi, membantu proses pencernaan, dan membantu menyingkirkan toksin (racun) dari dalam tubuh.

Prof Agus Firmansyah MD PhD dari Departemen Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan bahwa air susu ibu (ASI) adalah sumber probiotik terbaik bagi anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar